
Di persingkat,
Weekend/libur,
Sesuai perkataannya tempo lalu, Imel hari ini pergi ke rumah angel dan sekarang dia sedang dalam perjalanan menuju rumahnya.
Sebelumnya imel sudah meminta izin pada orang tuanya untuk pergi ke rumah temannya dan memberi kabar pada angel bahwa dirinya sedang Otw ke rumahnya.
Setelah menempuh waktu 20 menit,
Akhirnya imel sampai di depan gerbang rumah angel. Tapi dia di buat binggung, saat melihat pintu gerbang yang menjulang begitu tinggi di depan matanya.
"Apa benar ini rumahnya? Angel tidak salah kirim alamatkan?"
Tapi saat imel akan turun dari mobil, tiba tiba pintu gerbang tersebut terbuka dan seorang pria yang terlihat seperti satpam berjalan menghampiri mobilnya.
Tok,,
Tok,,
Tok,,
Ketukan kaca mobilnya terdengar dari pria yang berpakaian satpan itu dan yang mengetuk pintu kacanya, membuat imel menurunkan kaca mobilnya.
"Iya pak ada apa?"
"Non imel bukan?" Ucap Tono selaku satpam.
Imel mengangguk,
"Apa benar ini rumahnya angel?"
"Iya benar, non angel sudah berpesan jika ada mobil seperti ini dan bernama imel, di suruh masuk saja. Non angel sudah menunggu di dalam, silahkan masuk non imel"
"Iya pak, terima kasih"
"Sama sama non"
Kemudian imel melajukan mobilnya masuk ke dalam area kediaman Kim dan pintu gerbang kembali tertutup. Imel memakirkan mobilnya di halaman depan sesuai perkataan tono.
"Astaga, ini rumah atau istana? Besar sekali" gumam imel.
Imel merasa kagum saat melihat rumah angel yang begitu besar dan mewah. Lalu keluar dari mobil setelah memarkirkannya, berjalan menuju pintu utama rumah.
Angel yang berada di dalam rumah pun segera bergegas ke depan pintu utama, karena mendapat info dari tono kalau imel sudah datang.
Bertepatan dengan imel yang berdiri di depan pintu, angel pun segera membuka pintu rumahnya.
Ceklek,
Pintu terbuka,
"Imel, angel" ucap mereka bersamaan.
"Kamu sudah datang, ayo silahkan masuk"
Angel mempersilahkan imel masuk ke dalam rumahnya, setelah itu kembali menutup pintu. Mereka berjalan beriringan menuju ruang tamu.
"Angel"
"Ya imel"
"Aku kira kamu salah kirim alamat"
"Kenapa?"
"Saat aku sampai di sini, aku binggung karena melihat pintu gerbang begitu tinggi seperti dalam cerita. Apalagi saat aku melihat rumahmu yang begitu besar, mewah dan luas"
Angel tersenyum.
"Kamu tidak salah, ini memang rumah yang aku tempati bersama orang tuaku"
"Mana mommymu?"
"Ada di dapur, Sebentar aku panggilkan dulu"
Imel mengganguk, dia juga merasa gugup karena akan bertemu dengan Ibunya angel.
"Imel sudah datang Mom"
"Iya sebentar sayang"
Tak lama hanna muncul, dia berjalan menghampiri anak dan teman anaknya yang sedang duduk di ruang tamu.
"Nak imel"
"Tante"
Imel menyalami tangan hanna, saat hanna berjalan menghampiri mereka, imel tertegun karena melihat paras cantik ibunya angel di usianya yang terbilang sudah tidak muda lagi.
Tapi wajahnya seperti awet muda.
Dan juga imel merasa familiar atau tidak asing dengan wajah hanna, seperti pernah melihat, tapi imel lupa di mana dia pernah melihatnya itu.
"Cantik sekali mommynya angel" batin imel.
"Ternyata nak imel terlihat cantik"
"Terima kasih, tante juga sangat cantik kok. Pantas saja angel cantik, ternyata dari tante"
"Nak imel bisa saja, tante jadi malu di bilang cantik sama kamu"
"Serius tante, imel tidak bohong. Tante memang sangat cantik"
"Panggil Mommy, jangan tante"
Imel melihat ke arah angel, dan angel menganggukan kepala.
