My Angel My Love

My Angel My Love
Episode 16



Kedua pria itu terus mengikuti ke mana kedua perempuan itu pergi, dua troli yang di bawa kedua pria itu sudah penuh. Sedangkan miliknya masih terisi setengah.


Angel mengambil barang barang yang di inginkannya. Mereka sudah 1 jam lebih berada di tempat swalayan.


Setelah semua barang di beli, mereka pergi ke kasir, melakukan pembayaran. Kemudian keluar dari swalayan dengan belanjaan.


Angel minta pada pelayan untuk di kemas dengan kardus supaya rapih. Beberapa pelayan membantunya membawakan semua belanjaannya ke mobil.


"Untuk apa belanja sebanyak ini?"


"Apa tante hanna yang suruh?"


"Bukan"


"Lalu untuk siapa?"


"Ada deh" kekeh angel.


Imel mengerucut bibirnya, karena tidak mendapat jawaban.


"Terima kasih kalian sudah membantuku"


"Sama sama" ucap mereka.


"Setelah ini, mau kemana lagi?"


"Aku pulang setelah mengantar imel"


"Kita pulang juga"


"Kalian hati hati"


"Kalian juga"


Kemudian kedua perempuan itu pergi meninggalkan kedua pria yang melihat kepergian mereka sampai tak terlihat lagi.


"Ayo broo"


Theo mengangguk,


Kemudian mereka masuk ke dalam mobil, seperti saat sebelumnya, theo yang mengemudikan mobilnya, melajukan mobilnya pergi dari swalayan untuk pulang.


Di sisi lain,


Setelah selesai mengantar imel, angel pergi ke suatu tempat. Dia berbohong pada mereka, bahwa dia akan langsung pulang, melainkan pergi ke panti asuhan.


Beberapa menit kemudian,


Mobil yang angel kendarai masuk ke dalam halaman panti asuhan, dia memarkirkan mobilnya di sana dan keluar.


Mendengar suara mobil, mirna yang di dalam langsung pergi keluar untuk melihat. Di sana dia melihat angel turun dari mobil, segera mirna hampiri.


"Nak angel"


"Bu mirna, aku beli kebutuhan untuk panti"


"Astagaa, kenapa nak angel repot repot beli itu semua, kan sudah di kasih uang untuk kebutuhan panti asuhan"


"Tidak apa apa Bu"


Kemudian mirna memanggil suami dan anaknya, tak lama mereka keluar dari rumah setelah mendengar suara mirna yang memanggil.


"Kak angel"


Seorang perempuan yang usianya lebih muda dari dirinya, yang tak lain adalah anak dari mirna dan anton, Dewi Cahya Ningrum.


"Haloo Wi, pak anton"


"Eh, ada nak angel datang"


"Nak angel membeli kebutuhan untuk panti"


"Terima kasih banyak nak"


"Sama sama pak, ya sudah sekarang kita bawa masuk ke dalam barangnya"


Mereka mengangguk,


Kemudian mereka membawa satu persatu kardus untuk di masukan ke dalam rumah sampai tidak ada lagi kardus di dalam bagasi mobil angel.


Setelahnya angel tidak langsung pulang, karena masih ada yang ingin dia bicarakan dengan mirna dan anton, selaku pengurus yayasan panti.


"Silahkan duduk nak"


Angel duduk di sofa single, sama halnya dengan mirna dan anton.


"Dewi, tolong buatkan minuman dan cemilan untuk nak angel"


"Iya bu"


Kemudian dewi pergi menuju dapur, membuat minuman dan cemilan untuk menjamu angel. Tak lama kembali dengan nampan yang berisi minuman dan makanan.


Meletakannya di atas meja,


"Silahkan kak angel"


"Terima kasih Wi"


"Iya kak, dewi pamit kembali ke dapur, mau membereskan semua barangnya"


Mereka mengangguk,


Kemudian dewi pergi dari hadapan mereka, kembali ke dapur sambil membawa nampan kosong. Setelahnya angel langsung terus terang perihal dia datang ke sini.


"Seperti yang di bicarakan tempo lalu, saya akan mulai pembangunan besok, semua bahan akan datang sekarang.


