
Saat Beberapa jam kemudian Arfa dan Zulfa datang menemui mereka dan membawakan makanan untuk mereka makan karena sudah saatnya jam makan siang.
Di sisi lain Robert melihat Arfa dan Zulfa ingin naik ke atas dia sembunyi di hordeng dan mencoba mengikuti Arfa dan Zulfa namun rencana sudah di jalan kan.
" Huft lumayan tinggi sekali coba kau tanya mereka berdua gedung apa " ucap Zulfa.
" Iya sebentar aku tanyakan dulu kepada mereka Sabar yaa " ucap Arfa.
Arfa mengambil hp dan menelpon Ferry untuk menanyakan dimana mereka berada atau lantai berapa mereka berada di hotel itu .
" Hallo, Ferry kau di lantai berapa kau sudah lama gue bingung dimana tempat Lo lantai berapa sih kalian ...???" tanya Arfa.
" Hallo Arfa kita di lantai 14 Lo naik lift abis itu Lo ke kamar 310 yaa di tempat TKP itu owh iya nanti kita makan di kantin aja gak enak masak di tempat kejadian makan gak neka juga kan ke Kalian nanti kalian mikirnya jorok karena masih banyak darah " ucap Ferry.
" Iya Ferry gue ke atas gue nyamperin loo bentar yaa gue ke atas " ucap Arfa.
" Gimana di lantai berapa mereka....??? " tanya Zulfa.
" Lantai 14 di kamar 310, ayo ke atas buruan " ucap Arfa.
" Yaudah ayok gue ngerasa gak enak aja nih kayak ada sesuatu yang ngikutin kita dari tadi Lo ngerasa gak fa " ucap Zulfa.
" Iya sih gue juga ngerasa kayak ada orang yang dari tadi mantau kita atau mungkin ini firasat kita doank kali yaa " ucap Arfa.
" Yaudah ayo ke dalem cepetan gue merinding nih " ucap Zulfa.
" Eit kalian mau kemana disini lagi ada pengamanan atau penyelidikan kalian mau kemana ...??" tanya security.
" Yailah pak kita mau nganterin makan pak ke pak ketua Intel pak kita temnnya kalo bapak gak percaya coba aja telpon pak " jawab Arfa.
" Sebentar, saya tanya dulu ke pak asruri apa benar kalian adalah temannya atau kalian hanya ingin menitiu saya " ucap security.
" Tanya aja pak klo bapak gk percaya ngomong aja di ht " ucap arfa.
" Test, hallo pak kepala ini ada seseorang yang ingin bertemu dengan mu apa di ijinkan atau tidak pak ganti " ucap security.
" Test pak beri mereka masuk mereka berdua adalah teman saya tolong antar mereka ke atas yaa pak terimakasih " ucap asruri.
" Baik kalian boleh masuk tapi kalian harus di temani oleh anggota saya karena pak kepala yang menyuruhnya karena jika kalian terjadi apa apa kita yang akan di salah kan pak kepala" ucap security.
" Nah bener kan pak asruri kan emang temann kita dia kok yang nyuruh sendiri bukan kita yang mau " ucap Arfa.
" Arfa Lo banyak omong deh suruh cepet aja masuk gue masih ngerasa ada yang mantau nih " bisik Zulfa.
" Jack Jack anter mereka berdua ke atas yaaa tempat kejadian TKP inget Jack jangan sampai mereka berdua kenapa napa " ucap kepala security dengan tegas .
" Baik pak perintah akan saya lakukan dan akan kami jaga dua wanita ini sampai ke atas " ucap anggota security ituu.
" Mari nona kalian masuk ke lift dan kami akan mengantarkan kalian berdua ke tempat dimana pak kepala sedang bertugas " ucap anggota security ituu.
" Baik pak terimakasih yaa sebelumnya maaf merepotkan " ucap Arfa.
Setelah mereka berdua tiba di tempat kejadian dan bertemu dengan mereka berdua, Arfa dan Zulfa senang bisa menemani mereka berdua di tempat kerjanya.
" Hay sayang udah sembuh kok gak bilang mau kesini gue pikir Arfa doank kamu gak ikut masih sakit " ucap asruri.
" Hay sayang nggak aku sudah tidak apa apa lagian juga bt dirmh seharian gak ngapa ngapain jadi kebetulan Arfa pengen ketemu Ferry makanya aku mau ikut " ucap Zulfa.
" Owh iya dimana Ferry kok gak keliatan" ucap Arfa.
