My Angel My Love

My Angel My Love
Episode 9



Sementara di kampus,


Imel sekarang seorang diri lantaran angel tidak masuk kampus. Saat pagi, imel menerima pesan dari angel, memberitahu bahwa angel izin tidak bisa masuk.


Makanya saat ini imel makan sendiri, tidak seperti biasa. Imel bisa saja bergabung dengan yang lain, tapi dirinya tidak terlalu akrab. Sebelumnya juga, imel selalu sendiri.


"Sepi sekali tidak ada angel"


Tiba tiba suara seseorang mengejutkannya dari belakang.


"Hayoo"


"Arghh,,,," teriak imel yang cukup keras, sedangkan orang yang mengejutkannya malah tertawa terbahak bahak, karena menurutnya lucu.


"KAU,,,"


Setelah tahu siapa yang mengejutkannya, siapa lagi kalau bukan bara yang memang terkenal jahil. Dan untung saja dirinya tidak tersedak.


"Bagaimana kalau aku tersedak, itu bahaya" omel imel.


"Sorry,, sorry"


Mereka duduk bersama imel.


"Mana angel? Kenapa sendiri"


Bara ketika tidak melihat angel, theo pun penasaran karena tidak melihat Si cantik.


"Tidak masuk"


"Kenapa?"


"Sedang ada urusan, kalian kenapa di sini juga?"


"Kita gabung denganmu, ngitung ngitung nemani kamu"


"Tidak perlu, nanti yang ada tuh perempuan bar bar malah nuduh aku genit, caper, karena duduk bersama kalian"


"Tidak akan, biarku lawan tuh mak lampir"


"Dari perkataanmu, sepertinya kamu mengenalnya"


Imel mengangguk


"Pantas, kamu terlihat seperti punya dendam dan marah saat melihatnya"


Baru beberapa menit mereka membicarakannya, sekarang orangnya sudah muncul. Siapa lagi jika bukan naura.


"Theo"


Naura yang langsung duduk di samping theo.


"Ini, aku bawakan makanan kesukaanmu. Aku loh yang memasaknya langsung. Ayo di makan" menyondorkannya.


"Tidak perlu, aku ingin makan ini saja"


"Ayolah, sedikit juga tidak apa apa. Aku sudah capek capek buat ini untukmu"


"Aku tidak menyuruhmu untuk buat ini, kamu sendiri yang mau"


"Tapi coba cicipi dulu. Bagaimana menurutmu rasanya"


"Aku tidak mau"


"Hey,, kamu tidak perlu memaksanya. Kalau theo tidak mau ya sudah. Jangan memaksa"


"Benar, belum tentu juga tuh makanan enak. Atau jangan jangan ada sesuatu di dalamnya" tuduh bara.


"Bukan urusanmu"


Naura masih terus berusaha membujuk theo untuk memakan masakannya. Membuat imel dan yang lain merasa tergangu.


"Si**,,,, gara gara dia, aku jadi tidak nafsu makan" batin imel kesal, lalu meletakkan sendok dengan keras, hingga menimbulkan detingan antara sendok dan piring.


Mereka di buat kejut oleh tindakan imel.


"Kenapa?"


"KAU,,, dari tadi terus berisik. Terus merengek seperti anak kecil. Apa mulutmu tidak bisa diam? Dari tadi terus mengoceh ini itu tidak jelas. Dasar perempuan lebah berisik"


Setelah mengatakan itu, imel langsung pergi membawa makanannya.


"Kau,,, Hey,,, Mau kemana setelah mengejekku. Dasar perempuan gila" teriak naura marah.


"Perempuan lebah berisik, jelek,, bleww" balas teriak imel dari jauh sambil menjulurkan lidah, mengejek.


Orang orang yang berada di kantin tertawa, merasa lucu ketika melihat tingkah konyol kelakuan imel.


"Aku juga harus pergi"


"Kemana?"


"Ada urusan"


"Urusan apa?"


Theo tidak menjawab dan malah berjalan pergi meninggalkan mereka. Membuat bara di landa binggung, sekaligus penasaran dengan urusan theo.


Naura yang sedang mendumel marah akibat imel berhenti ketika melihat kepergian theo.


"Theo kamu mau kemana,,, Coba cicipi dulu masakkanku,,, Theo Kenapa meninggalkanku,,, Theo,,, Theo,,," teriak naura.


Tanpa banyak bicara, bara pun pergi dari sana, mereka pergi meninggalkan naura sendiri. Mereka malas, malu, melihat tingkah laku naura yang lebay dan jijik.


"Si**an kalian semua,, awas saja akan aku balas semuanya. Lihat saja nanti,,, Dan theo, kamu harus jadi milikku, apapun itu" batin naura.


