
3 jam kemudian,
Sesuai obrolan mereka di kantin beberapa jam yang lalu, sekarang akhirnya angel dan imel sudah berada di mall setelah jam kuliah selesai.
Suasana Mall sangat ramai.
Setelah sampai, mereka langsung berburu barang yang di cari, tepatnya imel karena dia yang lebih antusias sekali.
Imel mengajak angel untuk masuk dari satu toko ke toko yang lain sampai seterusnya. Setiap toko yang mereka kunjungi pasti akan membawa satu atau beberapa paper bag.
Setelah keluar dari toko yang entah ke berapa dan di tangan mereka sudah penuh dengan banyak paper bag dari berbagai toko, tepatnya adalah milik Imel.
Karena hanya ada beberapa paper bag yang milik angel dan isinya adalah peralatan melukis. Sisanya milik imel semua, angel hanya membantu membawanya.
Karena angel tidak tega kalau membiarkan Imel membawa semuanya dengan sendiri, apalagi begitu banyak sekali barang.
"Sekarang kita ke mana lagi?"
"Bagaimana kalau kita istirahat dulu, nanti di lanjut lagi"
"Boleh, tenggorokanku juga terasa kering"
"Haus, ingin minum" sambung imel.
"Ya sudah, ayo kita cari tempat"
Imel mengangguk,
Mereka sudah berkeliling hampir 3 jam untuk berburu barang yang di ingin dan di beli. Dan sekarang mereka pergi mencari restoran untuk istirahat sebentar.
Untuk makan dan minum,
Setelah beberapa menit mencari restoran, akhirnya mereka menemukan. Dan langsung masuk ke dalam, setelah berada di dalam mereka langsung duduk dan memesan pada pelayan.
Tak lama kemudian pesanan datang.
Mereka memesan beberapa seperti kentang goreng, tiramisu, sushi, sup lobster, salad buah, lemon tea, jus strawberry dan air putih.
Makanan mereka di makan bersama,
"Bagaimana rasanya?"
"Enak"
"Aku sering makan di sini dan semua menu makanan yang ada di restoran ini semuanya enak. Restoran ini sangat terkenal di sini"
Angel mengangguk mengerti.
"Coba makan sup lobsternya? Walau terlihat merah kuahnya, tapi tidak pedas"
Angel mencoba mencicipinya dulu,
"Bagaimana? Benarkan tidak pedas?"
"Iya benar"
Angel sambil menganggukan kepala, lalu kembali memakan perlahan sup lobster itu, sama halnya dengan imel.
"Serius, Ini rasanya sangat enak. Aku suka"
"Benarkah?"
Angel mengangguk.
"Syukurlah, kalau kamu suka" ucap imel lega karena makanan yang di pilihnya bisa membuat angel suka.
Mereka terus memakan makanan yang di pesan sampai tiba tiba dari arah belakang, dua orang pria muncul dan berjalan ke arah menghampiri kedua perempuan cantik itu.
"Hallooo"
Suara seseorang, membuat angel dan imel terkejut dan menoleh ke belakang untuk melihat.
"Ka... kalian"
Saat mereka sudah mengetahui siapa yang mengejutkan mereka yang sedang makan ternyata adalah Theo dan bara.
"Bukankah kalian masih ada kelas di kampus?"
Kedua pria itu mengangguk,
"Lalu kenapa kalian bisa di sini?"
"Kalian bolos ya?" tuduh imel.
"Perhatikan bicaramu nona"
"Bukan, tadi ada 2 dosen yang tidak masuk karena berhalangan dan itu di jam terakhir. Maka dari itu kita menyusul kalian ke sini, siapa tahu kalau kalian masih di sini"
"Dan ternyata benar"
"Lalu bagaimana bisa kalian tahu kalau kita ada di restoran?"
"Kita carilah ke setiap tempat"
"Bodoh!"
"Apa kamu bilang?" pekik bara.
"Bodoh, bukankah kamu punya nomor angel, kenapa tidak di hubungi"
"Aku lupa, hehehe..." bara menyengir.
Hubungan mereka sudah cukup dekat, karena setiap harinya di kampus mereka selalu bersama, walau masih ada rasa canggung di antara mereka.
"Kalian sedang makan?"
"Sudah tahu pakai nanya"
"Apa kita menganggu kalian?"
"Tidak"
"Boleh ikut gabung?"
Angel dan imel saling menatap.