" Ada dibelakang FA bentar Fey panggil dulu yaa gak tau dia ngapain di belakang dari tadi " ucap asruri.
" Iya iya bentar nanti gue kedepan sebentar lagi gue nemuin seseorang dulu nih " ucap Ferry.
Saat jam makan sudah tiba mereka berempat menuju ke kantin untuk makan siang karena mereka sudah lapar sekali dan ingin segera makan.
Saat berada di kantin Zulfa merasa ada seseorang yang mengintai mereka dan mencoba untuk mencari namun Zulfa bingung karena tidak ada orang Ternyata.
" Ada apa Zulfa dari tadi noleh noleh nyari siapa emang nya apa yang kamu cari " ucap asruri.
" Tau Lo Zulfa apa sih yang lo cari dari tadi gue liatin Lo lirik sana sini kenapa ada apa apa yang Lo cari coba bilang" ucap Arfa.
" Enggak gue ngerasa dari tadi ada yang mantau kita kalian ngerasa apa enggak sih tapi pas gue pastiin itu gak ada orang apa ini firasat gue aja kali yaa " ucap Zulfa.
" Udah Zulfa tenang aja gak ada apa apa asruri sama gue ada disini kok kita bakalan ngelindungin kalian, disini juga banyak anggota kita kok kan kita lagi tugas " ucap Ferry.
" Tapi kayaknya tadi di belakang ada yang ngeliatin kita pas gue lagi ngcek hp gue ada orang yang mantau kita gue bingung " ucap Zulfa.
" Udah tenang aja sayang makan aja dulu jangan banyak pikiran kan kamu abis sakit udah makan aja jangan mikirin apa apa dulu yaa " ucap asruri.
" Udah makannya kalo makan jangan hp terus Lo hp terus sih gue bingung kebiasaan jadi apa apa tuh kayak Lo ada yang mantau dasar Zulfa " ucap Ferry.
" Yaudah kalian gak mau makan nih makanan enak banget tau apa kalian gak mau makan " ucap Ferry.
" Iya Ferry, owh Uta Ferry lo inget gak tentang yang waktu itu ban Lo yang bocor itu ada orang yang berusaha ngebocorin ban loo tau gue bingung " ucap Arfa.
" Emang iya apa, Lo tau dari mana fa gue kan cuman cerita belum nyari tau juga sih masalah ini belum selesai, nih mayat ngerjain gue tau gak kayak sesuatu dari sesuatu pembunuhnya di umpetin teliti banget gak biasanya kita berdua lama banget nyelesain kayak gini biasanya kan cepet " ucap Ferry.
" Jadi ada dua orang di parkiran yang berusaha ngebocorin ban mobil Lo Ferry, cuman tuh orang gk keliatan mukanya dia pake topeng gitu " ucap Arfa.
" Coba mana liat Lo tau dari mana sih kok Lo bisa tau semua gitu gue bingung sama loo " ucap Ferry.
" Jadi waktu itu gue gak sengaja, salah masuk ternyata itu ruangan buat cctv gitu nah gue liat securitynya yang jaga tidur gitu gue bingung jadi gue coba cek dulu " ucap Arfa.
" Mana liat rekaman cctvnya apa mungkin itu rencana orang yang ngebantu kita yaa asruri gue curiga dari awal " ucap Ferry.
Seketika Zulfa membuka hpnya lagi dan dia dia melihat seseorang di cameranya lalu dia teriak sekeras mungkin.
" Huaahh " dengan sangat kaget melempar hpnya .
" Kenapa ada apa sayang, kenapa teriak gitu ada apa apa yang terjadi " ucap Ferry.
" Ada apa Zulfa, kok Lo teriak gitu " ucap Arfa.
" Ada apa Zulfa, Lo gak apa apa " ucap Ferry.
" Gue liat orang lagi di pintu belakang gue dia pake topeng kalo gak salah dia orang yang pengen masuk ke kamar gue untung Arfa cepet masuk" ucap Zulfa.
" Apa dia mau bunuh Lo juga di rumah sakit kenapa Lo gak bilang " ucap Ferry.
" Ini siapa sih pembunuhnya susah dicari gini bikin gue kesel " ucap asruri.
" Lo kok gak bilang sama gue Zul kan gue ada di kamar itu" ucap Arfa.
" Gua mau teriak gak bisa, kan Lo ada di toilet " ucap Zulfa.
" Owh iya gue lupa " ucap Arfa.
" Liat aja dia main main sama gue sama Ferry kalo ketauan gk bakal tenang hidupnya " ucap asruri.