Besok saya menyuruh orangku untuk mengawasi masa pembangunan sampai selesai. Dia yang nanti akan melapor semuanya.


"Baik nak angel, kami mengerti"


Angel menyodorkan amplop coklat yang berisi uang pada mereka, setelah dia mengambilnya dari dalam tasnya.


"Ini uang untuk menjamu para pekerja bangunan, jika kurang, katakan pada orangku, nanti dia yang akan bilang pada saya"


Mereka mengangguk,


"Kemana semua anak anak, kenapa tidak terlihat?"


"Mereka sedang bermain di halaman belakang"


"Apa saya boleh melihat mereka?"


"Boleh nak"


Kemudian mirna mengajak angel menuju ke halaman belakang, di mana anak anak berada. Dan anton, pergi ke kamar untuk menyimpan uang yang di berikan angel.


**


2 minggu kemudian,


Mereka berjalan menuju kelasnya, hampir setiap hari angel mendapat sapaan dari mahasiswa.


Imel menatap heran juga kagum.


"Wah,, kamu benar benar jadi Queen kampus"


"Queen kampus?"


Imel mengangguk,


"Kamu ada ada saja" ucap angel sambil menggelengkan kepalanya.


Tiba tiba dari arah depan dengan jarak beberapa meter dari mereka, terdengar suara yang tidak asing dan sudah beberapa hari tidak di dengar.


Siapa lagi kalau bukan naura,


"Theo tunggu"


Tapi pria yang sedang di panggil namanya tidak merespon, sengaja mengabaikannya, bahkan tidak menoleh ke belakang.


Theo terus berjalan.


"Sial, kenapa dia muncul lagi, sudah enak enak beberapa hari tidak menganggunya, kenapa begini lagi" batin theo.


Theo merasa kesal, risih, marah dan pandangannya melihat ke arah depan, di mana angel dan imel sedang berjalan beberapa meter dari hadapannya.


"Angel" batin theo.


Theo terus menatap ke arah angel sampai jarak di antara mereka semakin dekat.


"Wah, sudah beberapa hari tidak melihat dan mendengar suaranya, akhirnya lebah berisik jelek muncul lagi" ejek imel.


Angel tersenyum mendengar ejekan imel pada naura.


"Dia kembali mengejar cintanya, walau sudah di tolak beberapa kali. Sungguh kasihan. Tapi apa dia tidak malu, di mana harga dirinya sebagai perempuan.


Masa iya perempuan yang mengejar pria, harusnya pria yang mengejar perempuan, bukan malah sebaliknya" ucap imel.


"Sudahlah, bukan urusan kita. Biarlah dia melakukan apa yang di inginkannya"


"Tapi aku merasa kasihan pada theo. Gara gara dia, theo pasti merasa risih, kesal, marah, Karena di ganggu terus terusan"


"Tapi tunggu, sepertinya theo liatin kamu terus" sambung imel.


"Mana ada"


"Beneran, walau pandangannya memang ke arah depan, tapi aku rasa dia sedang melihat ke arahmu"


"Jangan ngaco"


Angel menarik tangan imel, mereka saling melewati tanpa menyapa satu sama lain. Imel tersenyum pada theo, tapi tidak pada naura. Ogah sekali kalau imel tersenyum pada naura.


Sama halnya dengan theo, sedangkan angel hanya diam dengan pandangan lurus ke depan tanpa melirik.


Sekarang angel dan imel sudah masuk ke dalam kelas, berjalan menuju kursi masing masing. Di atas meja milik angel ternyata ada coklat dan setangkai bunga mawar.


"Widih, ada kiriman paket nih"


Imel langsung mengambilnya, sedangkan angel langsung duduk tanpa memperdulikannya.


"Tidak ada nama pengirimnya" ucap imel setelah melihatnya.


"Siapa pria yang mengirim coklat dan bunga untukmu?"


"Untuk kamu"


"Serius, tapi inikan buat kamu"


"Tidak apa apa"


"Beneran?"


Angel mengangguk,


Imel langsung membuka coklat di tangannya, sedangkan bunganya di letakan di atas mejanya. Imel memakan coklatnya.


"Mau?" Tawar imel.


Angel menggeleng dan malah membuka bukunya.


Bersambung...


Jangan lupa like, komen dan vote🙏