Moved Dimensions To The Old Days

Moved Dimensions To The Old Days
Bertanya



Setelah yi'er mengganti hanfunya ia langsung mencari juna.


Saat sedang mencari juna , ia melihat juna yang sedang menghampirinya.


"Wah kamu sangat cantik nona" puji juna.


"iya kah?" tanya yi'er.


"jika kamu tidak percaya bercerminlah"kata juna sambil mengubah dirinya menjadi sebuah cermin.


Saat yi'er melihat bayangan dirinya dicermin ia terperangah dengan sosok dicermin itu.


"akukah itu?" tanya yi'er.


"hem"jawab juna.


"Astaga ternyata aku bisa berubah secantik ini. juna apa aku sedang bermimpi?"tanya yi'er.


"kamu sedang tidak bermimpi" jawab juna.


"tapi bagaimana aku bisa berubah secantik ini?" tanya yi'er.


"itu karena pedang bulan sudah mengakui kamu sebagai tuannya" jelas juna.


"oh iya, aku mau tanya. kenapa pedang itu masuk kedalam tubuhku?" tanya yu'er.


"karena kamu dan pedang tersebut sudah menyatu" jelas juna.


"jadi bagaimana aku bisa menggunakan pedang tersebut?" tanya yi'er.


"Kamu kan sudah mempelajari tentang teknik pedang jadi kamu bisa menggunakan pedang itu seperti pedang pada umumnya. Tapi pedang bulan itu istimewa, pedang tersebut memiliki kekuatan tersendiri. Dan pedang tersebut akan muncul jika kamu membutuhkannya" jelas juna.


"oh" yi'er hanya ber'oh' ria.


"oh iya bagaimana dengan waktu disini?" tanya yi'er.


"waktu disini lebih cepat dari waktu dunia luar, jika dunia luar menunjukan 1 hari maka sama dengan 1 bulan jika disini" jelas juna.


"oh, jadi kelebihan yang kamu maksud tadi itu apa?" tanya yi'er yang mengingat pertanyaannya yang belum di jawab juna tadi.


"Kelebihan lainnya adalah kamu bisa melihat ingatan seseorang dengan menatap mata orang itu dan kamu secara otomatis menjadi seorang alkemis" jelas juna.


"alkemis? bukankah itu adalah orang yang dapat membuat obat itukan?" tanya yi'er.


"iya tapi bulan cuma itu anda juga dapat memahami ilmu pengobatan yang ada di dunia yang sedang kamu tempati"jelas juna.


Saat sedang berbincang dengan juna tiba tiba burung phoenix datang menghampiri mereka.


"salam tuan" kata burung itu.


"eh burung jelek kamu sakit" kata yi'er karena perubahan dari burung yang selalu mengejeknya.


"kamu pasti tidak bisa meminum air suci ya?" tanya juna.


"hah" kata yi'er beo.


"tapi kan disini terdapat sumber daya yang sangat melimpah , mereka juga tidak akan mati kan" ucap yi'er.


"tentu mereka akan mati karena yang ada di sini tidak dapat mereka ambil karena tidak ada ijin dari nona. Begitupun dengan burung phoenix ini ia tidak dapat meminum air suci karena tidak ada ijin dari nona" jelas juna.


"jadi burung ini berubah karena ingin meminta ijin" ucap yi'er sambil melirik burung phoenix itu.


"Nona tolong ijinkan saya untuk menggunakan sumber daya yang ada di sini" pinta burung phoenix dengan suara parau.


Karena tidak tega yi'er mengiyakan tapi dengan syarat.


"Baiklah aku mengijinkannya, tapi dengan syarat.Aku akan menamaimu xiao bay, kamu tidak usah bicara seformal itu bicaralah selayaknya teman, dan jika suatu saat aku membutuhkan bantuanmu kamu harus bersedia" ucap yi'er.


"baiklah"


'aku akan melayanimu yi'er, aku akan melakukan yang terbaik, ternyata menjadi hewan kontrakmu bukanlah kerugian tapi sebuah keuntungan yang sangat besar. aku bersyukur memiliki tuan seperti kamu' batin xiao bay.


Merekapun berbincang bincang untuk mengakrapkan diri mereka.


Setelah cukup lama akhirnya yi'er pamit untuk pergi ke dunia luar.


"sudah cukup lama aku disini, sebaiknya aku kembali" ucap yi'er.


"bawalah air suci bersamamu"pinta juna.


"buat apa?" tanya yi'er.


"iya Yi bawalah air suci menggunakan botol itu, aku merasa kamu akan membutuhkannya"kata xiao bay.


"baiklah" kata yi'er.


"ingatlah air suci bisa menyembuhkan luka, meningkatkan kultivasi, dan menyembuhkan racun dan ada beberapa manfaat lainnya." kata juna.


"Dan ingat darah kamu merupakan racun yang sangat ganas dan yang bisa menyembuhkannya hanya kamu" nasihat xiao bay.


"apa racun yang ada ditubuhku adalah salah satu kelebihan dari pedang bulan?"tanya yi'er.


"iya, dan tubuh kamu kebal dengan racun apa pun dan seganas apapun racun itu"jelas juna.


"baiklah aku kembali dulu" kata yi'er.


"jangan melupakan kami gadis bodoh"kata xiao bay.


Yi'er yang mendengar itu hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum.


___________________


Saat sudah berada di kamar penginapan ia bangkit karena merasa gerah dan ia membersihkan tubuhnya dan tidur.


bersambung


Jangan lupa VOTE , LIKE, AND COMMENTS