Moved Dimensions To The Old Days

Moved Dimensions To The Old Days
3# INI RUMAH APA GUBUK ???



Karena bosan menunggu Li Mey sang pelayan yang sedang mencari makanan , Amelpun memutuskan untuk jalan-jalan menyusuri gua tersebut.


setelah beberapa lama iapun melihat sang pelayan yaitu Li Mey yang sedang membakar ikan.


"Mey"


Yang dipanggil hanya menengok dan tersenyum kemudian melanjutkan membakar ikan.


'aish..... kenapa aku di kacangi kaya gini. Dulu nggak pernah ada yang berani ngacangin aku kaya gini.Apa ini sebuah karma seorang pembunuh'


karena merasa diabaikan Amel menuju ke sebuah sungai. Ya disamping tempat Mey membakar ikan ada sebuah sungai yang tidak terlalu dalam dan air sungai tersebut sangat jernih hingga terlihat jelas ikan-ikan dan permukaan sungai.


Sesampainya di tepi sungai ia melihat wajah seorang gadis yang sangat sangat jelek karena terdapat banyak jerawat.


Ia terus mengamati wajah gadis tersebut lalu ia berpikir 'wajah siapa itu ? apa mungkin itu wajah ku' Dengan perasaan kesal karna wajah yang buruk rupa merupakan wajahnya, ia lebih memilih duduk dibatu yang sedikit jauh dari sungai dan mulai merencanakan cara agar wajahnya kembali normal ya meskipun dia tak tahu bagaimana rupa wajahnya yang normal , entah itu akan terlihat cantik atau tetap buruk rupa.


'bagaimana cara agar wajah ini terlihat normal ya? bagaimana cara menghilangkan jerawat dan komedo ini? aish... ? andai ini dunia modern kan mudah tinggal beli -_- ?!? oh iya kata yi'er yang asli kan dia punya cincin penyimpanan aku ambil aja uang disana ya walaupun sedikit pasti ada. ia itu pasti'


"NONA IKANNYA SUDAH SIAP!!!!!!"


Saat sedang memikirkan cara yang ia rancang tiba-tiba ia di kagetkan oleh suara Li Mey.


"huh... iya aku datang"jawab Amel dengan sikap malas karna telah diganggu dalam membuat rencana agar wajahnya terlihat normal.


Setelah satu jam memakan ikan bakar Amel membuka pembicaraan.


"Mey kita akan tinggal dimana?"


"Jika nona sudah baikan lebih baik kita melanjutkan perjalanan menuju kediaman pengasingan" jawab Li Mey.


"Ya sudah mari kita menuju kediaman nanti keburu gelap"


"mari"jawab li met dengan singkat .


____________


Setelah 2 jam perjalanan akhirnya mereka berdua sampai di kediaman pengasingan.


"kita sudah sampai nona"kata li mey.


"Hah...... sampai?"


"ini yang kamu maksud kediaman jangan becanda deh"dengan tatapan tak percaya melihat kediaman pengasingan.


"iya nona saya serius, ini kediaman pengasingannya"ucap li mey langsung membersihkan kediaman pengasingan tersebut.


Sambil menunggu kediaman bersih Amel memilih duduk sambil menggerutu


'aish ini kediaman apa gubuk, apa mungkin aku harus tinggal disini ? tapi dari pada nggak ada tempat berteduh ini lebih baik meski cuma gubuk'


AKHIRNYA MALAMPUN TIBA


"Mey emmm......"


"iya ada apa nona?" tanya mey karena perkataan Amel menggantung.


"cincin penyimpanan masih ada di kamu?"meskipun ragu Amel tetap bertanya.


"oh ..... iya nona.ini"sambil memberikan cincin penyimpanan milik Yi'er.


setelah mengecek isi cincin tersebut Amel menyuruh Mey membeli obat


"Mey, kalau mau ke pasar dari sini jauh nggak?"


"memangnya ada apa nona? apa ada yang perlu saya beli?"tanya Li Mey.


"emmm....... iya. apa kamu bisa beliin obat jerawat, sama peminimalisir racun?"


"bisa nona"jawab mey dengan riang.


"ini 2 keping koin emas tolong kamu beli ya"menyodorkan 2 koin emas.


"iya nona"mengambil koin yang disodorkan.


"sebaiknya nona beristirahat ini sudah terlalu malam"


"iya kamu juga istirahat, oh..iya apa aku bisa ikut ke pasar?"


"emmmm......."


'aduh bagaimana ini, nanti jika nona dikenali nona pasti di maki, aduh gimana ya'


"Mey???"sambil memiringkan kepala.


"emmm......bisa nona"jawab mey dengan ragu.


"baik,sekarang lebih baik kita istirahat biar besok bangun nya nggak kesiangan"


"baik nona"dengan senyum yang dipaksakan.


Karena sudah terlalu malam akhirnya mereka tidur dengan mimpi masing-masing.


**bersambung


Jangan lupa tinggalkan jejak ya hehehehe**