
setelah beberapa saat akhirnya Yi'er sampai di kediamannya.
Saat sedang berada di depan rumah tiba tiba.
"Maaf nona ada yang bisa saya bantu?"tanya seorang pelayan yang diperkirakan bekerja di rumah Yi'er.
"apakah Ling'er nya ada?"tanya Yi'er.
"maaf ada keperluan apa ya"tanya pelayan itu sopan.
"panggilkan saja"jawab Yi'er dingin.
Pelayan itu pun langsung menemui sang majikan.
"maaf nona"ucap pelayan itu.
"ya ada apa"tanya Ling'er.
"di depan ada seorang wanita yang ingin bertemu dengan anda"jawab pelayan itu.
"siapa dia?"tanya Ling'er.
"sudah lah tak perlu banyak bertanya, kita langsung temui saja"ucap Li Mey sambil berjalan keluar.
Saat berada di luar.
"Yi'er"seru Ling'er dan Li Mey serempak dan langsung memeluk Yi'er.
"aku kangen banget sama kamu"ucap Ling'er.
"aku juga kangen sama kalian"ucap Yi'er sambil melepaskan pelukan itu.
"ayo kita masuk"ajak Li Mey sambil menggandeng tangan Yi'er.
Sesampainya diruang tamu.
"Di mana Xi'er kok nggak kelihatan?"tanya Yi'er.
"aku disini jiejie"ucap Xiao Yi langsung memeluk Yi'er.
"pelayan siapkan cemilan dan teh segera"ucap Li Mey dan langsung diangguki oleh pelayan.
"aku mau bicara sesuatu sama kalian"ucap Yi'er.
"apa itu"ucap Ling'er.
Sebelum menjawab Yi'er menyuruh pelayan yang ada di ruangan itu untuk pergi.
"aku ingin mengatakan suatu rahasia"ucap Yi'er.
"Sebenarnya Yi'er yang asli sudah meninggal"ucap Yi'er.
Li Mey dan Xiao Yi yang mendengar itu langsung melototkan matanya.
"Yi kamu itu ada di depan aku kamu belum meninggal"ucap Li Mey dengan buliran bening yang mengalir di pipinya.
"apa kamu ingat, sebelum pengasingan dulu kita mengalami kecelakaan"ucap Yi'er.
"Waktu itu pula Yi'er meninggal dan digantikan aku jiwa yang berbeda dan dari dunia yang berbeda pula"ucap Yi'er.
"Jadi selama ini Yi'er sudah meninggal"ucap Li Mey.
"Kenapa kamu baru memberi tahu aku sekarang"tanya Li Mey.
"Entahlah, dulu bahkan aku tak ada niatan untuk memberitahukan itu semua sama kamu"ucap Yi'er.
"karena dulu aku tak punya keluarga dan sekarang aku punya kalian tapi kalau kamu mau pergi membawa Xi'er silahkan.tapi jangan melarang aku bertemu Xi'er"jawab Yi'er.
"apa Ling'er sudah tahu ini semua"tanya Li Mey.
Yi'er yang mendengar itu tak ada niatan untuk menjawab.
"Ya aku sudah tahu, karena aku juga sama kaya Yi'er jiwa yang berbeda"ucap Ling'er.
"Jika kamu tak lagi menginginkan kita berdua, kita akan pergi secepatnya"ucap Yi'er dan ditanggapi dengan gelengan kepala.
"Ti tidak kalian jangan pergi.aku mau sama kalian"ucap Li Mey sambil memeluk Yi'er dan Ling'er.
Akhirnya merekapun berpelukan.Dan beberapa saat kemudian.
"jadi nama kalian yang sebenarnya siapa?"tanya Li Mey.
"aku Bela"ucap Ling'er.
"Amel"ucap Yi'er.
"apa aku boleh memanggil nama kalian yang asli?"tanya Li Mey dan diangguki oleh keduanya.
"kalau aku gimana dong"ucap xi'er.
"kamu panggil jiejie Amel dan jiejie Bela gimana"ucap Yi'er.
"baiklah"ucap Xi'er dan langsung memeluk mereka bertiga.
⏩
1 minggu kemudian
"Amel, Bela,Xi'er sini cepat an"ucap Li Mey.
"ada apa"ucap amel.
"pagi pagi udah teriak teriak kaya dihutan aja"gerutu Bela.
"ada apa jiejie"ucap Xi'er.
"Gini aku mau bilang, kalian masih ingat nggak soal pangeran kelima yang dulu tenggelam di danau"ucap Li Mey.
"pangeran yang dulu aku tolongin itu"ucap Amel.
"iya, katanya pangeran itu terkena penyakit kulit yang menular"ucap Li Mey.
"pangeran itukan sudah lama ya tenggelamnya jadi penyebab penyakit itu apa"ucap Bela.
"Bisa jadi karena tenggelam dulu,dan tentang penyakit pangeran kelima ditutup tutupi dan sekarang tentang penyakit itu baru tersebar"ucap Amel.
"iya sih tapi ngapain juga harus disebar sebar"ucap Bela.
"entahlah"ucap Amel.
"apa tak ada yang bisa menyembuhkan penyakitnya?"tanya Amel.
"Katanya tak ada tabib yang mau mengobati pangeran itu karena takut tertular"ucap Li Mey.
"Dan katanya pangeran itu dikurung si istana dingin tanpa pelayan dan penjaga dan katanya tak ada seorang pun yang boleh menjenguk pangeran kelima secara langsung"ucap Li mey
"Kasihan banget pangeran itu"ucap Amel.