
Malam hari,
Kediaman Kim,
Tok,,,
Tok,,,
Tok,,,
Hanna mengetuk pintu kamar anaknya.
"Sayang"
"Iya Mom sebentar"
Angel beranjak dari duduk, ketika mendengar suara ketukan pintu dan suara sang ibu di luar kamarnya.
"Mommy tunggu"
"Iya Mom"
Suara langkah kaki menjauh pun terdengar, angel langsung cepat cepat menyusul ke bawah setelah membereskan buku.
Angel sedang belajar,
Setelah tiba di ruang makan, mata angel langsung berbinar senang. karena semua makanan yang di atas meja adalah kesukaannya.
"Wow, makanan kesukaanku semua nih"
"Duduk honey"
Angel mengangguk,
Angel duduk di sebrang kiri, hanna duduk di sebrang kanan dan alex berada di tengah antara anak istrinya.
Hanna mulai mengambil piring, mengisi makanan untuk suami dan anaknya, setelah itu baru untuknya.
"Terima kasih Mom"
"Iya honey, makan yang banyak"
Angel mengangguk,
"Bagaimana kuliah pertamamu, honey?"
"Lumayan menyenangkan Dad"
"Mommy bilang, kamu sudah memiliki teman di kampus,, Namanya Imel"
"Iya daddy"
"Tapi tidak ada yang mengganggumu kan selama di kampus?"
"Tidak dad, mereka semua baik kok pada angel"
"Baguslah, daddy hanya khawatir kamu tidak suka atau tidak ada teman"
"Tenang saja daddy, angel suka kok dengan kampusnya. Angel pasti punya banyak teman seperti di inggris. Dan angel juga bisa jaga diri. Kalau ada apa apa, angel pasti langsung hubungi daddy dan mommy"
"Itu harus honey"
Kemudian mereka pun menikmati makan malam dengan lahap, apalagi angel beberapa kali tambah. Membuat alex dan hanna tersenyum.
**
Keesokkan harinya,
Kampus,
Angel sedang berjalan di koridor sambil membawa beberapa buku di tangannya. Tapi saat di belokkan, tiba tiba tubuhnya merasa terpental karena bertabrakkan dengan seseorang, membuat buku yang di pegangnya jatuh.
Bugh....
Membuat tubuhnya hampir jatuh ke lantai karena tidak seimbang, tapi untungnya tidak terjadi karena ada sebuah tangan yang menahan dan menarik.
Sehingga angel sekarang berada di pelukkan orang tersebut karena saking kencangnya orang itu menariknya.
Mereka pun langsung bertatapan satu sama lain.
Siapa lagi kalau bukan theo,
Saat itu Theo sedang tidak melihat ke arah depan, melainkan ke lapangan. Tapi Ketika di belokkan, saat itulah theo bertabrakkan dengan seseorang.
Repleknya dia langsung menarik tangan orang itu, ketika melihatnya akan jatuh. Niat hati ingin membantu supaya tidak jatuh ke lantai, tapi yang terjadi malah jatuh ke pelukkannya.
Angel langsung mendongak kepala ke atas untuk melihat, begitu juga dengan theo mendongak kepalan ke bawah.
Mereka saling bertatapan.
"Maaf,," ucap mereka bersamaan.
Kemudian mereka saling melepaskan diri dan sedikit menjauh beberapa langkah ke belakang untuk menjaga jarak.
"Apa ada yang terluka?"
"Tidak apa apa"
"Saya minta maaf, karena telah menabrakmu"
"Saya juga minta maaf"
Kemudian angel berjongkok untuk mengambil buku bukunya yang tergeletak di lantai, melihat itu theo pun membantunya.
Setelah itu mereka kembali berdiri.
"Terima kasih, saya permisi dulu"
"Iya"
Kemudian angel pergi meninggalkan theo yang sedang menatapnya sampai tak terlihat lagi di pandangannya.
"Dia? Apa dia mahasiswi baru yang di maksud mereka? Kalau benar, ternyata memang sangat cantik" gumam theo.
Theo merasa kagum akan paras cantik wajah yang di miliki angel, apalagi perpaduan dari korea dan inggris. Ternyata benar apa yang di katakan mereka tentang mahasiswi baru itu.
Sangat cantik,
Membuat theo tanpa sadar terus tersenyum ketika mengingat kembali kejadian yang baru saja menimpanya.
