Moved Dimensions To The Old Days

Moved Dimensions To The Old Days
Ruang Dimensi



Setelah yi'er dan kedua adiknya meninggalkan kediaman teratai, yi'er memutuskan untuk mencari penginapan.


Setelah beberapa saat mencari penginapan akhirnya mereka menemukan sebuah penginapan.


yi'er memesan 2 kamar untuk yi'er dan kedua adiknya tentunya yi'er yang menempati kamarnya sendiri dan li mey dan xiao yi mereka berbagi kamar karena usia xiao yi yang masih terlalu kecil untuk tidur sendiri.


Saat sampai di kamarnya yi'er langsung membersihkan diri dan segera menuju alam mimpi.


Tapi sebelum tidur ia mengingat sesuatu.


'oh ia, kan ada ruang dimensi, kira kira bagaimana suasana yang ada di sana ya, jadi penasaran, kesana ah' batin yi'er dan langsung menuju ke ruang dimensinya.


Sampainya diruang dimensi ia disapa oleh si belati.


"Akhirnya nona berkunjung"kata belati.


"hem, apa kamu bisa berbicara normal dengan ku, tidak usah seformal itu, aku risih mendengarnya, bicaralah sebagai teman" kata yi'er panjang lebar.


"tapi nona..."kata belati


"tidak ada tapi tapi an . Aku ada pertanyaan untuk kamu" ucap yi'er.


"apa itu" kata belati sedang bicara selayaknya teman.


"sebelum itu aku akan memanggilmu Juna, karna apa? karena dari suara kamu terdengar seperti suara seorang pria" jelas yi'er.


"terimakasih karna memberikan aku sebuah nama yang indah" ucap juna.


"hem (sambil tersenyum) aku mau bertanya ,mengapa jika aku kesini cuma sebuah jiwa, kenapa nggak sama raganya sekalian?"tanya yi'er.


"itu karna kamu tidak bisa berkultivasi" jawab juna.


"apa tidak ada cara lain?" tanya yi'er lagi.


"ada" jawab juna.


"apa itu"kata yi'er.


"kamu lihat gua yang ada di depan itu?" tanya juna.


"hem" jawab yi'er.


Kamu dapat memasuki ruang dimensi ini dengan ragamu bahkan kamu bisa membawa teman teman kamu kesini dan ada beberapa kelebihan lainnya yang kamu dapat" jelas juna.


"Kelebihan lainnya? apa itu?" tanya yi'er.


"Aku akan menjawab itu jika kamu bisa menaklukan pedang itu" jawab juna.


"hem baiklah aku akan menaklukannya" yakin yi'er, iapun menuju ke gua yang dimaksud juna.


Saat sudah memasuki Gua tersebut ia melihat sebuah pedang yang sangat cantik tapi tertancap dalam batu yang lumayan besar.


"cantik" gumam yi'er sambil mendekati pedang tersebut.


"aku harus membuat pedang ini terlepas dari batu besar ini"


Yi'er pun mencoba melepaskan pedang tersebut dengan hati hati, dan akhirnya pedang itu terlepas dari batu tersebut.


Saat pedang sudah terlepas tiba tiba pedang tersebut mengeluarkan cahaya yang menyinari tubuh yi'er.


"Astaga ada apa dengan pedang ini, apa dia mau membunuhku dengan cahayanya itu" kata yi'er, mengapa membunuhku? itu karena cahaya yang dipancarkan dari pedang itu terasa panas bagi yi'er.



Saat cahaya pedang tersebut sudah meredup tiba tiba pedang itu masuk kedalam tubuh yi'er.


"kenapa pedang tersebut seperti menyatu dengan tubuhku" gumam yi'er sambil mengusap keringat yang membasahi wajahnya.


Yi'er pun memutuskan untuk bertanya dengan juna, tapi saat sudah berada di luar gua ia melihat burung yang ia selamatkan semasa dulu.


"Berendamlah di sungai air suci itu, Itu hanfu untuk kamu gadis bodoh" ucap burung itu dengan angkuh.


"Sombong, jadi burung jelek aja sombongnya selangit" gerutu yi'er sambil berendam di sungai yang dimaksud burung tersebut.


Burung itu yang mendengar gerutuan yi'er langsung pergi meninggalkan.


Setelah berendam yi'er langsung mengganti hanfunya dengan hanfu yang dimaksud burung phoenix tadi.


bersambung