
Akhirnya hari yang ditunggu tunggu pun tiba. Yi'er pergi ke istana dengan mengunakan tandu pengantin. Ia berpenampilan bak dewi kahyangan, bahkan ia juga menghiasi tangannya dengan hena/ranni.
Setibanya yi'er di ke taman kerajaan terlihat kaisar dan para anggota kerajaan sedang menunggu kehadiran yi'er. Kaisar yang melihat kedatangan yi'er langsung menyuruh yue menghampiri yi'er "pangeran yue jemputlah calon istrimu" kata kaisar tegas. Pangeran Yue hanya mengangguk dan langsung menghampiri yi'er. Saat yi'er akan dibantu li mey untuk turun tiba tiba ada tangan kekar yang membantu yi'er, ya tangan itu tak lain dan tak bukan adalah pangeran yue.
'tangan siapa ini? kenapa seperti tangan laki laki. Ini semua karena penutup kepala ini yang sangat tebal sehingga aku tak bisa mengintip. Tapi jika terlihat dari bawah warna pakaian pria ini merah apa dia adalah pangeran yang katanya p*nc*ng?'Yi'er menggerutu dalam hati.
Saat yi'er dan pangeran yue memasuki aula banyak pejabat yang menghina mereka.
"bukankah itu putri tertua perdana mentri Anh yang sampah dan buruk rupa itu?" tanya pejabat A pada pejabat yang ada disampingnya.
" Ia itu benar" kata pejabat B membenarkan pejabat A.
" hey mereka benar benar sangat cocok yang satu sampah yang satu anak haram " saut pejabat C dan banyak lagi hinaan yang mereka dengar.
Saat Yi'er mendengar hinaan itu , ia mengepalkan tangannya menahan amarah yang meluap luap, dan tanpa ia sadari tangan yang satu masih menggandeng tangan pangeran yue yang akhirnya ia mempererat genggaman tangan mereka.
'mengapa ia mempererat genggamannya?'batin pangeran yue.
"Pendeta sebaiknya langsung kan saja pernikahannya " Titah kaisar.
Pendeta pun langsung melangsungkan pernikahan.
____________________
Akhirnya acara pernikahan pun selesai, Pangeran Yue langsung mengajak istrinya ke kediamannya yaitu kediaman teratai. Setelah sampai di depan kediaman utama Pangeran yue berkata "Istirahatlah dulu, aku akan beristirahat di ruang samping" langsung meninggalkan yi'er dan pelayan yang mengikuti mereka.
"Lebih baik kalian melakukan pekerjaan kalian masing masing dan segeralah beristirahat dan tolong siapkan kamar untuk li mey" kata yi'er dengan suara lembut dan berwibawa.
"Baiklah nona" ucap para pelayan itu dan langsung mengundurkan diri.
"Li'er, Xi'er mari kita masuk"kata yi'er dan diangguki oleh keduanya.
Sesampainya didalam ruangan utama.
"Li apa kau bisa membantuku?'' tanya yi'er dengan suara memelas.
"em bisa tapi apakah kamu tak mau melepaskan penutup kepala ini?" kata yi'er dan langsung membuka penutup kepala yang di pakai yi'er.
"he hehehe kan sudah kamu lepaskan. Tolong pijat punggung aku semua badan aku serasa remuk. Aku nggak akan mau lagi memakai pakaian setebal ini" kata yi'er langsung membaringkan. tubuhnya di peraduan Li mey langsung memijit yi'er dengan dibantu xi'er.
Setelah beberapa saat ada pelayan yang menghampiri mereka "Maaf nona kamar yang anda minta telah di siapkan"kata pelayan itu.
"Baiklah tunjukan pada li mey dan xiao yi"kata yi'er yang masih berbaring.
"kita duluan" kata li mey.
"em"kata yi'er.
"siap nona dan itu....... air untuk mandi sudah siap"kata pelayan itu.
"em baiklah aku akan mandi sendiri kalian pergilah"kata yi'er dan merekapun pergi dan yi'er langsung melakukan rutinitas mandinya.
'seperti ada yang sedang memperhatikanku , siapa dia? em aku akan menunggu sampai dia melakukan pergerakan' batin yi'er dengan posisi seperti sedang membaca buku. Karena terlalu lama menunggu ia pun jengah
"huh kamu keluarlah!!" seru yi'er , karena tidak ada jawaban ia kembali berseru
"Lebih baik kamu keluar aku tahu kamu sedang mengintai ku dan sekarang kamu sedang berada di atap" kata yi'er santai.''untunglah aku selalu memakai cadar' batin yi'er.
Terlihatlah sosok berhanfu hitam tepat di depan yi'er.
"Bagaimana anda bisa merasakan kehadiran saya" tanya sosok itu.
"Bagaimana itu tidaklah penting yang penting siapa yang menyuruh kamu mengintaiku?" tanya yi'er dengan tekanan aura membunuhnya. Karena sosok itu merasa tertekan dan jatuh terduduk "em di dia em" kata sosok itu gugup.
Karena terlalu lama menunggu jawaban dari sosok itu ia langsung mengambil pedang yang ada diruangan itu dan menodongkan ke arah sosok itu "jawab atau mati"imbuh yu'er.
"Baik saya akan menjawab yang menyuruh saya adalah permaisuri . Saya sudah menjawabnya tolong ampuni nyawa hamba. Hamba masih punya keluarga di desa" kata sosok itu memohon.
Yi'er belum menjawab ia masih menatap mata sosok itu guna mencari kebohongan tapi hasilnya nihil.
"Baiklah. kau boleh pergi" kata yi'er.
Tanpa berpikir panjang sosok itu langsung pergi dari kediaman itu.
Karena merasa lelah yi'er langsung membaringkan tubuhnya dan pergi ke alam mimpi.
Ditempat lain Pangeran yue sedang menatap ke kediaman yang dihuni yi'er dan melihat sosok hitam yang keluar dari kediaman itu. ia pun langsung memanggil pengawal bayangan kepercayaan miliknya.
"Hui" kata pangeran yue.
"Siap tuan" kata pengawal itu.
"kejarlah sosok hitam barusan" perintah pangeran yue.
Karena Hui mengerti pikiran tuannya ia langsung melesat pergi dan setelah beberapa saat Hui menghadap tuannya
"salam tuan"kata Hui dengan memberikan penghormatan kepada tuannya.
"katakan"to the poin pangeran yue.
"Dia adalah pengawal bayangan yang disuruh permaisuri untuk mengintai nona, tuan" kata Hui.
"mengapa permaisuri menyuruh pengawal bayangan untuk mengintai dia, dan apakah dia mengetahui jika dia sedang diintai?"tanya pangeran yue.
"mungkin tuan" jawab Hui ragu.
"sudahlah bagaimana dengan orang itu?" tanya pangeran yue.
"Dia sudah saya habisi tuan" jawab Hui.
"bagus, sekarang lakukanlah tugasmu" kata pangeran yue dan Hui langsung melakukan tugas yang diberikan.
Pangeran yue langsung membaringkan tubuhnya dan menuju alam mimpi.
bersambung