Dia merasa senang.
Sampai kembali berjalan melangkah pun, theo masih terus tersenyum seperti orang bodoh, menurut bara jika melihatnya.
Di kelas,
Angel sudah berada di dalam kelas, semua orang sudah duduk manis di tempat masing masing sambil menunggu dosen datang, termasuk angel dan imel.
Sedari tadi angel terus memikirkan kejadian yang menimpanya beberapa menit yang lalu, sebelum masuk ke kelasnya.
Kejadian itu terus berputar di otaknya,
"Siapa laki laki itu? Wajahnya terlihat sangat tampan" batin angel.
"Apa apaan kamu angel, kenapa malah memikirkan pria itu terus. Buang jauh jauh pikiranmu itu, Kamu harus fokus kuliah" sambung angel tapi masih dalam hatinya.
Imel menggerutkan kening, dia merasa binggung ketika melihat sikap aneh angel yang tidak seperti biasanya.
"Apa yang sedang dia pikirkan?" batin imel.
Karena penasaran, imel pun langsung bertanya pada imel.
"Ada apa denganmu?"
"Aku? Memangnya aku Kenapa?"
"kamu tidak seperti biasanya. Apa ada masalah atau sesuatu, kamu bisa cerita padaku?"
"Tidak, bukan apa apa"
"Serius"
Angel mengangguk,
"Baiklah kalau begitu"
Tak lama kemudian, dosen pun datang. Mr. jordy yang masuk ke dalam kelas dan memulai pembelajaran.
3 jam setengah kemudian,
Akhirnya 2 mata kuliah selesai, semua orang berhamburan keluar kelas menuju kanti, karena perut mereka sudah keroncongan, begitu juga dengan angel dan imel.
Hari sudah siang,
Waktunya jam makan siang. Tinggal 1 mata kuliah lagi untuk angel dan imel. Tapi sebelum itu, mereka harus mengisi perut dulu sebelum melanjutkan mata kuliah lagi.
Cafetaria,
Di mana tempat orang orang mengisi perut mereka karena lapar atau hanya sekedar untuk berkumpul bersama teman.
WKU, sudah menyediakan makanan untuk semua mahasiswa/i, dosen dan lainnya dengan sistem prasmanan.
Mereka sampai di kantin yang terlihat ramai, imel menarik tangan angel untuk ikut mengantri mengambil makan.
Kemarin, imel mengajaknya pergi ke kantin, tapi bukan kantin yang ada di lantainya, melainkain di lantai bawah, karena kantin di lantai mereka kemarin sangat penuh, sampai tidak ada tempat.
Tapi hari ini masih ada tempat, walau pun ramai, tapi tidak seramai kemarin.
Setelah selesai mengambil makan, mereka pergi mencari tempat duduk kosong dan mendapatkan di sebelah ujung, lalu bergegas duduk. Tak lupa angel menatap sekelilingnya.
Sebenarnya sejak kedatangan mereka di kantin, lebih tepatnya angel, semua orang menatap ke arahnya dan mulai membicarakannya. Tapi angel menanggapinya dengan tersenyum.
Dia tidak peduli kalau dirinya sedang menjadi bahan pembicaraan mereka.
Imel yang melihat dan mendengar pun ikut mengabaikannya seperti yang di lakukan angel, asalkan mereka tidak menganggu, itu sudah cukup bagi mereka.
Sisi lain,
Masih sama di tempat angel dan imel berada, tepatnya dari arah barat. Di mana 2 pemuda duduk sambil menyantap makanan.
Mereka lebih dulu datang di bandingkan dengan kedatangan 2 gadis cantik itu. Mereka sedang menatap ke arah angel dan imel. Theo fokus pada gadis yang waktu pagi dia tabrak saat di koridor.
"Itu bukannya mahasiswi barukan?" seru bara.
Theo mengangguk,
"Gila, cantik bener. Fiks bidadari turun dari kayangan"
Theo tidak menanggapi ucapan bara, dia hanya diam melihat pada targetnya.
"Perempuan idamanku"
"Jodohku akhirnya muncul juga" sambung bara.
Theo memutar bola matanya malas, saat mendengar ucapan sahabatnya yang kambuh lagi dengan kenarsisannya.
Bersambung...
Jangan lupa like, komen and share🙏
Mohon dukungannya😊