
"Ayah, Bunda, Kala berangkat ke sekolah dulu ya.." Kala pamit berangkat ke sekolah pada ayah Jamal dan bunda Deti, kedua orang tuanya.
"Pagi ini berangkat naik jet atau roket, Nak?" Tanya ayah sambil mengulurkan tangannya.
"Kok jet atau roket, Yah?" Tanya Kala bingung, sambil mencium punggung tangan ayahnya.
"Kan anak ayah mau ke Saturnus" Ayah tertawa kecil.
"Ah, ayah bisa aja. Hehehe." Kala ikut tertawa.
"Hati-hati ya, sayang.. jangan ngebut-ngebut!" Pesan Bunda, lalu mencium kening anak bungsunya.
"Nggak jadi bareng gue aja?" Tanya Pelangi yang baru saja selesai melahap habis menu sarapan paginya.
"Nggak ah, kak.. nanti aku ada acara sama temen sepulang sekolah." Jawab Kala.
"Pasti urusan klien lagi deh si Miss Cupid ini." Fajar menimpali.
Kedua kakak Kala memang sudah paham betul pekerjaan adiknya sebagai Miss Cupid sejak SMP.
"Ah, mau tau aja deh lo kak. Hahaha" jawab Kala tertawa.
"Yaudah hati-hati di jalan ya.. sekolah yang bener.." pesan Pelangi pada adik perempuan semata wayangnya.
"Siap kakak cantikku." Kala mencium pipi Pelangi.
"Lah? Kok gue nggak dicium? Wah, nggak adil ini. Dimana bisa ku dapatkan keadilan di negeri ini?" Fajar nyerocos protes.
"Aduh, gue lupa, Kak.. maaf ya, gue buru-buru." Kala tertawa sambil melambaikan tangannya dan berjalan menjauh dari meja makan menuju keluar rumah.
Perjalanan menuju ke sekolah pagi ini, Kala merasa seperti ada yang mengikuti dari belakang. Tapi setiap Kala melihat ke spion selalu tak terlihat jelas siapa orangnya. Sampai akhirnya Kala tiba di sekolahnya, SMA 1 Raga Nusantara.
"Oh, jadi kakak El toh yang ikutin aku dari tadi?" Kalimat pertama yang keluar dari mulut Kala setelah membuka helmnya.
"Yah, ketahuan deh gue." Kata Elang yang juga baru membuka helm full face miliknya. Orang yang sedari tadi membuntuti Kala di jalan. Meskipun tadi Elang belum membuka helmnya, tapi Kala sudah hafal dan mengenal betul motor dan helm yang dikenakan Elang sehari-hari.
Elang berkaca di spion motor, membenarkan tatanan rambutnya. Setelah selesai, matanya beralih menatap Kala.
DEG!
Kala yang baru saja turun dari motor tiba-tiba mematung. Seperti terhipnotis.
Eh, kok ganteng amat sih pagi-pagi gini. Mana wangi banget pula. Eh, tapi parfumnya kayak familiar. Mirip parfumnya siapa gituu..
Kala bermonolog dalam hatinya.
"Hallo! Lo marah ya?" Elang melambaikan tangannya tepat di depan muka Kala.
"E-eh! E-engga, kak.." Kala sadar dari lamunannya.
"Lalu?" Tanya Elang lagi.
"Takut kak. Gue pikir siapa tadi yang ngikutin gue. Gue takut diculik. Hahaha" Kala menjawab sekenanya sambil tertawa.
"Kalo gue culik beneran mau?" Elang tersenyum tipis.
"Mau!" Jawab Kala spontan.
Gadis remaja itu langsung menutup mulutnya.
"Eh, maaf kak.. kayaknya gue latah deh.." kata Kala asal demi menutupi rasa nervous.
Tiba-tiba tak sengaja pandangan matanya tertuju pada laki-laki pengendara motor sport berwarna biru yang baru saja datang. Laki-laki itu adalah Grady. Pandangan mereka bertabrakan dalam waktu beberapa detik.
Kala merasakan hal aneh dalam dirinya. Pandangan yang dulu menyejukkan, yang meneduhkan. Tapi sekarang ini pandangan itu terasa sangat dingin, tajam seperti menghujam sampai ke jantungnya. Detik berikutnya mereka saling membuang muka.
