
Kelas mereka sudah selesai, namun imel sudah pulang duluan karena ada urusan, jadi dia buru buru untuk pulang.
Dengan langkah gontai sambil tangannya bermain ponsel, angel berjalan menyusuri lorong kampus yang masih cukup ramai.
Bruk,,
"Sorry" ucap angel saat menabrak seseorang dan yang tak lain theo.
Theo menunduk untuk mengambil buku angel yang jatuh.
"Kalau jalan pakai mata, gak usah mainin ponsel" ucap naura sarkas.
Naura sedang berjalan bersama theo, tepatnya mengekornya dari belakang.
"Ini buku kamu"
"Makasih"
Angel mengabaikan naura yang terus menatapnya dengan tajam, sama halnya dengan theo.
"Imel mana?"
"Sudah pulang"
"Kamu mau pulang juga? Kita bareng ke tempat parkir, kamu bawa mobil?"
"Aku mau ke perpus dulu, kamu duluan saja"
Theo mengangguk mengerti,
"Aku pergi dulu"
"Iya, maaf soal tadi"
Angel mengangguk,
Kemudian angel berlalu dari hadapan mereka dan theo terus melihat kepergiannya, membuat naura kesal.
"Theo, kenapa kamu terus liatin dia sih"
Theo tidak menjawab dan kembali berjalan, meninggalkan naura.
"Theo, tunggu aku" ucap naura menyusul theo yang sudah berjalan lebih dulu di depannya.
***
Angel sampai di Mall, menelusuri seluruh lantai Mall, entah apa yang di carinya, akhirnya dia masuk ke dalam restoran yang berada di sana.
Tidak jauh berbeda dengan theo bersama mama sarah yang sudah berada di Mall, mereka berada di dalam restoran yang sama dengan angel.
"Angel" batin theo saat melihat angel di dalam restoran yang sama dengannya.
"Ada apa sayang?" Tanya sarah saat melihat anaknya seperti menatap ke sesuatu dan ternyata pandangannya pada seorang yang berdiri tak jauh dari mereka.
Seorang perempuan,
"Siapa dia sayang?"
Theo yang mengerti perkataan Mamanya langsung menjawab.
"Teman kampus Ma"
"Panggil saja dia, biar gabung sama kita. Sekalian Mama juga ingin mengenalnya"
"Baik Ma"
"Angel" sambung theo memanggil angel dengan cukup keras, karena suasana dalam restoran sedang ramai.
Angel yang mendengar namanya di panggil pun, mencari sumber suara dan saat melihat orang yang di kenalnya, dia langsung berjalan menghampiri.
"Hai theo"
Theo tersenyum,
"Kenalkan ini Mamaku dan ini angel temanku Ma"
"Hallo tante, nak" ucap mereka.
"Tante tidak tahu kalau theo punya teman perempuan selain naura, apalagi secantik ini orangnya" puji sarah.
"Terima kasih tante, aku sama theo juga belum lama kenal"
"Angel mahasiswi pindahan, dia jurusan seni"
"Pindahan dari nak?"
"Inggris tante"
"Ya sudah, kamu gabung sama tante dan theo saja di sini, biar tidak sendiri atau kamu sedang ada janjian sama teman kamu"
"Tidak tante, aku sendiri"
"Ayo duduk nak"
"Terima kasih tante"
****
Sudah hampir tiga bulan angel tinggal di sini, dan selama itu dirinya belum menelusuri semua tempat terkenal yang ada di kotanya. Hanya pergi ke mall, toko sekitarnya.
Hari ini angel tidak ada kelas, sehingga dia berbaring di kamar sambil membaca buku dan menonton film kesukaannya.
Tok,,,
Tok,,,
Tok,,,
"Honey, mommy boleh masuk?"
"Yes mom, masuk saja"
Hanna membuka pintu dan menggeleng saat melihat putrinya.
"Mommy mau kemana, sudah rapi begitu?"
"Ada anak teman daddy yang menikah, jadi mommy mau menemani daddy pergi kesana. Kamu mau ikut sekalian?"
"Tidak mom, angel di rumah saja"
"Serius, mommy sama daddy tinggal?"
"Gapapa mom, kan ada bibi surti sama pak joko di rumah"
Angel mengangguk
"Mommy sama daddy berangkat"
"Have Fun mom, dad"
Hanna tersenyum, lalu keluar dari kamar putrinya. Sedangkan angel kembali melanjutkan membaca.
