
"Dimana yaa tuh barang ribet banget kayaknya nyari doank gue pusing nyari barang yang kayak begini doank agak muak sih sedikit karena barang nya bener bener bikin gue muak dan kesel" ucap Ferry.
" Kau ini marah marah saja jangan marah marah saja lagi pula kan, kita juga butuh kamera itu kau kan tau, kita harus membuktikan ke komandan kita kita berhasil menemukan buronan itu, sebenarnya aku juga sudah lelah sih mau bagaimana lagi itu kan barang yang menjadi bukti untuk menemukan dimana yang harus kalian tau kan kita tidak tau " ucap Asruri.
" Hemmm, ayo kita cari sekali lagi beruntung lah Zulfa bisa menjaga dirinya dia wanita yang kuat kau tau asruri kau beruntung memiliki wanita seperti dia " ucap Ferry.
" Yaa aku bersyukur dia itu wanita yang kuat kau tau dulu saat aku sedang bertemu dengan dia saat pertama kalinya dia itu susah sekali di dekati karena kan dia adalah wanita yang tidak pernah percaya pada seorang pria " ucap asruri.
" lalu mengapa kau bisa mendekatinya apa kau menggunakan pelet taa untuk dia kau ini jangan seperti itu, kan kasihan dia " ucap Ferry.
" Sudah lah jangan bilang apa apa lagi pula kan siapa yang tidak tertarik dengan seorang pria tampan seprti ku ini lagi, Lo kan temen lama gue juga masak iya Lo gak tau itu kan itu sudah di konfirmasi di grup kita " ucap asruri.
" Yaa, yaaa terserah kau saja lagi pula kan aku juga bingung harus apa, ayo cari cepat kasihan Zulfa menunggu kita di mobil lagi pula dia kan sendiri " ucap ferry.
" Kau cari bagian sana aku cari bagian sini yaa lagi pula kita harus cepat menemukannya itu agar kita segara kembali ke markas " ucap asruri.
sementara Ferry mencari bagian samping untuk menemukan kamera itu agar mereka bisa melaporkan itu dengan cepat ke komandan.
mereka berdua terus berusaha mencari itu sedang di parkiran yang di parkir untuk mobil asruri trus saja ada yang mengintai mobil itu namun musuh itu tidak mengetahui siapa di dalamnya, seorang pria yang memakai kupluk hitam dan memakai masker.
" Lama sekali mereka mencari kamera itu bagaimana ini, mereka benar benar ceroboh , gue kan udah bilang sama mereka jangan sampe itu kamera ilang dan akhir nya belum juga selesai ngomong tuh kamera ilang juga kan, tapi sebentar deh kayaknya dari tadi ada yang ngawasin gue yaa gue ngeliat di sepion siapa ya tuh cowok pake baju item masker item kupluk item juga hemmm, siapa yaa dia apa dia kau mata matain gue kali" ucap Zulfa.
melihat seseorang di sepion Zulfa langsung menghidupkan thtnya untuk menghubungi mereka berdua karena mereka berdua sedang tidak ada, beruntung asruri menemukan cameranya .
" Hallo, Lo dimana Ferry masuk wooy cepetan kalian masih lama gak ini kayak ada yang ngintai " ucap Zulfa.
" Asruri bantuin gue, gue kejebak nih ada seseorang yang memasang perangkap disini bantuin gue asruri ayo cepetan " ucap ferry.
" Kenapa Lo keiket apa ada seseorang yang berusaha menangkap kita yaa " ucap asruri.
" Udah Lo gausah banyak ngomong bantuin gue cepetan kita abis itu keluar dari sini kayak nya komplotannya Irene masih disini gue khawatir Zulfa kenapa kenapa dia sendirian soalnya kan " ucap Ferry.
" Yaudah ayo kita langsung balik aja ke kantor juga laporan" ucap asruri.
" Tapi tunggu jangan nginjek apa apa disini yaa mungkin aja salah satunya adalah bom " ucap Ferry.
" Owh iya seprti ada bunyi dari tadi aku pikir apa, iya aku akan hati hati "ucap asruri.
Setelah menemukan kamera itu mereka langsung bergegas kebawah dan langsung kembali ke mobil, namun seketika asruri salah menginjak dan beruntung mereka berdua berhasil keluar .
Dan ledakan yang sangat hebat yang membuat gedung tua itu hancur, bekeping keping.
" Beruntung kita bisa keluar dari sini akhirnya Ferry, hampir saja kita mati di dalam beruntung kita keluar sebelum gedung itu hancur " ucap Ferry.
" Apa kalian menemukan kameranya apa kalian berdua berhasil ...??" tanya Zulfa.
" Tenang saja kita berhasil untuk menemukannya, dan ini akan menjadi barang bukti ke komandan kita, kalian berdua hebat kalian bisa mengatasi ini, beruntung sekali aku mempunyai tim seperti kalian " ucap asruri.
" Tenang saja kak aku sudah bilang tadi Ayo kita pulang " ucap ferry