"Kenapa, Kal? Are you okay? Lo sakit?" Tanya Elang memastikan. Elang tidak tahu keberadaan Grady. Entah, tidak tahu atau tidak perduli.
Mereka berjalan bersama meninggalkan parkiran motor, menuju ke kelas masing-masing.
"Gue bisa bedain mana yang ngasal, mana yang jujur dari hati." Elang menatap tajam Kala. Melanjutkan obrolan yang tadi sempat terhenti.
"Ngasal gimana, Kak? Dari hati gimana? Maaf gue lupa tadi obrolan kita sampai mana." Ujar Kala.
"Tadi Lo bilang kalau mau diculik sama gue." Jelas Elang santai.
Lah?? Pipi Kala memerah, mulutnya sedikit menganga.
"Eh? Maaf ya kak kalau gue salah ngomong." Kala meminta maaf.
Dia mau culik gue? Dan dia nggak keberatan nggak marah pas gue bilang mau? Oh my Gosh! Tatapannya, nyandu.. Kalau ini mimpi, please siapapun jangan bangunin gue dulu. Ujarnya dalam hati.
Kala berhenti sejenak. Menyatukan kedua telapak tangannya dan mengangkatnya sebatas dada. Pertanda minta maaf.
"Maafin gue yang asal nyeplos ya, Kak.." Ujar Kala.
"Gue nggak marah. Gue malah seneng. Kapan lo mau gue culik?" Elang menarik tangan Kala untuk melanjutkan jalannya.
"E-eh? Mana ada orang nyulik janjian kak. Ada-ada aja deh.. hahaha" Kala mencoba tertawa untuk menutupi rasa gugupnya.
Tangan gue.. Ya Tuhan! Batin Kala.
Ya Allah.. boleh nggak sih, kalo hamba minta besok kak Elang pegang tangan ayah juga, tapi di depan penghulu sambil bilang saya terima nikah dan kawinnya Kala Senja Dirjati. Batin Kala lagi. Pikirannya tavelling kemana-mana.
"Kalo jalan jangan ngelamun. Ntar gue ajak ke kamar mandi terus gue masukin ke closet ga sadar lagi lo." Kata Elang begitu sampai kelas Kala.
"E-eh maaf, Kak.." Kala tersadar dari lamunannya.
"Udah nyampe kelas." Ujar Elang.
"Oh, iya.. masuk duluan gih, Kak.. gue ke kelas dulu ya.." Pamit Kala hendak membalikkan badan.
"Hei, ini kelas lo. Kelas gue di sana." Kata Elang sambil menunjuk ke arah selatan.
Kala mendongakkan kepalanya ke atas. Melihat ke papan nama kelas. Dan benar saja, itu adalah kelas X IPS 1, kelas Kala.
"Heh? Oh? Aduh.. iya, Kak.. maaf" Kala menggaruk belakang kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.
"Kalo gitu gue ke kelas dulu ya.." Kata Elang sambil mengacak-acak pucuk kepala Kala.
"Eh, iya.. hati-hati, Kak.." Ucap Kala.
Elang melambaikan tangan sambil berlalu. Kala membalas lambaian tangan itu.
"Dih! Sok kecantikan banget sih." Nyinyir salah seorang siswa yang melintas di depan kelas X IPS 1.
"Berkedok Miss Cupid. Padahal mah cuma mau deket-deket sama kakak kelas yang ganteng-ganteng." Ujar siswi yang lain.
"Tapi mana mungkin Elang mau sama dia. Cakepan kita kemana-mana gaes. Hahaha" tambah siswi ketiga.
Kala menggelengkan kepalanya pelan dan mengelus dadanya. Berusaha menstabilkan detak jantungnya setelah berdekatan dengan kak Elang, si kakel tampan. Dan juga menyuruh hatinya untuk bersabar atas ucapan siswi-siswi tadi.
_______
Ini karya pertama saya kakak kakak sekalian.
Mohon jangan dibully. Kasih saran saran yang membangun ya, biar othor semangat nulis dan belajarnya.
Mohon vote dan komen yg membangun nya ya..
Terimakasih banyak banyaaakk :))