Moved Dimensions To The Old Days

Moved Dimensions To The Old Days
5#NAMA KAMU SIAPA ???



Karena kemarahan pria tersebut sudah tidak dapat dibendung lagi , pria itu langsung menendang anak itu dengan kasar.


"Matilah kau j*l*ng kecil"😈😈😈


Anak itu terpental jauh sampai berada tepat di depan yi'er/amel, ya kira-kira 5 meter dari tempat semula.


Tanpa berpikir panjang yi'er/amel langsung membantu anak itu berdiri.


"Apa kamu tidak apa-apa??? pasti sakit ya"tanya yi'er/amel sambil memeluk dan mengelus-elus kepala anak itu.


"Siapa kamu!!!"bentak pria itu.


"entahlah"jawab yi'er/amel enteng.


" Mau jadi pahlawan kesiangan kamu. ha...ha..haa"tawa pria tersebut.


"ya iyalah masa jadi pahlawan kepagian. inikan udah siang" jawab amel.


karena jawaban amel yang tidak jelas semua orang yang ada disitu bengong karna jawaban amel yang tidak masuk akal.


karena melihat kebengongan mereka, amel memutuskan untuk mengakhiri perdebatan tersebut.


"sudahlah, ini biaya ganti rugi yang harus dibayar"sambil melemparkan 1 koin emas kearah pria tersebut.


Kemudian ia menggendong anak itu pergi.


pria itu terheran-heran karena kelakuan amel yang dengan mudah memberikan koin kepada pria tersebut. Setelah berpikir sejenak pria itu pun mengambil koin tersebut dan langsung meninggalkan tempat kejadian.


Para warga yang melihat itu pun hanya bisa geleng-geleng kepala dan membubarkan diri dari tempat tersebut.


____________


back to amel


setelah amel merasa jauh dari tempat tersebut ia pun menurunkan anak itu dan bertanya "Nama kamu siapa?"


"........"tak ada jawaban dari anak tersebut.


karena tak ada jawaban seketika hening karena amel kesal dengan anak itu.


karena melihat amel tak bersuara anak itu pun berkata "emmm.. aku ti..dak punya nama "


"hah"hanya itu jawaban dari amel.


'bagimana mungkin anak sekecil ini tak mempunyai nama'


"orang tua kamu dimana?"sambil melihat sekeliling.


"aku tidak punya orang tua" jawab anak itu dengan nada serak karena ingin menangis mengingat orang tuanya.


karena melihat itu amel langsung memeluk anak itu dan berkata "maaf"


Anak itu hanya menggelengkan kepala.


"apa kamu punya keluarga? kakak mungkin"tanya amel lagi dan hanya dibalas gelengan oleh anak itu.


"apa boleh?"


"tentu saja, tapi kalau kamu mau tinggal dengan kakak yang buruk rupa ini"kata amel dengan senyum pahit.


"jika itu tak merepotkan kakak aku mau" jawab anak itu sambil tersenyum ala-ala senyum pepsodent.


"sebelumnya kamu tinggal dimana?"


"karna aku tak punya tempat tinggal, aku......"jawab anak itu.


"aku...??"tanya amel.


geleng-geleng itulah jawaban anak tersebut.


"sudahlah lebih baik kita cari tempat untuk makan kamu pasti sudah lapar"kata amel sambil menggandeng anak itu untuk mencari tempat makan.


______________


didepan toko obat


'semoga nona tidak menunggu terlalu lama'


"nona mari kita pulang, obatnya sudah nubi beli"kata li mey sambil mencari nonanya di sekitar toko obat.


"NONA!!!"teriak li mey karena frustasi tidak menemukan nonanya.


iapun memutuskan untuk bertanya kepada para pedagang disekitar toko obat.


"maaf, apa anda melihat seorang wanita bercadar di daerah sini?"tanya nya pada pedagang satu.


"maaf saya tidak melihat wanita bercadar" jawab pedagang satu.


tidak jauh dari situ ada seorang ibu-ibu yang mendengar percakapan lu mey dan pedagang satu.


"maaf apa anda mencari wanita bercadar?"tanya ibu itu sambil mendekati li mey.


"iya, apa ibu melihatnya?"tanya li mey dengan mata berbinar binar.


"saya tadi melihat wanita bercadar di kedai teh di ujung sana" kata ibu itu sambil menunjukan arah ke kedai teh.


"terimakasih sebanyak banyaknya bu" kata li mey menunduk dan langsung mencari si nonanya.


Setelah beberapa saat mencari akhirnya ia menemukan si empunya di kedai teh seperti apa kata ibu itu tadi.


li mey pun langsung menghampiri nonanya.


.


.


.


bersambung