"Silahkan"
"Wow, banyak sekali pesanan kalian"
Angel mengangguk,
"Kenapa belakangan ini aku jarang sekali melihat naura di sekitar kalian? Apa terjadi sesuatu? Karenakan biasanya dia selalu mengekormu kemana saja, seperti anak ayam?"
"Tidak tahu"
"Males juga kalau mak lampir ikut"
"Kalian sudah makan belum? Biar bareng dan sekalian kita pesankan"
"Kita makan ramai ramai"
"Boleh"
"Kalian pengertian sekali, kalau kita sedang lapar"
"Kalian mau makan apa? Apa mau di samakan seperti kita, biar kita tambah nanti"
"Apa saja boleh, samakan saja juga boleh, kita bisa makan apa saja kok"
"Alergi?"
"Aman"
"Baiklah, aku pesankan acak"
Kemudian imel memanggil pelayan untuk memesan tambahan makanan yang baru dan minuman yang berbeda untuk kedua pria itu.
Sambil menunggu pesanan, mereka mengobrol.
"Kalian belanja apa sampai sebanyak itu?" ucap bara melihat begitu banyak paper bag di kursi dan lantai samping mereka.
"Biasa, kebutuhan perempuan, apalagi"
"Aku tahu, tapi kenapa sebanyak ini. Apa tidak boros?"
"Biarlah, itukan tidak setiap hari. Tapi ini bukan belanjaan angel, tapi belanjaanku"
"Keren sekali"
"Kamu tidak membeli satu pun barang?"
"Beli kok, hanya beberapa saja"
"Apa itu?"
"Peralatan lukis"
"Benarkah?" ucap mereka.
Angel mengangguk, mereka tidak percaya karena menurut mereka, perempuan itu pasti akan membeli banyak barang jika sedang belanja, buktinya adalah imel.
"Aku hanya akan beli, jika memang di butuhkan"
Mereka mengangguk mengerti,
Tak berapa lama, pelayan datang sambil membawa pesanan tambahan mereka dan mereka mulai menyantap makanan tersebut.
"Bagaimana? Enak?"
"Enak sekali"
"Sebenarnya kita juga sering makan ini di sini, jadi rasanya sudah pasti tahu"
"Benarkah, tapi kenapa aku tidak melihat kalian?"
"Mungkin waktu kita yang gak tepat, makanya tidak bertemu"
"Bisa jadi"
Setelah selesai mereka pergi dari restoran, melanjutkan keliling mall, tapi tidak dengan kedua pria itu, karena mereka ada urusan, jadi mereka berpisah.
"Wah, aku tak menyangka kalau kita yang di traktir makan. Padahalkan kita yang menawari mereka makan di sini bersama kita"
"Itu namanya rezeki kita"
"Iya, aku senang banget deh, kan lumayan gratis"
Angel tersenyum,
Kemudian mereka melanjutkan kembali mencari barang buruan apalagi yang ingin di beli, mereka berkeliling lagi.
**
Perjalanan,
Langit sudah berwarna jingga, sekarang angel sedang dalam perjalanan pulang, setelah mengantar imel pulang dulu.
Brakk,,,
Suara benturan yang cukup keras dari badan depan mobil, membuat angel terkejut. Dia langsung menghentikan dan mematikan mobil secara cepat.
"Astagaaa" pekik angel.
Dari arah kiri jalan tiba tiba seorang perempuan muncul ke tengah jalan, bermaksud untuk menyebrang. Karena hal itu, membuat angel tak sengaja menabraknya.
Angel langsung keluar dari mobil, menghampiri orang yang di tabraknya, membantu dan mengecek kondisinya.
Angel memang tidak di antar lagi oleh supir, karena sudah cukup hapal jalan. Maka dari itu orang tuanya mengizinkannya untuk angel membawa mobil sendiri.
"Ibu tidak apa apa? Apakah terluka?" Tanya angel khawatir sambil membantunya bangun.
"Tidak apa apa" ringgis perempuan, menahan sakit di tangannya.
"Tangan ibu terluka, ibu harus segera ke rumah sakit untuk periksa dan di obati"
"Tidak usah, ini hanya luka gores"
"Saya ingin bertanggung jawab, jadi saya mohon ibu jangan menolak, kita ke rumah sakit sekarang"
Akhirnya perempuan itu mengangguk setelah angel berusaha membujuknya. Dia membantu memapah ke mobil, setelahnya pergi ke rumah sakit.
Bersambung...
Jangan lupa like, komen dan vote🙏