"Iya Mom"
"Lebih baik kita ke ruang makan, mommy sudah masak banyak untuk menyambut nak imel"
"Benarkah Mom? Imel jadi merempotkan Mommy"
"Tidak kok, malah Mommy senang"
"Mommy berterima kasih, karena nak imel sudah jadi teman anak mommy ini"
"Aku juga senang kok jadi temannya angel"
"Terima kasih ya sayang"
Imel mengangguk,
Sekarang mereka sudah ada di ruang makan, di mana berbagai macam makanan sudah tersaji di meja makan.
"Waw, banyak sekali makanannya"
"Khusus menyambut Nak imel"
"Pasti masakan Mommy sangat enak"
"Silahkan di coba"
Imel mengangguk,
Kemudian hanna mengambil piring, mengisinya dengan makanan tersebut. Dia mengambilkan untuk angel dan imel. Sedangkan dirinya nanti, bersama suaminya.
"Terima kasih Mom" ucap mereka bersamaan.
"Kalian makanlah yang banyak, nak imel jangan sungkan atau malu"
"Iya Mom"
"Mommy tidak ikut makan?"
"Nanti saja sama daddy"
"Memangnya daddy kemana?"
"Ada di ruang kerjanya"
Angel mengangguk mengerti,
Kemudian mereka mulai menyantap makanan masing masing.
"Bagaimana nak imel makananannya?"
"Sangat enak, imel pasti akan tambah beberapa kali nasi"
"Makan yang banyak"
Imel mengangguk,
30 menit kemudian,
Akhirnya mereka sudah selesai makan, lebih tepatnya adalah imel yang baru selesai makan, sedangkan angel sudah lebih dulu selesai, tapi mereka menunggu imel.
Angel hanya tambah 2 kali, sedangkan imel tambah 5 kali. Entah kenapa imel merasa belum kenyang jika belum bertambah beberapa kali.
Membuat hanna dan angel melonggo tidak percaya akan napsu makan imel yang luar biasa.
"Imel/nak imel kelaparan atau bagaimana? Sudah nambah beberapa kali, Apa perutnya tidak akan sakit makan sebanyak itu? Napsu makannya bagus sekali" batin ibu dan anak itu.
"Kamu tidak apa apa?"
"Tidak, Maaf ya ngel, Mom aku makan banyak sekali. Aku tidak tahan karena makanannya sangat enak, jadi aku kalap deh"
"Tidak apa apa"
Kemudian hanna mengajak mereka untuk pindah ke ruang TV, bersantai dan mengobrol. Setelah 1 jam mengobrol, angel mengajak imel ke kamarnya.
"Ternyata mommy mu sangat baik, apalagi asik di ajak ngobrol"
"Kamarmu bagus dan luas. Dekorasi dan hiasannya sangat cantik. Siapa yang mendesainnya?"
"Aku"
"Kamu?"
"Iya, aku sendiri yang mendesain kamarku dan mengirimkan desainku pada arsitek"
"Serius!"
Angel mengangguk,
"Wow,, hebat sekali. Sejak kapan kamu mahir?"
"Sejak kecil aku sangat suka sekali menggambar"
"Apa semua gambar lukisan di rumah ini kamu yang buat?"
Angel mengangguk,
"Aku jadi ingin sekali kamu lukis atau gambar"
"Nanti aku coba"
"Serius?"
Angel mengangguk.
3 jam kemudian,
Setelah puas bermain di rumah angel mengobrol ini dan itu, imel pun berpamitan untuk pulang karena sudah cukup lama.
"Mommy, imel pulang dulu ya"
"Iya sayang, sering seringlah main ke sini"
"Siap Mommy, salam buat Om dari imel"
"Nanti Mommy sampaikan salammu"
"Mom, angel antar imel ke depan dulu"
"Iya honey"
Kemudian imel menyalami tangan hanna sebelum pergi. Mereka berjalan menuju pintu utama, di mana angel mengantar imel ke depan rumah.
"Aku pulang dulu ngel"
"Hati hati"
Imel mengangguk, lalu masuk ke mobil dan melajukan mobilnya menuju gerbang yang terbuka oleh tono selaku satpam.
"Mari pak"
"Iya non imel"
Imel pun pergi dari rumah angel.
Bersambung...
Jangan lupa like, komen and share🙏