My Angel My Love

My Angel My Love
Episode 10



Kediaman Vander,


Sekarang theo sudah berada di rumah, setelah dari cafe bersama edward. Dia langsung pulang ke rumah, sedangkan papanya kembali ke kantor.


"Sudah pulang"


"Iya Ma, tadi theo hanya kuliah sebentar, karena papa nyuruh theo nemenin ke cafe bertemu klien"


"Lalu bagaimana? Apa kerjasamanya berhasil?"


"Iya, mereka menyetujuinya dan bulan depan rencananya akan di mulai"


"Syukurlah. Kamu sudah makan belum sayang?"


"Sudah, tadi sama papa"


"Sekarang istirahat"


"Iya Ma, theo ke kamar dulu Ma"


"Iya sayang"


Kemudian theo menaiki anak tangga, di mana kamarnya berada di lantai atas. Setelah di kamar, theo masih memikirkan kejadian saat di cafe tadi.


"Kim Kyung Mi, kenapa aku merasa seperti mengenalnya? Tapi siapa? Bukankah tuan alex kebangsaan inggris, tapi kenapa anaknya menggunakan nama korea?


Apa menggikuti ibunya yang memang dari korea? Lalu seperti apa rupa wajahnya itu, kenapa harus di tutupi seperti itu? Apa sengaja di sembunyikan?"


Theo langsung mencari tahu tentang informasi kim kyung mi setelah bertemu dengannya. Tapi yang di dapat seperti informasi lainnya.


Tidak ada yang spesial,


Yang membuat theo binggung adalah kenapa menyembunyikan wajahnya. Apa sengaja menutupi untuk melindungi dari bahaya atau memang rupa wajahnya yang jelek.


Hanya mereka yang tahu alasannya.


**


Sementara di tempat lain,


Naura berada di kamarnya dengan wajah cemberut, lantaran mengingat bentakan theo padanya.


Beberapa kali naura menghubungi theo, namun nomornya tidak bisa di hubungi atau tidak aktif, membuatnya kesal.


"Kemana coba theo, di telepon tidak aktif. Apa sedang ada di perusahaan?"


Tok,,,


Tok,,,


Tok,,,


"Sayang, mami boleh masuk"


"Masuk Mi"


"Kenapa?" ucapnya saat melihat wajah anaknya.


"Theo"


"Kenapa dengan theo? Apa kalian bertengkar?"


"Tidak Mi, hanya saja theo susah sekali di hubungi. Sudah beberapa kali naura telepon, tapi tidak aktif"


"Mungkin sedang sibuk"


"Tapi masa dari tadi sampai sekarang tidak aktif. Naurakan jadi kesal"


"Ya sudah, nanti malam kita semua pergi ke rumahya"


"Benarkah"


"Iya sayang"


"Terima kasih Mi"


Naura memeluk maminya lantaran senang, karena nanti malam akan bertemu dengan theo.


**


2 hari kemudian,


Di sebuah apartemen, di mana 2 orang pria sedang duduk. Mereka sedang mengobrol.


"Kenapa?" ucap bara saat melihat theo seperti sedang memikirkan masalah atau menahan beban pikiran.


"Kamu ada masalah? Kamu bisa cerita padaku" sambung bara.


Theo menghelas nafas.


"Begini, 2 hari sebelumnya orang tua naura,,,," terpotong.


"Ada apa dengan orang tua mak lampir?"


"Kamu bisa diam dulu, aku belum selesai bicara. Jangan memotongku"


"Maaf, silahkan lanjutkan"


Theo memutar mata jenggah melihat sikap sahabatnya.


"Orang tua naura datang ke rumahku,,, Mereka mengobrol bersama"


"Lalu masalahnya di mana?" ucap bara binggung.


"Masalahnya, aku tidak tahu bahwa yang sedang mereka bicarakan itu adalah tentang perjodohan"


"APAA!! PERJODOHAN!!" teriak bara terkejut mendengar kabar yang luar biasa WAH.


"Perjodohan antara kamu dan naura?"


Theo kembali mengangguk.


"Lalu apa tanggapan orang tuamu? Apa mereka menerima perjodohan itu, juga kamu?"


"Saat itu orang tuaku belum menjawabnya, sedangkan aku langsung menolak. Karena aku tidak mau dan tidak mencintai naura"


"Itu pasti akal akalannya si mak lampir, supaya kamu bisa jadi miliknya"


"Si**an tuh perempuan. Memangnya masih jaman perjodohan begitu"


"Setelah itu?"


