
"NIKAH?!!!"kata yi'er kaget.
'bagaimana mungkin aku menikah, jika aku menikah bagaimana caraku untuk membalas dendam?,tunggu...tunggu...jika aku menikah , pasti orang yang akan menikah denganku memiliki sebuah kekurangan, ya aku yakin itu' batin yi'er.
"yi'er bukankah itu bagus"kata Li mey membuyarkan lamunan yi'er.
"yi'er"kata kedua pengawal itu tak mengerti maksud Li mey.
"em i..tu.....em" kata Li mey gugup.
"aku yang menyuruhnya"kata yi'er dan diangguki kedua pengawal tersebut.
"Baik nona apakah kita sudah bisa berangkat?"tanya pengawal 1
"Bukankah harus berkemas dulu?"tanya yi'er.
"yi'er semua sudah siap"sahut Li mey dengan senyumnya.
"su..sudah?"kata yi'er bingung.
"iya jie jie"sahut xi'er.
"tapikan aku harus mendi dulu masa aku berpakaian pria seperti ini" kata yi'er.
"baiklah jika nona ingin membersihkan badan dulu kami akan menunggu"kata pengawal 2
"baiklah Li siapkan air" kata yi'er.
SKIP
Perjalanan
Dalam perjalan pulang yi'er tak bersuara sedikit pun ia hanya fokus dengan pemikirannya sendiri dan menutup mata sedangkan Li mey dan Xiao yi sedang bercanda.
Saat Yu'er sedang fokus tiba tiba ada suara yang memarahinya.
"eh gadis bodoh kenapa kamu melakukan perjanjian kontrak dengan ku dan tanpa seijinku" kata suara itu yang tak lain adalah burung yang tak sengaja melakukan perjanjian kontrak dengan yi'er.
'suara siapa itu' batin yi'er.
"suara ku gadis bodoh"kata burung itu.
'siapa kamu?,mengapa kamu berkata seperti itu kepadaku, apa kesalahan yang aku perbuat sama kamu, dan satu lagi aku bukan gadis bodoh' batin yi'er.
"Aku burung yang kau selamatkan tadi, kesalahan yang kamu perbuat adalah kau membuat perjanjian kontrak denganku, dan kamu memang gadis bodoh" kata burung itu.
'oh jadi kamu burung jelek itu?, tentang perjanjian kontrak aku tidak tahu. Dan setahu aku perjanjian kontrak bisa dilakukan orang itu memiliki kultivasi , dan aku tidak bisa kultivasi entah karna sebab apa. Dan kamu pikir aku mau memiliki teman kontrak seperti kamu TIDAK' kata yi'er membatin.
"kamu bilang burung jelek aku ini hewan legendaris yang sangat langka dan dicari banyak orang" kata burung itu tak terima dikatakan jelek.
"sudah jangan berdebat, dan kamu burung kamu tidak akan rugi memiliki tuan seperti nona, dan nona dileher anda ada sebuah kalung dimensi disana tersedia bahan obat obatan, air suci, koin emas dan bahan bahan yang mungkin anda butuhkan diwaktu mendatang. Cara mengambil hanya dengan memikirkan benda apa yang anda butuhkan. Dan anda juga dapat memasuki dimensi ini dengan memikirkan dimensi ini nanti jiwa anda sudah berada dalam dimensi ini dan raga anda seperti sedang tidur. Dan cara keluar anda hanya harus memikirkan keluar dari dimensi dan jiwa anda akan kembali pada raga anda" kata belati panjang kali lebar.
'em baiklah' seketika yi'er teringat akan pernikahannya yang akan diadakan dalam 2 hari lagi.
_____________________
"yi'er bangun"kata Li mey sambil membangunkan yi'er.
"em.. ada apa?" tanya yi'er.
"kita sudah sampai. Yi bolehkah aku memanggilmu nona?" tanya Li mey ragu.
