
Restoran,
Angel langsung masuk ke dalam restoran dan sudah di sambut oleh Seto-manager, selaku penanggung jawab.
"Selamat datang nona kim"
Angel mengangguk.
Angel sebenarnya mempunyai 2 nama yaitu inggris & korea. Nama koreanya adalah Kim Kyung Mi. Tapi angel lebih suka memakai nama inggrisnya, ketimbang nama koreanya.
Karena nama koreanya hanya di gunakan saat angel melakukan tugas, seperti bekerja, bertemu klien yang berhubungan dengan Nama besar daddy & keluarganya.
Makanya banyak orang yang tahu bahwa anak dari Alexander Hou bernama Kim Kyung Mi, bukan Angel Igrissy Hou.
Dan angel pun akan memakai masker saat menggunakan nama koreanya untuk menutupi wajahnya, supaya tidak terlihat dan orang tahu.
"Sebelumnya tuan sudah memberitahu, bahwa nona akan ke sini untuk mengecek laporan keuangan bulan lalu. Saya sudah menyiapkannya. Silahkan nona, ini datanya"
"Terima kasih"
"Saya permisi nona, barang kali nona butuh sesuatu bisa panggil saya"
Angel mengangguk.
Seto keluar ruangan, angel mulai mengecek data tersebut dengan teliti, supaya tidak ada yang terlewat satu pun.
**
Sementara theo yang baru sampai di rumah, matanya menatap sebuah mobil yang tidak asing terparkir di halamannya. Siapa lagi jika bukan naura.
Dengan langkah panjangnya theo berjalan masuk dan benar saja bahwa naura sedang ada di dalam rumahnya, bersama mamanya.
"Sayang sudah pulang?"
Saat sarah melihat anaknya datang.
"Iya Ma"
Naura langsung menoleh dan tersenyum, saat melihat theo.
"Theo, kamu dari mana saja? Aku sudah menunggu lama"
"Kantor"
Theo tadi tidak langsung pulang ke rumah, melainkan mampir dulu sebentar ke kantor, menemui papanya.
"Pantas,,, apa kamu sudah mulai bekerja di kantor?"
"Ma, aku pergi ke kamar dulu"
Theo tidak menjawab pertanyaan naura, malah meminta izin pada sarah untuk pergi ke kamarnya. Membuat naura kesal, karena theo menghindarinya.
"Baiklah"
Theo berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya. Sementara naura hanya menatapnya, karena tidak mungkin dirinya mengejar theo ke kamar.
"Maaf ya naura, mungkin theo sedang capek. Makanya sikapnya seperti itu"
"Iya tan, tidak apa apa kok. Ya sudah, naura pamit pulang dulu. Salam buat Om"
"Iya, kamu hati hati di jalan ya naura"
Naura mengangguk, lalu berjalan keluar dari rumah tersebut, menuju mobilnya dan pergi.
Di dalam kamar,
Theo menyenderkan kepalanya pada tepi sofa. Rasanya hari ini cukup lelah, padahal dirinya tidak melakukan hal seperti sebelum sebelumnya.
"Kamu pasti lelah ya sayang"
Theo langsung memperbaiki posisinya menjadi duduk tegak, saat mendengar suara mamanya yang berada di kamarnya.
"Lumayan Ma"
"Naura sudah pulang, dari tadi dia menunggu kamu, tapi malah kamu tinggal. Mama lihat, naura menyukaimu. Kalian juga sudah berteman lama"
"Theo hanya menganggapnya teman, tidak lebih. Mama jugakan tahu sendiri"
"Iya sayang, tapi pesan mama kamu jangan memberinya harapan palsu untuk naura, kasihan. Jika seperti itu, lebih baik kamu bicara padanya, katakan padanya bahwa kamu hanya menganggapnya teman, tidak lebih. Supaya dia tidak terlalu berharap dan menunggu kepastian kamu"
"Iya Ma, nanti theo bicara padanya"
"Ya sudah kamu mandi dan istirahat. Nanti mama panggil saat makan"
Theo mengangguk,
Sarah keluar dari kamar anaknya.
Malam hari,
Angel dan kedua orang tuanya sedang menikmati makan malam bersama.
"Ohya dad, soal laporan data keuangan restoran bulan lalu, angel sudah cek"
"Bagaimana?"
