Moved Dimensions To The Old Days

Moved Dimensions To The Old Days
Egois???



Saat mereka sampai di perbatasan hutan gelap dan hutan kematian, tiba tiba ling'er menghentikan kudanya .


"mengapa berhenti?"tanya li mey yang juga menghentikan kudanya dan diikuti yi'er.


"bagaimana kalau kita istirahat disini dulu, inikan sudah siang aku lelah"ucap ling'er.


Merekapun memutuskan untuk istirahat di perbatasan hutan itu.


Saat sedang istirahat ling'er mengajak yi'er untuk mencari buah.


"Yi cari buah yuk"ajak ling'er.


"sama aku aja gimana"tawar li mey.


"tidak usah, kamu disini aja sama xi'er, kamu pasti lelah"tolak ling'er dengan halus.


"baiklah kalian hati hati"ucap li mey.


⏩


Yi'er dan Ling'er akhirnya mencari buah.


"Bel ada apa?" tanya yi'er "sepertinya ada yang mau kamu bicarakan"lanjutnya.


"gini mel, menurut aku kamu egois"ucap ling'er.


"maksudnya"beo yi'er.


"gini, aku sih nggak masalah kita pergi dari penginapan, tapi menurut aku kamu juga harus ngertiin perasaan xi'er"jelas ling'er.


"maksud kamu xi'er suka kalau disana"ucap yi'er.


"lebih tepatnya xi'er ingin menikmati perayaan yang akan diadakan"jelas ling'er.


yi'er yang mendengar penjelasan ling'er langsung berfikir 'iya ya kok aku bisa seegois ini sih, aku nggak memikirkan perasaan adik adik aku.AKU HARUS MEMPERBAIKI KESALAHAN AKU INI.YA HARUS' batin yi'er.


Setelah yi'er selesai berfikir ia langsung memeluk ling'er


"makasih lo udah ngingetin aku"ucap yi'er.


"iya sama sama"ucap ling'er sambil membalas pelukan yi'er.


Setelah mereka berpelukan mereka langsung mencari buah.


⏩


Saat yi'er dan ling'er pergi li mey hanya melamun.


'kok aneh ya kelakuan ling'er, apa dia tidak suka sama aku, sampai sampai aku nggak diijinin ikut. apa dia mau misahin aku sama yi'er lagi.ngak ngak ngak itu ngak akan terjadi aku ngak akan biarin dia misahin aku sama yi'er' batin li mey.


"jiejie"ucap xi'er yang melihat bahwa li mey sedang melamun.


"eh... iya ada apa"ucap li mey yang sadar dari lamunannya.


"jiejie kenapa, kok melamun?"tanya xi'er.


"jiejie nggak melamun kok"ucap li mey.


"benarkah"ucap xi'er dan hanya diangguki li mey.


Saat mereka sedang mengobrol yi'er dan ling'er sudah kembali merekapun langsung memakan buah yang diambil yi'er dan ling'er.


"kok kalian lama banget sih?"tanya li mey sambil memakan buahnya.


"oh itu tadi kita cari buah sambil ngobrol"jawab ling'er.


'kok raut wajah li mey gitu ya nggak kaya biasanya' batin yi'er.


"itu tadi aku sama ling'er bahas tentang kesalahan aku"ucap yi'er.


"kesalahan apa?"tanya li mey.


"tentang kita meninggalkan kekaisaran lan tanpa memikirkan perasaan kalian"jelas yi'er.


"perasaan kita memangnya kenapa jiejie?"tanya xi'er.


"perasaan kalian tentang apa kalian masih mau untuk lihat perayaan kaisar apa tidak. Jadi aku memutuskan setelah kita selesai istirahat kita akan kembali kekaisaran lan"putus yi'er.


"benarkah jiejie"ucap xi'er dengan antusias dan hanya diangguki oleh yi'er.


⏩


Sedangkan ditempat lain terlihat Bai Yue Ming yang sedang bersandar di sebuah pohon.


'apa dia /yi'er sudah pergi?kenapa aku selalu memikirkan dia? kenapa dia pergi sebelum aku meminta maaf sama dia? kalau gini terus aku nggak bisa tenang, aku masih merasa bersalah sama dia. Dan kenapa aku merasa jika dia adalah Amel,jika benar dia amel aku bakal ngerasa bersalah banget sama dia. Ah kenapa aku bodoh banget sampai nampar dia.' batin yue ming yang sedang merutuki dirinya.