Hingga tak teras dirinya tertidur, beberapa jam kemudian saat dirinya bangun tau tau waktu sudah menunjukkan jam 7 malam.
"Sudah waktunya makan malam, pasti tadi bibi ke sini tapi aku tak dengar"
Kemudian angel bergegas ke kamar mandi, setelah itu keluar dari kamar.
"Bibi"
"Iya non, sudah bangun non. Baru saja bibi habis dari kamar non angel"
"Iya, tadi aku tidur. Mommy sama daddy belum pulang?"
"Belum non"
"Masak apa bi?"
"Ini, makanan kesukaan non angel"
"Wah,,, bibi surti emang tahu saja kalau aku ingin makan itu semua" saat melihat semua masakan di meja makan.
"Iya dong non"
"Bibi, aku mau keluar sebentar, mau beli cemilan. Nanti setelah pulang baru makan"
"Mau bibi panggil pak adamnya, biar antar non angel"
"Tidak usah, dekat kok"
Setelah itu angel mengambil kunci, memakai mobil yang biasa di pakai untuk kuliah. Tanpa menghetahui bahwa mobil itu sedang dalam masalah.
Angel mengemudi mobilnya dan saat akan sampai di supermarket yang jaraknya cuma beberapa meter lagi, tiba tiba mobilnya berhenti dan mati.
"Loh, kenapa dengan mobilnya?"
Angel binggung yang mendadak mobil seperti itu, Ia pun mencoba menyalakan kembali mesinnya namun tidak bisa, tidak mau menyala.
Lalu mencari ponsel untuk menghubungi orang rumah, tapi tidak menemukannya dan ingat bahwa dirinya tidak membawa ponsel.
Hingga akhirnya angel turun untuk melihat/mengecek mobilnya walaupun tidak tahu dan tidak mengerti.
Sementara dari arah lain, theo baru saja pulang dari kantor dan tak sengaja melihat seorang perempuan yang sedang kebingunggan di depan mobilnya.
"Eh, itu perempuan kenapa? Tapi tunggu, kok sepertinya aku kenal sama tuh perempuan. Itu angel"
Theo menepikan mobilnya, keluar untuk menghampirinya.
"Kenapa dengan mobilnya?"
Angel menoleh, melihat theo berada di sampingnya.
"Ini tiba tiba mobilnya berhenti, lalu aku mencoba menyalakan kembali tapi tidak bisa"
"Sini, coba aku cek dulu"
Angel mengangguk, lalu theo mencoba mengutak atik mesin mobil.
"Oh ini altenatornya"
Angel terdiam.
"Aku hubungi bengkel dulu, biar mobil kamu derek untuk di perbaikki"
Angel mengangguk, lalu menatap sekitar untuk mencari taksi yang lewat. Akan tetapi tidak ada satu pun padahal masih belum terlalu malam.
"Kamu mau kemana?"
"Tadinya mau ke supermarket, tapi melihat mobil seperti itu, jadi aku mau pulang saja"
"Kita ke supermarket, lalu pulang. Biar aku antar"
"Tidak perlu, nanti malah ngerepotin"
"Tidak apa apa"
"Tapi,,,"
"Udah yuk, masuk"
Angel mengangguk, lalu mengikuti dan masuk ke dalam mobil.
Theo melajukan mobilnya.
Supermarket
Theo berjalan mengikuti angel di belakang sambil membawa keranjang. Ia menawari untuk membawakan keranjangnya, walau angel sudah menolaknya, tapi theo memaksa.
"Apa yang ingin kamu beli?"
"Beberapa cemilan"
Sesekali mereka mengobrol sambil angel melihat dan mengambil cemilan yang ingin di belinya.
"Kamu malam begini habis dari mana?"
"Kantor"
"Kantor?"
"Iya, membantu Papa"
Angel mengangguk mengerti, dirinya bisa menebak kalau theo di kantor pasti bekerja membantu orang tuanya, seperti beberapa bulan yang lalu saat angel bertemu di Cafe.
"Sudah selesai?"
"Sudah" jawab angel saat melihat keranjang belanjaannya cukup penuh.
"Kita ke kasir"
Angel mengangguk, mereka terlihat seperti sepasang kekasih, terlihat sangat cocok dan serasi. Begitu pun tanggapan orang orang yang melihat mereka.
Bersambung...
Jangan lupa like, komen dan vote😊