Yi'er yang mengerti berkata "em baiklah tapi sikap kamu tidak boleh terlalu formal dan jika kita hanya bertiga dengan xi'er gunakan panggilan seperti biasa".
"jiejie disini aku tidur dimana?" tanya xi'er.
"tentu saja tidur sama jiejie"jawab yi'er .
"itu tidak bisa" sahut Li mey.
"kenapa?" tanya yi'er dan xi'er.
"terserahlah" kesal yi'er.
Saat yi'er menuju kekediamannya ia mendengar banyak cacian dari pelayan yang melihatnya.
"liat itu sampah dikediaman ini"kata pelayan a
"iya dia tetap pakai cadar untuk menutupi ke buruk rupa diwajahnya" kata pelayan b
dan banyak lagi cacian yang dilontarkan, tetapi karena sikap yi'er yang acuh ia tak menghiraukan perkataan para pelayan dan langsung pergi menuju kediamannya tanpa memberi salam pada ayahnya. Sesampainya kediaman ia langsung menyuruh Li mey dan Xiao yi untuk pergi istirahat dan ia langsung berbaring ke alam mimpi karena waktu perjalanan memakan banyak waktu.
______________
Pagi harinya Li mey dan Xiao yi datang dengan membawa sebuah bingkisan.
"jiejie bangun"kata xi'er membangunkan yi'er.
"em Xi ada apa ini masih pagi" kata yi'er dengan suara serak khas bangun tidur.
"Kita ini sedang berada di kediaman perdana mentri, cepatlah bangun aku akan mengambil sarapan"kata Li mey sambil beranjak pergi mengambil sarapan.
"jiejie aku bantu mandi ya"kata xi'er.
Dijawab dengan anggukan oleh yi'er.
Setelah mandi ia berpakaian dengan dibantu Li mey yang sudah berada disana.
Saat sarapan ia mengajak Li mey dan xiao yo sarapan bersama.
"Li apa itu" tanya yi'er sambil menunjukan bingkisan yang tadi dibawa Li mey.
"Yi itu adalah baju yang diberikan kaisar kepada nona untuk di gunakan besok dihari pernikahan"jawab li mey sambil tersenyum.
"oh" kata yi'er ber oh ria
"em no..na" kata li mey ragu.
"ada apa"kata yi'er.
"em. ...itu... em"
"katakan lah tidak perlu ragu"kata yi'er menenangkan.
"itu nona. tadi saat aku mengambil sarapan banyak pelayan yang membicarakan suami nona" kata li mey.
"Aku sudah bilang kalau sedang bertiga jangan panggil nona, dan dia yang kamu panggil suami aku adalah calon belum suami."kata yi'er kesal "memangnya apa yang para pelayan itu bilang" tanya yi'er.
"itu. katanya calon suami nona adalah anak haram dari kaisar dan katanya ia memakai topeng karna di wajahnya terdapat luka bakar dan katanya dia berjalan pincang" kata lu mey.
"oh" jawab yi'er acuh.
"kamu tidak marah, apa benar kamu akan melanjutkan pernikahan ini dengan pangeran yang anak haram itu?" tanya li mey bertubi tubi.
"memangnya aku bisa apa. Ini titah dari kaisar yang tak bisa dibantah. aku kan masih pengin hidup"kata yi'er malas.
"setelah jiejie menikah apa kita ikut pindah?" tanya xi'er yang dari tadi diam.
" tentu saja" kata yi'er.
"Li apa yang mereka siapkan untuk pernikahan ku? tidak mungkinkan mereka tidak berbuat apa apa" kata yi'er.
"para pelayan sedang menghias tandu yang akan digunakan dan menurut informasi yang saya dengar besok tuan dan selir beserta anak anaknya tak akan menghadiri pernikahannya"kata li mey.
"oh itu lebih baik. tapi kalian akan menemaniku kan"tanya yi'er.
"tentu"jawab kedua adiknya.
Mereka pun saling berpelukan.
bersambung