"Setelah mengatakan itu aku langsung pergi ke kamar, meninggalkan mereka dan tidak tahu lagi apa yang mereka bicarakan selanjutnya"


"Pantas, belakangan ini kamu terlihat marah dan terus terusan membentak naura ketika bertemu, juga menghindarinya"


"Kamu bisa bayangkan saja, bagaimana rasanya dalam posisiku"


"Yang sabar bro. Memang tuh Mak lampir selalu cari masalah saja bisanya"


Flasback On


2 hari sebelumnya sesuai perkataan maminya, Malam itu naura serta keluarganya datang ke rumah theo. Sekarang mereka sudah ada di dalam, duduk mengobrol bersama orang tua theo.


"Bagaimana kabar kalian? Sudah lama kita tidak bertemu"


"Kita baik, bagaimana dengan kalian?"


"Sama, kita sekeluarga baik. Theo mana? Kenapa tidak terlihat"


"Di kamarnya, sebentar saya panggilkan"


Mereka mengangguk, lalu sarah pergi untuk memanggil putranya dan tak lama kembali bersama theo di belakangnya.


"Malam Om, tan" ucap theo saat sudah berada di hadapan semua dan menyalami orang tua naura.


"Wah,, theo makin tampan saja. Iyakan sayang"


Naura mengangguk malu.


"Terima kasih tante"


Theo duduk di samping mamanya sebelah kiri.


"Ohya edward, sarah,,, sebelumnya kita minta maaf karena tidak memberi kabar kalau mau datang ke sini. Sebenarnya ada yang ingin aku sampaikan/bicarakan dengan kalian?" Jujun - papa naura.


"Tentang apa?"


"Seperti yang kalian tahu bahwa keluarga kita sudah lama dekat, begitu juga dengan naura dan theo, mereka sudah dari kecil berteman, main bersama.


Agar tidak memecahkan tali hubungan persaudaraan/persahabatan kita, bagaimana kalau jika kita menjodohkan anak anak kita, naura dan theo"


"Maaf Om, maksudnya apa?"


"Begini theo, om ingin menjodohkan naura dengan kamu. Karena Om tahu bahwa naura hanya dekat dengan kamu. Om percaya bahwa kamu bisa menjaga dan membahagiakan naura"


Theo menghela nafas, merasa kesal dan marah atas pembicaraan tersebut.


Sedangkan naura terus tersenyum, karena senang mendengar perkataan papinya yang ingin menjodohkannya dengan theo, senang karena keinginannya di turuti.


"Maaf Om, tante, selama ini hubungan theo dengan naura hanya sebatas teman tidak lebih, theo hanya menganggapnya sahabat.


Untuk masalah perjodohan, theo minta maaf, theo tidak bisa menerimanya karena sejujurnya theo sudah memiliki seseorang yang theo suka dan cintai"


Deg...!!


Naura langsung menggeleng dengan menatap theo tidak percaya bahwa dirinya di tolak dan mengetahui bahwa theo sedang menyukai seseorang.


"Tapi ini permintaan orang tua kita dan kamu tidak boleh menolak perjodohan ini"


"Ini bukan permintaan orang tua kita, tapi permintaan kamu sendiri, yang meminta pada orang tuamu untuk menjodohkanmu denganku"


"Om, tante, naura sangat mencintai theo" ucap naura melihat ke arah sarah dan edward.


"Sayang,," ucap rani, menenangkan putrinya dengan mengusap tangannya.


"Naura, maaf tante tidak bisa berbuat apa apa. Karena semua keputusan ada pada theo, menerima atau menolak"


Naura menggeleng, bahkan air matanya sudah menetes di wajahnya.


"Maaf semuanya, theo pamit ke kamar dulu"


Theo pergi ke kamarnya, meninggalkan mereka semua dan mengabaikan/menghiraukan panggilan naura.


Edward menghela nafas


"Kami minta maaf atas sikap theo barusan, kami juga minta maaf, karena kami tidak bisa memaksa theo untuk menerima perjodohan ini.


Kami tidak bisa memutuskan seenaknya saja, karena theo yang akan menjalankan semuanya. Sebagai orang tua kami hanya bisa mendukung semua keputusan yang di ambilnya" jelas edward.


Jujun tersenyum,


Dia menerima semua keputusan yang di ambil theo tentang perjodohan itu, mereka menghargainya. Walaupun naura tidak terima dan menangis dalam pelukan rani.


Karena cinta tidak bisa di paksakan.


Flasback Off


Bersambung...


Jangan lupa like, komen dan vote🙏