Moved Dimensions To The Old Days

Moved Dimensions To The Old Days
MENYAMAR



Setelah beberapa saat yi'er dan xiao'er berbincang li'er datang dengan membawa teh dan kue yang ia buat.


"jie jie bawa apa?" tanya xiao'er.


"teh sama kue"saut yi'er sebelum li'er menjawab.


"yang ditanya siapa yang jawab siapa"dengus li'er.


Si empu yang jawab tapi nggak ditanya hanya cengar cengir dengan senyum canggungnya.


Huh " sudah ayo ini dimakan kue dan tehnya, masih anget baru selesai dibuat" sambil menyodorkan kue dan teh ke arah xiao'er dan yi'er.


Mereka memakan kue dengan lahap dan dengan diselipi canda dari mereka bertiga.


"Mey, kapan kamu pergi ke pasar? Kalau kamu pergi ke pasar kamu harus bilang aku dulu , ada barang yang aku mau , jadi aku nanti nitip kamu ya"kata yu'er panjang lebar.


"Memangnya nona membutuhkan apa?. Mungkin besok Mey akan ke pasar" ujar li mey.


"pakaian pria"kata yi'er singkat padat dan jelas.


?????itulah yang ada dipikiran xiao'er dan li mey.


"buat apa nona?''tanya li mey.


"udah yang penting beli dulu, nanti juga tahu"jawab yi'er sambil meninggalkan tempat itu.


_____________________


1 Minggu Kemudian


Seperti biasa yi'er bersiap dibantu li mey dan xiao'er. Yi'er memakai baju warna hitam dan biru yang dibeli li mey beberapa hari yang lalu yaitu pakaian pria.


Setelah bersiap ai memberi tahu adik-adiknya bahwa dia akan pergi ke pasar tapi sendiri. Ia juga memberi tahu jika ia berpenampilan pria ia bernama Lian.


___________________


Sesampainya ia dipasar ia langsung mencari rumah bordir untuk melihat lihat apakah rumah bordir sama seperti club/bar di zaman modern apa tidak.


'hem jadi ini rumah bordir' batin yi'er saat sampai didepan rumah bordir.


Saat ia akan masuk tiba tiba ada yang menarik tangan nya dengan cepat dan tangannya seketika seperti digelayuti seseorang.


"Tuan tinggallah disini untuk nanti malam"Kata orang itu dengan nada menggoda.


eh yang digoda malah bengong


'oh jadi ini kenikmatan pada ******** itu, kalau kaya gini ikuti dululah alurnya'yi'er membatin.


"Ada apa manis, siapa nama kamu?"tanya yi'er dengan mengelus wajah orang itu yang sudah bersemu merah.


"aku fan'er, kalau tuan siapa?" tanya orang itu yang bernama fan'er dengan nada manjanya.


"aku?"tanya yi'er yang masih mengelus wajah fan'er.


Yang ditanya cuma menganggukan kepala sebagai jawaban.


" Lian" jawab yi'er singkat.


" tuan lian apa nanti malam bisa temani aku disini?" tanya fan'er yang tertarik dengan yi'er.


"malam, em tidak bisa. tapi.."jawab yi'er ngegantung.


"tapi apa?"tanya fan'er dengan tangan mengelus wajah yi'er yang memakai cadar.


Seketika yi'er meraih tangan fan'er yang mau melepaskan cadarnya.


"kalau sekarang aku bisa"kata yi'er.


Mendengar jawaban itu fan'er langsung mengajak yi'er ke suatu ruangan.


Sampai ruangan itu fan'er langsung menyuruh yi'er untuk duduk menghadap nya . Fan'er yang ada di hadapan yi'er langsung membuka jubah yang ia kenakan.


'astaga dia mau menggoda aku, ais ais ais aku nikmati ajalah' yi'er yang melihat itu hanya menampilkan wajah datarnya.


"tuan"kata fan'er dengan membuang jubahnya kesembarang tempat dan ia berjalan mendekati yi'er.


"Apa kamu cuma mau membuka jubahmu itu memuaskan aku"kata yi'er, ingin mengerjai fan'er.


"Mungkin tempat ini nggak sesuai seperti yang aku pikirkan."tambah yi'er.


"tidak tuan, tempat ini sangat sesuai" kata fan'er sambil membuka semua pakaian yang ia gunakan.


Dan setelah itu...


.


.


.


bersambung