My Angel My Love

My Angel My Love
Episode 2



Cafetaria,


Di ujung ruangan, terdapat 2 pria yang sedang duduk dan mengobrol


Theo Joo Vander & Albara Mahesa.


Mereka adalah anak dari penggusaha terkenal, terhormat dan tersohor di negaranya. Selain itu juga, Mereka mahasiswa terkenal dan populer di kampus.


Mempunyai wajah tampan dan bentuk tubuh yang bagus, tak lupa di dukung juga oleh kekayaan dari keluarganya.


"Apa yang sedang mereka bicarakan?"


"Itu loh, ada mahasiswi baru"


"Pantas, semua orang ramai membicarakannya"


"Mereka bilang parasnya sangat cantik dan pak sandy sendiri yang turun langsung untuk mengantarnya ke kelas"


"Serius?"


"Iya, aku juga terkejut. Apa hubungannya pak sandy dengan mahasiswi baru itu?"


"Mungkin kerabatnya"


"Bisa jadi, bikin penasaran saja"


"Aku dengar katanya mak lampir akan kembali" sambung bara.


Theo mengangguk.


"Pantas saja orang tuaku kemarin bilang bahwa dia akan kembali ke sini bersama keluarganya. Aku pikir itu bohong, ternyata benar"


"Bikin mood hancur saja"


Bara mengangguk setuju,


"Cih, males sekali bertemu dengannya. Padahal sudah senang kalau dia pergi jauh dari sini. Iyakan?"


Theo mengangguk,


"Pasti dia akan terus cari masalah, terutama untukmu. Dia pasti akan terus terusan menganggumu seperti dulu"


"Menyebalkan"


Mereka kesal karena mendengar kabar buruk tersebut dan itu menurut mereka.


Seorang perempuan yang selalu mengganggu theo selama ini, kemana pun theo pergi pasti akan mengikutinya. Walau pun tidak theo ajak atau sudah menolaknya.


Tapi tetap saja perempuan itu memaksa.


Padahal sudah berbagai cara theo lakukan untuk menjauh, menyingkirkan dari sisinya. Yaitu dengan cara lembut atau kasar, tapi tetap saja.


Theo merasa risih, kesal, marah.


Sejak orang tua perempuan itu pindah karena urusan bisnis, mengharuskan perempuan itu pindah juga. Saat itu theo bersyukur, karena tidak ada lagi yang menganggunya.


Tapi 3 hari yang lalu, kedua orang tuanya memberitahu bahwa perempuan itu akan kembali bersama orang tuanya.


Tentu saja kabar tersebut membuat theo kembali merasakan perasaan dulu, kesal dan marah.


Siang hari,


Angel berjalan keluar kampus, setelah berpisah dengan imel, karena imel pergi ke tempat parkir. Sedangkan angel pergi ke tempat di mana joko supirnya menunggu.


"Silahkan non"


Joko membukakan pintu untuk anak majikannya dan kembali menutupnya setelah angel masuk ke dalam mobil.


"Ohya non, sekarang apa mau langsung pulang?" ucap joko setelah berada di dalam mobil, tepatnya di tempat kemudi.


"Pulang saja pak"


"Siap non"


Joko pun menyalakan mesin dan mulai menjalankan mobilnya pergi, melaju meninggalkan area kampus menuju kediaman Kim.


Sepanjang perjalanan, angel dengan setia menatap ke arah kaca mobil di sampingnya melihat jalanan atau pertokoan yang di laluinya, sekalian menghapalnya.


Karena tidak seterusnya dia akan di antar jemput oleh joko ke kampus atau tempat lainnya.


15 menit kemudian,


Kediaman Kim,


Akhirnya sampai di rumah yang besar dan mewah. Angel segara turun dari mobil, langsung berjalan masuk ke dalam rumahnya.


"Mommy"


"Ya honey"


Angel melihat hanna yang sedang duduk menonton TV. Dia tidak langsung menghampiri hanna, tetapi pergi ke dapur mengambil gelas dan menuangkan air ke dalam gelas.


Angel meminum, karena haus.


Setelah itu pergi ke tempat hanna dan duduk di sampingnya.


"Bagaimana kuliah pertamamu? Apa sudah memiliki teman?"


"Sama seperti saat aku pertama kali kuliah di inggris, cukup menyenangkan. Untuk teman, angel sudah ada, namanya imel"


"Bagaimana orangnya?"


