
"Sudah, sekarang jangan di pikirkan. Toh kamu juga sudah menolaknya"
"Aku tahu"
"Ohya, saat cerita kamu bilang katanya ada seseorang yang kamu sukai dan cintai, siapa?"
"Untuk itu, aku tidak akan memberitahumu. Belum waktunya"
"Ayolah, kamu jangan main rahasia sama aku"
"Ayo katakan siapa? Apa aku mengenalnya?" sambung bara.
"Tidak tahu"
"Kamu, tidak asik"
Theo mengedikkan bahunya, tidak peduli dengan ucapan bara yang begitu penasaran dengan perempuan yang di sukai dan cintainya.
**
Kediaman Kim,
Seperti biasa imel sekarang sedang main ke rumah angel setelah pulang kuliah.
"Sini, duduk yang tenang dan jangan banyak bergerak sedikit pun"
"Ada apa?"
"Aku mau melukismu, sesuai perkataanku waktu itu"
"Serius? Baiklah, lukis yang bagus"
Angel mengambil semua alat lukis dan tanpa buang waktu, mulai menggoreskan kuas ke dalam kanvas dengan cat warna yang dia sesuaikan dengan objeknya.
20 menit kemudian,
"Bagaimana? Apa sudah selesai?" Tanya imel dengan tubuh kakunya.
"Sebentar,,, Nah, sudah selesai"
"Akhirnya, aku merasa pegal harus diam seperti patung. Ternyata tidak enak juga jadi objek lukis seperti ini"
Angel tersenyum,
Dia mengambil lukisan imel dan menyerahkan pada orangnya untuk memperlihatkan bagaimana hasilnya.
"Ini lukisanmu mel"
"Wow,,, ini beneran aku. Astaga, bagus sekali. Ini terlihat seperti asli dan bukan seperti lukisan. Kamu sangat mahir. Aku suka sekali, terima kasih" ujar imel senang.
"Jaga baik baik, aku sudah susah payah membuat lukisanmu"
"Aku pasti akan menjaganya, apalagi ini buatanmu. Aku akan memajangnya di kamar. Apa itu tanda tanganmu?"
"Anggap saja iya"
"Kamu jadi terlihat seperti pelukis terkenal"
"Suatu hari aku akan mengajakmu ke tempat galeriku"
"Kamu punya galeri sendiri?"
Angel tersenyum misterius, membuat Imel jadi penasaran akan ucapan temannya. Karena angel tidak memberitahunya.
"Tapi,,, ini tidak di pugut biayakan?"
"Gratisssss"
Mereka tertawa bersama.
Setelah cukup lama berada di rumah angel, imel pun berpamitan untuk pulang sambil membawa lukisan dirinya.
"Tadi yang di bawa imel itu lukisan honey?"
"Iya Mom, waktu imel tahu bahwa aku bisa melukis, Dia minta di lukis. Jadi angel lukis sekarang"
"Pantas dia terlihat senang"
"Apa hari ini daddy lembur?"
"Iya daddy lembur honey"
"Angel kembali ke kamar dulu, mau membereskan bekas lukis tadi"
Setelah itu, angel pergi ke lantai atas di mana kamarnya berada.
Di tempat lain,
Rumah Naura,
Sejak penolakan theo tentang perjodohan itu, naura mengurung di dalam kamarnya setelah pulang kuliah dan tidak mau makan sedikit pun. Membuat orang tuanya khawatir.
"Sayang, buka pintunya. Mami bawakan makanan kesukaanmu, kamu harus makan"
"Tidak Mi, Naura tidak mau" teriak naura.
"Kamu sudah beberapa hari belum makan. Nanti kamu jatuh sakit, jangan buat Mami sama Papi khawatir"
"Tidak, Hiks,, Hiks,, Naura tidak mau makan, Hiks,, Hiks,,, Naura cuma ingin theo"
Rani merasa kasihan pada putri semata wayangnya, akibat waktu itu anaknya terlihat berbeda, mengurung di kamar, tidak mau makan, selalu menangis.
Sebagai Ibu, rani sangat khawatir pada putrinya, dia takut naura jatuh sakit dan kenapa kenapa. Sudah rani bujuk setiap waktu, tapi masih tetap seperti itu.
