Moved Dimensions To The Old Days

Moved Dimensions To The Old Days
Melanjutkan Perjalanan



"Ini beneran lo kan?" tanya ling'er sambil melepaskan pelukannya.


"Iya ini gue, apa kamu juga udah mati?"tanya yi'er.


"iya, aku nggak nyangka kalau aku bakal mati diusia yang masih terhitung muda" jawab ling'er.


"jadi kamu nyesel dong mati muda?" tanya yi'er.


"setelah aku mati ada sih perasaan kesel , sebel. gimana nggak coba masa hidup kembali ditubuh gadis yang lemah. tapi sekarang aku nggak nyesel karena udah ada kamu disamping aku" ucap ling'er sambil tersenyum.


"walaupun tubuh yang kamu tempati lemah tapi kan masih bisa berkultivasi, sedangkan aku udah lemah, nggak punya bakat, nggak bisa kultivasi, kelebihannya cuma suara yang lumayan merdu" ucap yi'er.


"jadi masih beruntung aku dong" ucap ling'er dan hanya diangguki oleh yi'er.


"oh iya , kok kamu bisa ngenalin aku sih?" tanya ling'er.


"sebenarnya aku sudah memiliki kemampuan yang sangat luar biasa" ucap yi'er.


"apa itu?" tanya ling'er.


"karena aku nggak pernah nyembunyiin rahasia sama kamu jadi aku akan bilang tapi kamu jangan bilang sama siapa siapa, oke?"kata yi'er.


"kamu kan tahu sifat aku gimana. jadi apa kemampuan yang kamu maksud?" tanya ling'er.


"aku bisa melihat ingatan orang lain. dari situ aku tahu karna yang aku lihat bukan cuma ingatan ling'er tapi juga ingatan kamu Bela"ucap yi'er.


"jadi kamu udah tahu dong apa yang terjadi sama aku(dibalas anggukan oleh yi'er). Sekarang kamu yang cerita tentang gimana kamu bisa ada di sini dan gimana keadaan kamu disini."ucap ling'er.


"Jadi aku disini karena dibunuh oleh kedua ******** itu. kalau keadaan aku disini sih baik baik aja, dan sekarang aku menyandang status menikah" ucap yi'er.


"What!! jadi kamu udah nikah dong? suami kamu mana kok nggak ikut? tampangnya gimana? apa kamu udah nggak perawan?" tanya ling'er.


"kamu ini apa apa an sih, gini suami aku nggak ikut karena ia punya urusan pribadi, kalau tampang gue nggak tahu karena dia selalu pakai topeng, dan sekarang aku masih suci"jawab yi'er beruntut.


"urusan pribadi? kamu nggak takut dia selingkuh?" tanya ling'er.


"gini aku sama dia itu nikah karena titah kaisar, jadi mau dia selingkuh atau apa aku nggak peduli karena aku nggak punya perasaan sama dia"jawab yi'er.


"aku bisa kan ikut kamu meskipun kamu udah nikah?" tanya ling'er.


"emangnya kenapa?"tanya balik yi'er.


"males aku kalau pulang kerumah para ular itu" ucap ling'er.


"kamu emang yang paling baik . oh iya kenapa kamu pakai cadar? kalau menurut ingatan aku sih karena kamu buruk rupa" tanya ling'er.


"dulu iya tapi sekarang" ucap yi'er sambil melepas cadar yang ia kenakan.


"wow kamu sangat sangat cantik mel, bahkan aku aja kalah sama kecantikan kamu" ucap ling'er.


"oh iya kalau disini jangan pakai nama kita yang didunia modern kita gunakan nama tubuh yang kita tempati" nasihat yi'er.


"oke"ucap ling'er.


Saat sedang mengobrol tiba tiba


"jiejie!" seru xiao yi sambil berlari dan memeluk yi'er.


"udah dapat buahnya" tanya yi'er sambil memangku xiao yi.


"udah ini" saut li mey.


Merekapun memakan buah yang dicari li mey dan xiao yi.


"bukankah ini pelayan pribadi kamu" tanya ling'er sambil menunjuk kearah li mey.


"dulu iya tapi sekarang dia teman aku adik aku dan keluarga aku" jawab yi'er sambil tersenyum.


"oh kalau gitu kamu juga jadi teman adik dan keluarga aku" ucap ling'er sambil mengulurkan tangannya dan li mey membalas uluran tangan tersebut.


"kalau aku siapa?" tanya xiao yi.


"kamu jadi adik jiejie, mau kan?" tanya ling'er yang dibalas anggukan oleh xiao yi.


"kita lanjutin perjalanan yuk" ajak yi'er sambil memasang cadarnya kembali.


"aku ikut siapa?" tanya ling'er.


"sama aku aja"jawab li mey.


"oke, mari" ucap ling'er.


Mereka berempat akhirnya melanjutkan perjalanan yang sempat tertunda.


bersambung