"Yang angel rasakan sih saat bersamanya, dia terlihat baik, cantik, asik"


"Baguslah, mommy jadi tidak khawatir. Nanti ajak dia main ke rumah. Mommy ingin mengenalnya"


"Kamu sudah makan siang sayang?"


"Belum"


"Sekarang istirahat dulu, Nanti mommy panggil kalau sudah siap makanannya"


"Ok Mommy, kalau begitu angel ke kamar dulu"


Angel mengecup pipi hanna sebelum beranjak bangun. Kemudian dia pergi, berjalan menuju kamarnya yang ada di lantai atas.


Di dalam kamar,


Angel merebahkan tubuhnya di tempat tidur setelah membersihkan wajahnya.


Kamar dengan ukuran besar, di mana ada kamar mandi dan wardrobth di dalamnya, dengan bercat putih dan coklat. foto dan lukisan di pajang menghiasi dinding tersebut.


Baru beberapa hari tinggal di negara ini, angel merasa nyaman. Walau terkadang dia teringat dan rindu dengan negaranya, inggris. Apalagi sahabatnya.


"Bagaimana kabar mereka sekarang? Aku belum menghubungi mereka lagi sejak datang ke sini. Aku rindu pada mereka" lirihnya.


"Apa aku hubungi sekarang saja? Tidak, mereka pasti sedang sibuk. Lebih baik besok saja aku hubungi mereka" sambung angel.


Tanpa sadar, angel pun tertidur.


**


Di lain tempat,


Kediaman Vander,


Seorang pemuda turun dari lamborghini sesto elemento setelah memasukkannya ke dalam bagasi.


Siapa lagi kalau bukan theo,


Berjalan masuk ke dalam rumah mewah dengan 2 lantai yang nuansa klasik, membuat siapa pun yang lihat atau tinggal di sana akan merasa betah.


keluarga yang terkenal, terhormat, tersohor akan kekayaan yang di milikinya di beberapa negara. Meliputi perusahaan, hotel, villa, tempat wisata.


Sahara & Edward Vander


Edward Vander berasal dari Amerika serikat, sedangkan Sahara berasal dari indonesia. Mereka memiliki seorang putra, yang akan menjadi pewaris utama dari seluruh Perusahaan Vander Grup.


"Hallo Ma,,"


Theo melihat wanita paru baya yang masih terlihat cantik di usianya yang tak lagi muda.


"Hallo sayang, sudah pulang?"


"Sudah Ma"


"Papa masih di kantor?" sambung theo.


"Iya, papa tidak makan siang di rumah. Mungkin banyak kerjaan dan akan lembur pasti"


"Theo susul papa ke kantor nanti untuk membantu"


"Nanti mama sekalian bawa makanan untuk kalian. Biar nanti tidak usah beli dan keluar. Jika lapar, tinggal di panaskan"


"Ya sudah, sekarang kamu istirahat dulu sebelum ke kantor papa"


"Siap Ma, theo ke kamar dulu"


Sarah mengangguk,


Kemudian theo pergi meninggalkan sarah dan berjalan menaiki anak tangga satu persatu menuju kamarnya yang berada di lantai 2.


3 jam kemudian,


Sekarang theo sudah siap, dia tadi tidur 2 jam. Setelah itu bangun, kemudian keluar dari kamar. Dia turun dengan penampilan yang lebih segar dan berbeda dari sebelumnya.


Mungkin karena sudah istirahat walau pun hanya sebentar, terus mandi dan berganti pakaian.


"Sudah mau berangkat?"


"Iya Ma, mumpung masih sore"


"Tidak makan dulu?"


"Nanti saja Ma"


"Tunggu, mama ambilkan dulu makanannya"


"Iya Ma,,"


Sarah pun pergi ke dapur untuk menyiapkan semuanya, hanya tinggal di masukan ke tempat makan. Tak lama kemudian, sarah kembali dengan membawa paper bag.


Apalagi kalau bukan berisi makanan untuk suami dan anaknya.


"Ini sayang"


"Makasih Ma, theo langsung berangkat"


"Hati hati, bawa mobilnya jangan cepat"


"Siap Ma"


Kemudian theo pergi keluar dari rumah menuju mobilnya dengan membawa paper bag di tangannya.


Bersambung...


Jangan lupa like, komen, vote juga tipsnya😊 Biar semangat updatenya...


Terima kasih❤