My Angel My Love

My Angel My Love
Episode 15



Rumah sakit,


Sekarang mereka sudah ada di dalam ruangan, di mana dokter sedang memeriksa keadaan ibu mirna, perempuan yang di tabraknya dan mengobati lukanya.


"Bagaimana dok? Apa ada luka yang serius selain luka di tangannya?"


"Tidak ada, tapi mungkin bagian tubuh (yang di tabrak) memar dan pasti tubuh akan merasa sakit, tapi tidak usah khawatir. Saya akan resepkan obatnya"


"Baik dokter"


"Ini resep obatnya, nona bisa menebusnya ke bagian pengambilan obat dan bagian administrasi untuk pembayaran"


"Baik dokter, terima kasih"


"Sama sama, saya permisi dulu ibu, nona"


Mereka mengangguk,


Kemudian dokter pergi dari ruang pemeriksaan, di ikuti mereka untuk pergi ke tempat obat dan tempat pembayaran. Tidak lupa angel membantu memeganggi mirna berjalan.


20 menit kemudian,


Setelah selesai menebus obat dan melakukan pembayaran, mereka pergi keluar dari rumah sakit menuju tempat parkir, di mana mobil angel berada.


"Ibu tinggal di mana? Biar saya antar ibu pulang"


"Saya tinggal di panti asuhan"


"Panti asuhan?"


"Iya nak, sebenarnya saya sedang mencari donatur untuk panti asuhan"


"Apa panti asuhan sedang membutuhkan dana?"


"Iya nak, semua yang menjadi donatur di panti asuhan perlahan satu persatu pergi, saya tidak tahu alasan mereka melakukan itu"


"Boleh saya lihat proposalnya"


"Silahkan nak"


Angel mengambil proposal itu dari tangan mirna, kemudian dia membuka dan membaca lembar demi lembar kertas sampai selesai.


"Saya akan jadi donatur di panti asuhan ibu"


Mirna terkejut,


"Benarkah? Nak angel serius ingin jadi donatur di panti asuhan ibu?"


"Saya serius, saya tidak bercanda atau pun berbohong"


"Syukurlah, ibu merasa senang. Terima kasih nak angel" ucap mirna lega.


Angel mengangguk,


Akhirnya setelah beberapa hari mencari orang ke sana kemari untuk jadi donatur panti asuhannya, dia dapatkan, yang tak lain adalah orang yang menanbraknya.


Musibah mendapat berkah,


Mirna sangat bersyukur, akhirnya tuhan mengirimkan malaikat untuk membantu perekonomian panti asuhannya.


"Kita bicarakan ini di tempat ibu, supaya lebih jelas dan nak angel bisa melihat bagaimana kondisi panti asuhannya"


Angel mengangguk,


Kemudian mereka masuk ke dalam mobil, angel melajukan mobilnya pergi dari rumah sakit menuju panti asuhan.


**


Malam hari,


Kediaman Kim,


Angel dan kedua orang tuanya sedang melangsungkan makan malam bersama, mereka menyantap makanan masing masing.


"Daddy, Mommy"


"Ya honey" ucap mereka.


"Ada yang ingin angel bicarakan dengan kalian"


"Apa honey?"


"Nanti setelah selesai makan"


Mereka mengangguk,


Tak berapa lama kemudian, mereka selesai makan malam dan bergegas pergi ke ruang TV untuk mengobrol.


"Apa yang ingin kamu bicarakan honey"


Mereka sudah duduk di sofa, alex dan hanna duduk bersama, sedangkan angel di sofa single yang menghadap orang tuanya.


"Begini, tadi saat perjalanan pulang angel mengalami kecelakaan kecil. Maksudnya, angel tidak sengaja menabrak orang yang hendak menyebrang"


"Lalu bagaimana keadaannya?"


"Untungnya tidak ada yang serius, hanya luka gores karena aspal dan memar di bagian tubuh yang tertabrak. Tapi angel sudah membawanya ke rumah sakit"


"Syukurlah" ucap mereka lega.


"Tapi,,," jeda angel.


"Apa honey?"


"Orang yang angel tabrak namanya mirna, seumuran dengan mommy. Sebenarnya sudah beberapa hari dia pergi ke sana kemari untuk mencari orang"


"Untuk apa?"


