Miss Cupid & Mas Cupid

Miss Cupid & Mas Cupid
13 Bab 13



"Hibur?" Anggi menajamkan pandangannya pada Rani.


"Udah, udah.. kita duluan." Kala tak mau memperpanjang. Kala, Tika, dan Anggi melangkahkan kaki menjauhi Rani.


"Sorry." Ujar Grady. Membuat Kala sesaat menghentikan langkahnya. Diikuti kedua temannya yang kemudian mematung.


"Sorry kalau klien Lo pada kabur dan malah milih gue saat ini." Sambungnya sambil mengangkat sebelah bibirnya, tersenyum penuh arti. Yang Kala sendiri tidak bisa mengartikannya.


Yang jelas dari tatapan Grady beberapa hari ini saat mereka bertemu, sudah menunjukkan ketidakbersahabatan.


Kenapa tatapan yang dulu selalu bikin gue nyaman, sekarang berubah banget? Sekarang seperti setan. Ya Allah! Apa salah hambamu ini. Batin Kala.


Kala dan dua sahabatnya melanjutkan langkah. Sebelumnya Anggi menatap tajam pada Kina. Kina yang tahu ditatap seperti itu hanya membuang muka lalu menundukkan kepalanya.


Baru saja Kala CS minus Kina mau melanjutkan perjalanan, sudah dihadang seorang murid laki-laki tampan yang berdiri di depan Kala sambil membentangkan lebar lebar kedua tangannya.


"Eits! Mau kemana adek cantik?" Katanya.


Sontak Kala cs dan Grady cs memusatkan perhatian pada siswa tersebut.


"Eh, a-anu, kak. Gue ada acara sama temen-temen gue." Kala nyengir kuda, memamerkan rentetan gigi depannya.


"Kok gitu sih. Kan elo udah janji sama gue, Kal. Sebentar lagi ada event, kita harus prepare dari sekarang. Kita harus sering latihan, ngulik lagu dan jamming bareng." Ujarnya.


"Tapi gue lupa, gue udah janji sama mereka dari jauh-jauh hari, Kak." Kala beralasan lagi. "Iya kan, girls?" Lanjutnya meminta dukungan pada kedua temannya.


Tika dan Anggi kaget diberi tatapan tajam penuh arti oleh siswa tersebut. Lalu mereka berdua saling menatap satu sama lain. Perasaan kedua dara itu campur aduk. Antara meleleh terpesona dan takut salah bicara.


"Bener?" Siswa itu memicingkan mata.


"Eh, nggak apa-apa kok, Kak Rizal. Lain waktu aja juga boleh, Kal. Nggak harus hari ini. Kan acara kita juga nggak mendesak mendesak banget. Iya kan, Nggi?" Tika angkat bicara akhirnya.


"Iya, Kal.. bisa kita tunda kok acaranya." Anggi menganggukkan kepala ikut menambahi.


"Ah! Kalian kenapa sih? Bantuin gue dong." Gumam Kala pelan. Pelan sekali. Khawatir kalau kalau Rizal mendengarnya.


Iya, siswa laki-laki yang kini tengah menahan Kala adalah Rizal. Si anak band yang belakangan gencar memaksa Kala untuk ikut ekstrakurikuler musik.


"Okay, thank you. Kalau gitu gue pinjam dulu teman kalian yang super gemes ini. Banyak banget alasannya." Kata Rizal sambil menarik lengan Kala. Mengajak Kala untuk mengikuti langkahnya.


"Dasar kecentilan. Kegenitan." Gumam Grady lirih tepat di dekat telinga Kala, saat Kala dan Rizal melintas di depannya. Kala sontak membulatkan matanya. Tak percaya kata-kata yang keluar dari mulut Grady.


Kala hampir saja terjatuh kalau saja dia tidak menyeimbangkan langkahnya. Langkah yang mungkin akan membawanya pada kesibukan yang entah dia bisa menikmatinya atau tidak. Rizal menarik tangan Kala dengan cukup kuat. Karena kalau tidak cukup kuat, pastilah siswi dengan julukan Miss Cupid itu bisa kabur dengan mudah.


"Sorry lama. Gue harus nego panjang buat bawa gadis cantik ini." Ujar Rizal pada teman-temannya yang sudah berkumpul di music studio.