"Seperti yang selalu daddy harapkan, bagus. Apalagi keuntungannya lebih besar dari bulan bulan sebelumnya. Setiap bulan hasilnya selalu meningkat pesat"
"Lalu?"
"Tidak perlu, daddy yakin dengan kemampuanmu honey"
Angel tersenyum
"Makanya daddy selalu menyerahkan tiap urusan bisnis padamu, karena suatu hari kamu yang akan meneruskan semua aset perusahaan dan lainnya. Karena kamu satu satunya pewaris daddy"
"Iya daddy"
"Besok daddy harus keluar kota, ada urusan bisnis. Jadi, daddy ingin besok kamu menggantikan daddy untuk meeting dan bertemu klien. Nanti sekertaris daddy yang akan memberitahunya"
"Baik dad, apa mommy juga ikut?"
"Iya honey, mommy harus nemenin daddy. Kamu tidak apa apakan mommy tinggal"
"Tidak apa apa, kan di rumah juga ada bi surti dan yang lain. Angel tidak sendiri"
"Mungkin daddy sama mommy akan menginap semalam"
Angel mengangguk,
"Besok kliennya dari perusahaan mana dad?"
"Perusahaan Vander"
Angel mengangguk mengerti.
Mereka menyantap makanan dengan nikmat dan di iringi dengan obrolan kecil, sesekali bercanda dan tertawa.
**
Keesokan harinya
Seperti biasa, angel berpenampilan cantik. Hari ini dirinya tidak masuk kuliah, izin karena ada urusan. Juga orang tuanya sudah berangkat lebih dulu darinya.
Angel di antar oleh pak joko ke kantor.
"Sudah sampai non"
"Terima kasih pak, nanti angel hubungi apabila urusannya sudah selesai"
"Baik non"
Lalu angel keluar dari mobil, tak lupa masker yang di pakainya. Berjalan masuk ke dalam perusahaan daddynya.
Sepanjang jalan, karyawan/i menatap ke arahnya, merasa binggung dan penasaran dengan sosok perempuan yang berjalan dengan wajah di tutupi masker.
Karena baru pertama kali angel menginjakkan kakinya di sini, perusahaan daddynya. Makanya membuat orang orang di perusahaan penasaran.
Saat sampai di meja recepsionis, ternyata sekertaris daddynya sudah datang dan menyambutnya.
"Selamat datang nona kim" ucap seseorang.
Angel mengangguk
"Saya Jolly, sekertaris tuan Alex. Tuan alex sebelumnya sudah memberitahu saya, bahwa nona yang akan menggantinya. Mari saya antar ke ruang meeting, semuanya sudah menunggu nona"
"Baik"
Jolly mempersilahkan nonanya jalan terlebih dulu, sambil menunjukkan jalan menuju ruang meeting. Setelah sampai, jolly membuka pintu untuk angel masuk.
"Silahkan nona"
Angel masuk ke dalam, di ikuti jolly di belakang. Semua orang yang berada di dalam langsung bangun dan memberinya hormat saat melihatnya.
Angel juga merupakan salah satu pemegang saham di perusahaan ini, dan setiap perusahaan daddynya. Setiap perusahaan, angel mempunyai saham sebesar 30%.
Sedangkan daddynya 40% dan Mommynya 10%. Makanya dirinya adalah pemegang saham terbesar kedua, setelah daddynya.
"Selamat pagi semuanya"
"Pagi"
"Perkenalkan ini nona kim, anak dari tuan alex"
"Hallo semua, saya Kim Kyung Mi. Di sini saya yang akan menggantikan tuan alex meeting, seperti yang sudah di beritahu sebelumnya"
Semua mengangguk mengerti
"Sebelumnya saya minta maaf karena menutup wajah saya dengan masker, semoga kalian semua tidak keberatan"
Mereka menggeleng,
Karena bagaimana pun mereka tidak bisa membantah, mereka tahu bahwa angel adalah pemegang saha terbesar kedua, sekaligus anak dari direktur utama.
"Kita langsung mulai saja meetingnya"
"Baik"
Angel duduk di kursi kebersaran daddynya yang berada di tengah tengah. Meeting pun di mulai, angel mendengar setiap pembicaraan, sesekali ikut menimpalnya.
Jolly sekertarisnya, mencatat poin poin penting dari hasil pembicaraan mereka semua.
Bersambung...
Jangan lupa like, komen dan vote😊