Waktu terus berputar,


Sekarang theo berada di cafe bersama papanya untuk bertemu klien, sebelumnya mereka sudah janjian.


Alasan theo pergi dari kampus saat itu adalah untuk menemani papanya.


"Pa, kita akan bekerja sama dengan perusahaan mana?"


"Perusahaan Hou"


"Perusahaan asing"


"Iya, perusahaan yang terkenal di beberapa negara seperti dubai, italia, rusia, korea dan masih ada negara lainnya. Tapi pusat/induk utamanya berada di inggris.


1 tahun yang lalu perusahaan itu membuka cabang di sini, makanya papa ingin mengajukan kerjasama. Karena ini kesempatan, peluang untuk perusahaan kita berkembang"


"Sejak kapan papa mengajukkan kerjasama dengan perusahaan itu?"


"1 bulan yang lalu, itu pun lewat asistennya karena pemilik perusahaan tersebut masih di inggris dan baru beberapa minggu yang lalu datang"


Theo mengangguk mengerti


Sementara di sisi lain,


Angel bersama jolly masuk ke dalam cafe. Setelah selesai meeting yang menghabiskan waktu 2 jam dan 1 jam kemudian angel pergi untuk menemui kliennya.


"Sepertinya itu mereka nona kim" tunjuk jolly di mana theo dan papa theo berada.


"Theo?" batinnya binggung, kaget saat mengetahui bahwa salah satu dari laki laki yang di tunjuk jolly adalah theo.


"Astaga, bagaimana ini? Kenapa harus ada theo di sana? Bagaimana kalau theo sampai mengenaliku? Bisa bahaya dan identitasku ketahuan" batin angel.


"Nona,,, nona kim"


"Hm"


"Silahkan nona kim, sepertinya mereka sudah menunggu"


Angel menghelas nafas


"Baiklah"


Dengan terpaksa angel pun menghampirinya, berdoa dalam hati semoga theo tidak tahu dan tidak mengenalinya. Jangan lupa angel menggunakan masker.


Sekarang di tambah dengan kacamata hitam, membuat jolly merasa heran, dia mencoba tidak peduli, walau sebenarnya penasaran, karena itu adalah hak nonanya.


"Permisi tuan tuan"


Jolly dan angel sekarang sudah berada di hadapan mereka.


Theo dan papanya menatap binggung ke arah 2 perempuan yang baru datang dan berdiri di hadapan mereka. Membuat mereka bangun dari duduk.


"Selamat siang"


"Selamat siang"


"Saya jolly sekertaris tuan alex. Maaf membuat anda menunggu"


"Tidak apa apa, saya juga baru sampai beberapa menit yang lalu. Silahkan duduk"


Kemudian mereka duduk.


"Berhubung tuan alex sedang ada urusan lain, jadi beliu tidak bisa datang. Tapi tidak usah khawatir karena sudah di gantikan oleh nona kim, anak dari tuan alex"


"Saya kim kyung mi" ucap angel dengan sedikit mengubah suaranya.


"Saya edward dan ini anak saya theo"


Mereka saling berjabat tangan.


"Sebelumnya saya minta maaf, karena berpenampilan seperti ini saat bertemu anda dan bicara nanti. Bukannya tidak sopan atau menghargai anda"


"Bukan masalah, itu hak anda mau menggunakan masker dan kacamata, saya tidak mempermasalahkannya"


"Terima kasih, kita langsung bahas saja apa yang anda tawarkan untuk kerjasama ini"


Edward mulai bicara, menjelaskan mengenai tawaran/proposal kerjasama pada angel. Theo & jolly pun sesekali ikut menimpal pembicaraan tersebut.


Hingga tak terasa waktu begitu cepat berlalu, 2 jam sudah mereka mengobrol.


"Terima kasih nona kim sudah menyetujui kerjasama ini. Semoga kerjasama perusahaan kita berjalan lancar"


"Saya pun berharap semoga kerjasama yang terjalin mendapat berkah dan keuntungan yang besar bagi perusahaan kita"


Edward mengangguk


"Bagaimana kalau kita makan siang bersama"


"Saya minta maaf, mungkin lain waktu. Saya harus segera pergi, masih ada urusan yang harus saya lakukan"


"Tidak apa apa, mungkin lain waktu"


"Saya minta maaf. Saya pamit dulu"


"Silahkan, terima kasih. Senang bekerjasama dengan anda"


Angel mengangguk, mereka bergantian berjabat tangan. Setelah itu mereka pergi duluan.


Bersambung...


Jangan lupa like, komen dan vote😊