"Dia memiliki yayasan panti asuhan, mengelola bersama suami dan anaknya. Dia sedang mencari donatur untuk menompang panti asuhan.


Semua donatur sebelumnya satu persatu berhenti entah karena apa, sampai sekarang tidak ada lagi satu pun"


"Dia sedang butuh dana?"


"Iya daddy, maka dari itu angel mengajukan diri untuk jadi donatur di yayasannya, membantu memberikan dana. Angel sudah melihat proposalnya dan keadaan panti asuhan.


Ada 13 orang anak di sana, di antaranya 8 anak usia 8 tahun, 5 anak usia 3 tahun. Rata rata mereka sengaja di buang oleh orang tuanya"


"Selanjutnya apa?"


"Angel akan memberikan dana sebesar Rp. 6xxx.xxx sesuai kontrak yang di sepakati dan membelikan semua kebutuhan mereka untuk 3 bulan sekali.


"Pasti membutuhkan dana yang cukup besar, masukan saja yayasan panti asuhan itu di bawah naungan perusahan gruop hou"


"Baik daddy, terima kasih"


"Kami sebagai orang tua pasti akan mendukung, apalagi dalam hal positif. Jika butuh sesuatu, katakan saja, kami pasti akan membantumu, honey"


"Benar sayang"


"Terima kasih daddy mommy"


"Sama sama honey" ucap mereka.


"Siapkan saja semua berkasnya, supaya daddy bisa segera memprosesnya"


"Siap daddy"


Setelah itu angel pamitan untuk pergi ke kamarnya, meninggalkan orang tuanya yang masih ingin mengobrol.


**


Keesokan harinya,


Hari sudah siang, angel sedang berjalan bersama imel, mereka baru saja menyelesaikan jam kuliahnya.


Mereka hanya ada 3 pembelajaran,


"Kamu mau langsung pulang?"


"Tidak, mau belanja dulu"


"Aku ikut dong"


"Yakin?"


Imel mengangguk,


"Baiklah"


Mereka sudah berada di luar dan tiba tiba seseorang dari belakang mengejutkannya, yang tak lain adalah bara.


"Astagaaa"


"Kenapa kamu selalu mengejutkanku sih" sambung imel kesal.


Bara menyengir tidak berdosa,


"Kalian mau ke mana?"


"Belanja"


"Ikut dong, iyakan theo"


Theo mengangguk,


"Serius? Memangnya tidak ada kelas lagi?"


"Tidak" ucap mereka.


"Ayoo"


Kemudian mereka pergi menuju tempat parkir. Angel bersama imel, sedangkan theo bersama bara. Theo mengikuti mobil angel dari belakang.


Sebenarnya bara selalu membawa mobilnya sendiri, tapi jika sedang malas, dia pasti akan ikut pada theo, karena arah rumah mereka sama.


Tak sampai 10 menit,


Mereka sampai di tempat tujuan, memarkirkan mobil. Imel langsung melihat ke arah angel, karena tempat yang di maksud ternyata tidak sesuai dengan apa yang di pikirkannya.


"Apa?"


"Kenapa ke sini?"


"Memangnya salah?"


"Tidak, aku kira ke Mall"


"Memangnya aku bilang akan ke Mall?"


Imel malah menyengir,


Mereka semua sudah turun dari mobil,


"Bukan Mall?"


"Bukan"


Kemudian mereka masuk ke dalam, angel, imel berjalan di depan. sedangkan theo, bara berjalan di belakang. Tempat yang di kunjungi adalah swalayan terbesar di kota ini.


"Mau beli apa?"


"Yang ada di sini"


"Iya aku tahu, tapi apa? Di sini banyak"


Angel tidak menjawab, dia malah bertanya pada kedua idola kampus.


"Kalian bisa membantuku?"


"Bisa"


"Apa yang bisa kita bantu?"


"Bisa bawa troli masing masing 1? Aku sama imel berdua"


"Bisa" ucap mereka.


Kemudian kedua pria itu menuruti perkataan yang di lontarkan angel, mengambil troli. Sama halnya dengan angel dan imel.


"Kalian ikutin kita"


Mereka mengangguk,


Sesuai pembicaraan kemarin antara angel, mirna, serta suaminya, selaku pengurus panti asuhan yang akan jadi tempat dirinya sebagai donatur.


Bersambung...


Jangan lupa like, komen dan vote🙏