DEG!


Gadis cantik? Apa? Kata kak Rizal gue gadis cantik? Nggak salah denger kan gue? Ya Tuhan, ternyata begini rasanya melayang namun tidak terbang. Kata Kala dalam hati. Pipinya mulai merona.


"Santai, bro.." jawab teman-temannya hampir bersamaan.


"Kal, kenalin ini temen-temen band gue. Yang mulai hari ini juga akan menjadi temen-temen lo." Rizal memperkenalkan teman-teman bandnya pada Kala.


Kala berkenalan dengan teman-teman Rizal satu persatu.


"Gue Naufal, panggil aja Opang. Gue sebagai Bassist." Naufal memperkenalkan dirinya.


"Gue Jeffano. Panggil aja Jeff. Gue Gitaris, sama kayak si Ijal." Jeff menjabat tangan Kala.


"Gue Akbar. Panggil aja Abay. Gue Keyboardist." Kata Akbar.


"Gue Raffi. Panggil aja Raffi atau abang Raffi, biar kelihatan lebih akrab. Jangan panggil Firman. Itu nama bokap gue. Kalo kakek gue namanya Ahmad Jaelani." Kata Raffi panjang lebar yang membuat Kala tertawa kecil.


Kala menyalami satu persatu teman-teman Rizal yang juga akan segera menjadi teman satu bandnya.


"Oh, jadi ini yang tempo hari lo bilang target lo, Jal?" Abay alias Akbar menaikkan satu alisnya.


"Oke juga nih target si Ijal." Ujar Opang alias Naufal. sambil tersenyum.


Kala bingung. Tidak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan.


"Target? Target apa ya maksudnya?" Tanya Kala mengernyitkan dahinya, menatap Naufal, Akbar, dan tentunya Rizal secara bergantian. Merasa sedikit tidak nyaman dengan istilah 'target'.


"Target vokalis, Kal." Rizal cepat-cepat menyahuti.


"Hahaha. Iya, target vokalis dong, Kal. Emang target apa lagi?" Akbar tertawa.


"Oh, gue kira kalian orang-orang jahat yang merencanakan target penculikan gadis gadis muda belia." Kata Kala asal kemudian.


Rizal CS tertawa bersamaan mendengar ucapan Kala barusan.


"Aneh aneh aja sih imajinasi lo, Kal." Naufal menggelengkan kepala dan masih tertawa kecil.


"Kalo yang diculik modelan begini, bakalan gue sekap di kamar. Orang lain nggak boleh lihat, cuma boleh gue doang yang lihat dan sentuh." Raffi menyeletuk, yang langsung mendapatkan tatapan tajam menikam dari Rizal.


Kala juga turut melotot ke arahnya.


"Ah, elah! Canda doang kali. Santai boss. Gue juga nggak akan berani. Tenang, tenang saudara saudara sekalian." Kata Raffi lagi.


"Becandaan lo bikin gue takut, kak. Merinding gue. Serem amat lo. Ngeri gue." Kala mengelus lengannya sendiri.


"Sorry, sorry. Becanda, Kal. Jangan dimasukin ke perut." Raffi masih dengan tawanya.


"Ya begitulah anak anak di sini, Kal. Semoga elo betah dan bertahan lama sama kita-kita." Ujar Jeff.


Yah, first impression not bad lah ya. Cukup asik. Setidaknya mereka ramah-ramah semua. Semoga gue betah dan mereka juga selalu asik dan selalu baik sama gue. Monolog Kala dalam hatinya.


Semua terdiam sesaat. Fokus pada alat musik masing-masing.


"Yuk, kita mulai coba main satu lagu." Kata Rizal memecah keheningan yang sebenarnya nggak hening hening banget. Karena ada suara alat alat musik yang sedang mereka stel.


"Oke, kita coba lagu i will fly ten2five ya, Kal. Lo bisa kan?" Tanya Jeff pada Kala.


"Bisa, Kak." Kala mengangguk.


Akhirnya hari ini Kala telah resmi masuk ke dalam band besutan Rizal CS itu. Kala masuk mengisi posisi vokalis yang sempat kosong untuk beberapa waktu kemarin.


_______


Kalau berkenan mohon like dan komennya yg membangun yah guisseee.. bantu othor biar semangat.


Thankyou 🤗