My Evil Dad Enemy My Boyfriend

My Evil Dad Enemy My Boyfriend
kecurigaan asruri bahwa itu adalah ada yang merencanakan.



Asruri curiga dengan Han yang terjadi di tempat itu, karena semuanya bukan lah kebetulan itu semua adalah rencana dari seseorang.


Sesampainya di rumah asruri bertanya dengan Ferry apa benar dia benar benar telah mengecek nya semuanya dengan benar.


" Aduuh sangat melelahkan akhirnya kita tiba di rumah " ucap Ferry.


" Tunggu Ferry, aku ingin bertanya apa benar tadi kau sudah mengecek semuanya diteliti tanpa ada yang terlewat " ucap asruri.


" Benar aku kan sudah bilang, apa kau tidak percaya denganku asruri kau ini berteman dengan ku sudah lama tapi kau masih meragukan ku " ucap Ferry.


" Tidak aku percaya padamu, tapi Ferry aku curiga semua itu adalah sudah di rencanakan dengan baik kau lihat ban bocor seorang montir, seseorang misterius gan menolong kita " ucap asruri .


" Ada benarnya dirimu, aku juga curiga aku sudah memeriksanya dengan teliti kau tau kan, saat kita ingin pergi aku selalu mengeceknya " ucap Ferry.


" Iya aku tau tentang itu Ferry hanya saja itu semua pasti ada perbuatan seseorang, kita tidak mungkin mengalami ban bocor empat empatnya kau tau kan pasti satu atau dua bukan empat empat " ucap asruri.


" Benar sekali aku heran dengan apa yang terjadi apa yaa yang terjadi sesungguhnya, apa mungkin ada seseorang yang ingin mencelakakan kita apa mungkin seperti itu " ucap asruri.


" Apa kau melihat seseorang di tempat kejadian saat kita memeriksa disana apa kau melihat seseorang atau siapa....???" ucap asruri.


" Tidak, gue tidak melihat siapa siapa tapi tunggu gue melihat bayangan di tempat itu lalu seseorang itu pergi dari situ " ucap Ferry.


" Apa mungkin itu adalah seseorang yang telah membunuh wanita itu aku curiga karena kau tau saat aku membeli pizza aku melihat seseorang berpakaian gelap hitam semua memakai masker " ucap asruri.


" Apa mungkin orang itu yang telah, membunuh wanita itu, apa iya yaa lalu bagaimana mana bisa dia membunuhnya apa tujuannya " ucap Ferry.


" Hmm, ingat Ferry kita harus waspada seseorang telah memata matai kita kita harus waspada pada sekeliling kita " ucap asruri.


" Owh, astaga asruri bisa tidak kita sehari beristirahat dengan tenang tanpa ala pikiran atau seseorang yang ini menata matai kita aku pusing " ucap Ferry.


" Kau kan bekerja sebagai detective atau mata mata jadi wajar saja ingat kau harus sabar jangan sampai kau kenapa Napa aku tidak ingi kau kenapa Nala fer " ucap asruri.


" Tunggu, tadi kan kedua montir itu memasang ban di mobil kita kenalan tidak kita periksa saja sidik jarinya " ucap Ferry.


" Aaakh ada benar tumben teman ku yang bodoh menjadi pintar mengapa kau tidak bicara sejak tadi kenapa kau baru berpikiran sekarang " ucap Asruri.


Asruri dan ferry bergegas memeriksa sidik jari di ban tersebut, agar mereka tau siapa mereka berdua, karena asruri curiga pada mereka apa yang mereka ingin lakukan sebenarnya, apa mereka ingin mencelakai Ferry dan asruri.


Ferry memeriksa dengan sangat teliti kerena mungkin saja ada sesuatu yang tertinggal saat mereka memasang ban itu, mereka berdua Behati hati tanpa manyentuh apapun di situ, dan Ferry menemukan anting yang tersangkut di dop mobil mereka.


