
Senin,
Di mana angel kembali beraktivitas kuliah, sekarang dia sedang berjalan di koridor, sesekali membalas sapaan dari anak anak kampus. Walau tidak mengenalnya.
"Ngel, angel" teriak imel.
Membuat angel yang mendengarnya menoleh ke arah belakang di mana imel sedang berlari ke arahnya.
"Hutf,,, lumayan olahraga pagi" imbuh imel dengan napas ngos ngosan dan sudah di samping angel.
"Kenapa kamu lari?"
"Aku mengejarmu dari gerbang, tapi kamu terlalu cepat berjalan dan tidak mendengar panggilanku. Makanya aku lari"
"Mau aku belikan minum?"
"Tidak usah, lebih baik kita jalan"
Mereka berjalan beriringan, tak lupa sepanjang jalan mereka menjadi tatapan dan pembicaraan orang orang.
"Apa kamu sudah dengar bahwa akan ada mahasiswi baru lagi?"
Angel menggeleng,
"Apa kamu tidak melihat chat grup kampus/kelas?"
Angel kembali menggeleng,
"Memangnya kenapa dengan mahasiswi baru itu?"
"Bukan apa apa sih, tidak penting juga"
Tiba tiba dari arah berlawanan muncul sosok 2 laki laki dan 1 perempuan sedang berjalan ke arah mereka. Siapa lagi kalau bukan theo dan bara, juga perempuan asing di sampingnya.
Orang orang di sekitar mulai berbisik, membicarakan.
"Mahasiswi baru lagi"
"Tapi terlihat sombong"
"Lihat saja gayanya"
"Bukankah itu Naura Marissa"
"Kamu mengenalnya"
"Aku pernah satu sekolah saat SMA dengannya dan 2 idola kampus itu, dia suka membully terutama pada perempuan yang suka dengan theo"
"Sepertinya, ke depannya akan muncul beberapa masalah"
"Kampus kita bakal gak aman, mulai sekarang"
Mereka semua mengangguk setuju.
Mereka malah membicarakan kejelekkan naura yang mungkin ada yang kenal ataupun tidak. Tapi mereka semua bisa melihat dan menebak dari sikap mahasiswi baru tersebut.
Naura Marissa
Gadis manja, sombong dan seenak saja dalam hal apapun. Orang tuannya selalu menuruti semua keinginannya dan cukup berpengaruh di negara, tapi tidak terlalu.
Bisa di katakan bahwa perusahaannya dalam urutan 10, jika di lihat dari lingkup peringkat dunia bisnis. Sedangkan urutan 1 oleh perusahaan orang tua theo.
Sekitar 3 hari yang lalu naura sudah datang bersama orang tuanya, mereka tinggal di rumah sebelumnya.
"Theo tunggu"
Naura berlari mengejar theo dan bara yang lebih dulu berjalan. Mereka tidak peduli dengan naura yang mengejarnya.
"Baru datang, sudah buat kesal saja"
"Menyebalkan"
"Awas saja, akan aku beri pelajaran padanya"
Mereka di buat kesal, jengkel, marah oleh sikap naura. Padahal masih hari pertama, lalu bagaimana hari hari selanjutnya.
"Nah, itu mahasiswi barunya. Lihat gayanya, sombong sekali"
"Sepertinya kamu mengenalnya"
"Aku pernah satu sekolah dengan mereka sebelumnya. Jadi lumayan tahu, apalagi perempuan itu"
"Kenapa?"
"Cih, dia sombong, selalu merendahkan orang lain, membully, suka cari gara gara, pokoknya masih banyak lagi hal buruk tentangnya"
Angel mengangguk mengerti.
"Kenapa lagi tuh perempuan pindah segala, sudah enak dia pergi jauh, malah datang kembali. Pasti ini kampus bakal ramai tiap hari, gara gara dia terus cari masalah"
"Jangan bilang sembarangan, barang kali saja dia sudah berubah. Tidak seperti dulu lagi"
"Berubah? Hahahaa,,, yang ada dia malah menjadi jadi"
Angel menggeleng geleng kepala melihat imel yang seperti mempunyai dendam pada perempuan yang di panggil naura itu.
Jarak mereka mulai dekat, hingga akhirnya mereka berhadapan satu sama lain dan saling melewati begitu saja tanpa terpengaruh oleh situasi yang sedang terjadi.
Angel, imel padangan mereka fokus ke depan. Berbeda dengan theo dan bara menoleh ke samping di mana angel, imel lewat begitu saja di samping mereka.