"Nanti Mami bicara lagi dengan tante sarah tentang perjodohan itu. Jadi, sekarang kamu makan ya sayang"
"Beneran Mi"
"Iya sayang, Mami janji, Mami akan lakukan supaya kamu bisa dengan theo. Sekarang buka pintunya"
Mendengar itu naura pun akhirnya membuka pintu kamarnya dan rani bisa melihat mata sembab putrinya, akibat sering menangis.
Naura mengangguk dan menurut, Rani menyuapinya dengan telaten, hingga nasi berserta lauk pauknya habis.
"Sudah habis, sekarang kamu istirahat. Jangan menangis lagi, nanti putri Mami terlihat jelek jika terus menangis" candanya.
"Iya Mih Tapi Mami janjikan soal tadi"
"Iya sayang, kamu tenang saja. Percaya pada Mami"
Naura mengangguk, setelah membantu anaknya berbaring di kasur, rani pun keluar sambil membawa bekas makan tadi.
Setelah itu, rani pergi keluar rumah dengan supir yang mengantarnya, dia pergi ke perusahaan suaminya, untuk kembali membicarakan tentang perjodohan itu.
20 menit kemudian,
Mobil yang membawanya sampai di gedung perusahaan jujun, rani langsung bergegas masuk ke dalam menuju ruangan suaminya.
Tok,,,
Tok,,,
Tok,,,
"Masuk" suara dari dalam.
Rani membuka pintu dan masuk ke dalam, dia melihat suaminya sedang memeriksa dokumen.
"Mami, kenapa tidak bilang kalau mau ke sini"
Jujun ketika melihat istrinya yang masuk ke dalam ruangannya.
"Ada apa? Apa masalah naura lagi?"
"Iya, Mami tidak tega melihat naura seperti itu. Hampir tiap hari sejak penolakan theo, naura mengurung di kamar, menangis dan tidak mau makan"
"Mau gimana lagi, theo sudah menolaknya dan itu haknya. Kita tidak bisa memaksanya untuk menerima perjodohan itu"
"Tapi,,, Kita coba bicara lagi dengan mereka. Siapa tahu berubah pikiran. Ya Pi, please. Ini demi putri semata wayang kita"
Jujun menghelas nafas,
"Baiklah, nanti kita coba bicarakan lagi dengan mereka"
"Terima kasih Pi"
Jujun mengangguk,
"Mami akan temani Papi di sini sampai selesai, kita pulang bersama nanti"
"Memangnya Mami tidak bosan terus menunggu Papi hingga selesai?"
"Tidak, Saat masih muda juga, Mami selalu menunggu Papi seperti ini. Jadi, sudah terbiasa"
Jujun tersenyum mendengar ucapan rani, dia jadi teringat kembali pada jaman saat dirinya masih muda, di mana sang istri menunggunya kerja seperti ini.
**
Malam hari,
Kediaman Kim,
Angel dan hanna sedang berada di ruang makan. Mereka masih menunggu kedatangan alex yang masih di jalan.
15 menit kemudian,
Suara langkah dari sepatu terdengar di telinga mereka hingga langsung melihat ke arah tersebut, dan di sana alex berjalan menghampiri istri dan anaknya.
"Daddy"
Angel langsung berlari menuju alex dan memeluknya, entan kenapa tiba tiba angel ingin memeluknya seperti ini.
"Honey, daddy tidak bisa bernafas"
"Sorry daddy"
Angel melepas pelukannya.
"Its Oke Honey" ucap alex mengelus kepala angel lembut.
"Sepertinya, kamu sangat merindukan Daddy honey"
"Tentu saja"
Hanna menghampiri suami dan anaknya, Alex langsung mendaratkan ciuman di kening hanna, kemudian hanna mengambil tas dan jas suaminya.
"Kenapa akhir akhir ini daddy lembur terus? Apa pekerjaannya banyak sekali?"
"Ya honey"
"Tapi semuanya baik baik sajakan dad?"
"Semuanya baik baik saja dan tidak ada masalah"
"Syukurlah"
"Daddy ke kamar dulu ya, setelah itu kita makan bersama, sekalian ada yang ingin daddy bicarakan sama kamu, honey"
"Iya Dad"
"Bentar ya sayang, Mommy bantu daddy dulu"
"Iya Mom"
Kemudian sepasang suami istri itu pergi ke kamar, sedangkan angel menunggu di tempat tadi saat bersama hanna. Mereka berdua sepakat untuk menunggu alex dan menahan lapar mereka supaya bisa makan malam bersama.
Bersambung...
Jangan lupa like, komen dan vote🙏