Huo yan yang melihat yue ming sedang melamun langsung menghampirinya.


"kakak kedua kenapa?"tanya huo yan.


"..." yue ming.


Karena tak ada jawaban huo yan memanggil yue ming lagi dengan sedikit berteriak.


Saat mendengar teriakan huo yan , tie ming langsung tersadar dari lamunannya.


"ada apa"ucap yue ming datar.


"kakak kenapa?"tanya huo yan.


"tidak kenapa napa"ucap yue ming.


"bagaimana kakak bilang 'tidak kenapa napa' padahal aku lihat kakak itu tadi melamun.oh aku tahu apa yang sedang kakak pikir kan pasti kakak sedang memikirkan istri kakak itu kan?"ucap huo yan.


"aku merasa bersalah sama dia"ucap yue ming sambil menunduk.


"kenapa kakak tidak meminta maaf saja sama dia"saran huo yan.


"dia sudah pergi"ucap yue ming.


"maksud kakak"ucap huo yan.


"tadi aku sudah pergi ke penginapan yang ia gunakan tapi ia dan lainnya sudah tidak ada disana"jelas yue ming.


"apa kakak benar benar mau minta maaf?"tanya huo yan.


"maksud kamu?"tanya yue ming.


"kak dulu aja kakak sering nampar wanita yang mendekati kakak, tapi setelah kakak menamparnya kakak tidak merasa bersalah sedikitpun"jelas huo yan.


"entahlah aku merasa au sudah kenal sama dia sejak lama"ucap yue ming.


"maksud kakak?"tanya huo yan yang meminta penjelasan.


"apa kamu masih ingat jika aku selalu bercerita tentang kekasih masa kecil aku sama lue mey"ucap yue ming.


Hip yan mengingat ingat apa yang dimaksud tie ming.


"oh yang selalu lue mey ceritakan itu?"tanya huo yan.


"hem... aku merasa jika dalam dirinya/yi'er adalah kekasih ......."


"kekasih masa kecil kakak"potong huo yan.


"aku merasa seperti itu. jika aku dekat sama dia aku merasakan kehangatan yang sudah lama hilang"ucap yue ming.


'hilang karna aku mati' lanjut yue ming dalam hati.


"mungkin memang dia kekasih masa kecil kakak"ucap huo yan.


"jika memang itu kebenarannya akan semakin sulit aku mendapatkan maaf darinya"ucap yue ming.


"memangnya kenapa?"tanya huo yan.


"aku pernah berjanji sama dia jika aku tidak akan menyakitinya. dan mungkin aku nggak akan mendapatkan maaf darinya"ucap yue ming sendu.


"kakak kan belum mencobanya"ucap huo yan.


"bagaimana jika itu terjadi"ucap yue ming.


"jika itu terjadi kakak harus tetap meminta maaf sama yi'er, sampai ia memaafkan kakak. Dan jika kakak membutuhkan sesuatu kakak bisa minta tolong sama aku"ucap huo yan.


"benarkah"ucap yue ming yang semangatnya telah kembali.


"hem, tapi kakak juga harus memperingati lue mey untuk tidak selalu mencampuri segala urusan kakak sekarang kan kakak sudah menikah"ucap huo yan.


"aku kan hanya menganggap lue mey sebagai adik"ucap yue ming.


"kakak memang menganggap dia cuma sebagai adik, tapi belum tentu sama dia . Aku selalu berpikir jika dia menyukai kakak begitu pun dengan putri perdana mentri yu"jelas huo yan.


Yue ming hanya mengangguk angguk mendengar penjelasan huo yan.


"Ya kamu benar aku harus memperingati kedua sepupu itu"ucap yue ming.


"tapi kamu juga jangan membocorkan rahasia ini sama siapa pun"lanjut yue ming.


"kakak tenang saja semua aman sama aku"ucap huo yan.


"aku percaya sama kamu, aku pergi dulu"ucap yue ming sambil meninggalkan huo yan.


'aku harus memperingati kedua sepupu itu hari ini juga' batinnya.


**bersambung...


Author minta maaf ya karna baru bisa update sekarangπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


JANGAN LUPA


VOTE


COMMENT


LIKE**