"Wih, tuh perempuan cantik main nyelonong aja"
"Sepertinya tidak terpengaruh oleh pesona kita, yang tampan ini" sambung bara.
"Dia berbeda"
"Jadi makin penasaran"
"Tapi, wangi sekali aromanya. Dia pakai parfum apa ya?"
"Segar sekali, coba hirup aromanya masih ada, padahal orangnya sudah jauh"
"Jangan aneh aneh"
"Tidak"
Mereka membicarakan angel, setelah jarak mereka cukup jauh.
Siang hari,
Cafetaria,
Angel, imel sedang menyantap & menikmati makanan masing masing, sesekali mengobrol.
Angel terus melihat ponselnya untuk melihat pesan masuk, Semalam dia menghubungi sahabat yang di inggris. Mereka berbincang selama 3 jam, berbicara kegiatan masing masing.
Sahabatnya bilang, bahwa mereka akan pergi ke sini untuk menemuinya, melepas rindu padanya setelah beberapa waktu tidak bertemu. Mereka akan pergi saat liburan.
"Dari tadi kamu terus melihat ponselmu, ada apa?"
"Aku sedang menunggu pesan"
"Pesan? Dari siapa?"
"Sahabatku"
"Bagaimana sahabatmu di sana?"
"Aku punya 3 sahabat, 2 perempuan 1 laki laki. Mereka sudah aku anggap saudara, kita sangat dekat, apalagi keluarganya"
"Kelihatannya sangat seru"
"Aku selalu di buat ketawa oleh mereka saat berkumpul, tingkah konyol mereka, pokoknya sangat seru deh. Nanti aku kenalkan padamu saat mereka ke sini"
"Benarkah?"
Angel mengangguk
"Senangnya, aku jadi tidak sabar bertemu mereka. Kapan mereka ke sini?"
"Saat liburan nanti"
Imel sangat gembira saat angel akan mengenalkan sahabatnya padanya. Saat pertama kenalan dengan angel, imel merasa bahwa sifat & sikap yang di miliki angel memang bagus.
Itu yang membuat imel beruntung bisa berteman dengan angel, sampai bisa mengenal orang tuanya. Walau pun imel belum pernah bertemu dengan Daddynya angel.
"Hallo"
Sapa seseorang yang tiba tiba datang dan sudah berada di depan angel juga imel. Membuat mereka mendongkak ke depan untuk melihat. Siapa lagi kalau bukan theo dan bara.
Imel balas menyapa, sedangkan angel hanya diam.
"Boleh kita duduk di sini?"
Imel melihat ke samping, di mana angel berada untuk meminta pendapatnya, tapi yang ada angel malah diam.
"Ahh,, Ehm,, boleh silahkan"
"Terima kasih"
Imel mengangguk, lalu kedua laki laki tersebut duduk menghadap angel dan imel, saling berhadapan.
Mahasiswa/i yang berada di kantin mulai membicarakan mereka, di mana kedua cantik itu di hampiri oleh idola kampus.
"Sebelumnya kita sudah pernah satu sekolahkan dan namamu imel"
Imel mengangguk,
"Nama kamu pasti angel"
Imel mencolek paha angel yang masih tetap diam dan fokus dengan makanannya untuk berhenti sebentar.
"Supaya lebih nyaman, boleh kita kenalan dulu. Perkenalkan namaku bara" ucap bara mengulurkan tangannya pada angel.
"Angel" ucap angel membalas uluran tangan bara.
"Ini sahabatku Theo"
Kemudian mereka pun berjabat tangan.
"Kamu mahasiswi baru itukan"
Angel mengangguk,
"Bagaimana kuliah di sini?"
"Nyaman"
"Senang mendengarnya"
"Kalau boleh tahu, kenapa pindah ke sini?" sambung bara.
"Ikut orang tua, karena urusan kerjaan"
"Apa boleh,,,," Ucapan bara terhenti karena tiba tiba ponsel angel berbunyi.
"Sebentar, aku angkat telepon dulu"
Mereka mengangguk,
Angel berdiri, lalu berjalan jauh dari mereka. Supaya pembicaraannya tidak terdengar.
"Tadi kamu mau bicara apa?"
"Itu, apa aku boleh minta no. teleponnya?"
Membuat imel terkejut, sedangkan theo memnutar bola matanya bosan. Karena sudah tahu tabiat bara seperti apa dan pasti ujung ujungnya akan ke arah sana.
Bersambung...
Jangan lupa like, komen and share🙏