" Asruri Lo liat nih, gue menemukan apa " ucap Ferry dengan menunjukan anting.


" Anting, itu anting yang sama persis di tempat kejadian itukan apa mungkin mereka ada sangkut pautnya dengan kejadian itu, atau mungkin ini rencana mereka Ferry" ucap asruri dengan bingung.


" Lo pake sarung tangankan Ferry....??" tanya asruri.


" Takutnya Lo ceroboh kayak waktu itu, Lo kan gitu meninggal kan jejak mulu Lo kan bodoh " ucap asruri .


" Lo pikir gue bodoh banget apa nggak lah gue gak sebodoh itu itu karena gue lupa pengen cepet nyelesain kasusnya, tapi Lo juga kenapa gak ngingetin gue asruri " ucap Ferry.


" Kambuh Yee kan gue nggak bareng sama loo saat di tugasin waktu itu Lo lupa apa Ferry " ucap asruri dengan marah.


" Iya iya gue lupa waktu itu kan kita di tugasin ke tempat yang beda beda, iya maaf maaf asruri jangan marah mulu tua aje loo " ucap Ferry dengan mengejek.


" Bener bener anting ini kok mirip banget yaa sama yang pas kita temui apa anting ini punya jejak atau emng si pelaku selalu ninggalin jejak kayak gini, huh alway dibikin pusing sama pelaku pembunuhan ada ada aja heran dah gue " ucap asruri.


" Iya iya apa maunya si sebenernya bikin kita bingung aja heran dah kelakuan emang pembunuh gak guna " ucap Ferry.


" Yee namanya juga pembunuh Ferry, kalo die nunjukin mukanya kan langsung ketangkep ada aja emang pusing gue sama loo Ferry " ucap asruri.


" Hehehehe iye juga Yee gue lupa kalo misalnya langsung nunjukin mukanya langsung ketangkep gue ana Lo gak kerja " ucap Ferry.


" Nah mulai encer nih otak, ayo masuk akh udah malem juga heh iya apa Lo gak mau makan gue laper lagi nih " ucap asruri.


" Elah baru tadi lo makan di rumah sakit Udao laper lagi aja perut apaan Lo karet Yee " ucap ferry.


" Ayolah Ferry mesen makanan dah gue laper abis itu kita masuk " ucap asruri.


" Iya kau gue juga aslinya laper tapi gue master masak Lo tau kan nasinya lembek kayak loo, lagian Lo sih bikin banyak banget airnya " ucap Ferry.


" Yaudah Lo beli sama nasinya juga Ferry ribet amat, beli jungfood dah yang enakan kek burger atau kentang gitu " ucap asruri.


" Yaudah ayo masuk, asruri emang Lo gak takut malem malem di luar gue mah kedinginan" ucap Ferry.


Saat mereka ingin masuk ada tanaman yang bergoyang seperti tersenggol dan menjatuhkan tong sampah di dekat tanaman itu, asruri dan ferry mendengar itu langsung mendekati tanaman itu .


Namun sial, orang yang ingin memata matai mereka sudah pergi, dan berhasil Lolos Ferry sangat kesal karena penjahat itu Lolos dari mereka berdua hingga mereka bingung.


" Sial pake lolos segala lagi, itu siapa yaa kok pake topeng segala apa dia mau mata matain kita " ucap Ferry.


" Nggak tau gue kan gak kebuka topengnya sial , bisa bisa nya dia Lolo dari kita " ucap asruri dengan marah.


" Yaudah ayo balik lagi kita beli makan tadi Lo laperkan asruri " ucap Ferry


" Iya gue laper aduh pake nambah lari lagi Mayan dah tambah capek" ucap asruri.


Mereka berdua pun kembali ke rumah asruri dan memesan makanan jungfood karena mereka sudah kelaparan.


Asruri masih bingung siapa orang itu dan besok dia akan menyelidikinya karena dia benar benar ingin tau apa tujuannya membunuh wanita itu dan apa maksudnya mengikuti asruri hingga kerumahnya.