
06.00 pagi.
Bara mulai bersiap-siap, memakai stelan jas yang baru di beli, dan masuk ke mobil seperti biasanya.
“ Apa jadwal saya hari ini?.”
“ Hari ini ada pertemuan dengan beberapa perusahaan lainnya.”
“ Ok, setelah itu saya akan pergi ke perpustakaan.”
Sementara itu aku, yang masih tertidur lelap.
“ Lihat nona kita yang satu ini, nyenyak sekali tidurnya apakah harus kita bangunkan?.”
“ Biarkan saja dulu kita beri waktu 15 menit, sudah kamu stel jam nya kan?.”
15 menit kemudian..
Alarm berbunyi tepat di samping telingaku.
“ Hoaam, woaaah..kenapa kalian semua ada di kamarku?.”
“ Selamat pagi princess, Ibu meminta tolong kami untuk membangunkan anda.”
“ Baik, baik kalian bisa keluar saja dulu.”
Plukkkk..
Aku tertidur kembali kurang lebih 1 jam setelah aku mendengar sesuatu dari ruang tamu.
Mereka semua duduk, dan berbicara tanpa ku.
Aku mendengar samar-samar dari jauh kalau aku adalah anak angkat mereka.
Kakak ku bahkan memegang sebuah foto yang katanya itu adalah ibu kandungku.
“ Ada apa ini pagi-pagi?, kenapa kalian semua menangis?.”
“ Kak? Ini kenapa, hu..hu..Cerita kenapa..”
“ Amara, sebenarnya kamu..Ma tolong lanjutkan.”
“ Amara sayang, sini duduk dulu.. jadi begini 21 tahun yang lalu kami menemukan mu di samping rumah.”
Sambil menangis mereka membuatku percaya dengan cerita itu.
“ Apa kamu percaya itu Amara?.”
Aku hanya mengangguk dan memeluk mereka.
“ HAHAHA, kamu tertipu..terima kasih pelayan kalian memang terbaik.”
“ Apa?.”
“ Sekarang waktunya kamu mandi dan bersiap, aku akan mengajak mu ke kantor.”
“ Kalian jahat…”
Para pelayan yang sudah terlatih juga memberikan ku sentuhan sedikit di bagian mata.
“ Tolong buat muka nya terlihat lebih fresh, rambut nya di roll saja.”
1 jam kemudian ..
Kami akhirnya tiba di kantor milik Kakak ku, Sandra.
Aku menahan tanganku dan meminta penjelasan mengapa aku di bawa ke tempat ini.
“ Papa sudah tau kalau kamu bekerja di perpustakaan, bahkan kemarin teman kamu juga Papa sudah mengetahui itu.”
“ Apa?.”
“ Maka dari itu, perpustakaan itu akan di sewakan kepada orang lain dan rumah teman kamu juga sudah di kembalikan lagi.”
“ Terus kenapa aku di bawa ke kantor?.”
“ Oh itu, aku mau minta tolong. Karena kamu lulusan terbaik di jurusan mu..tolong jadi sekretaris ku sementara saja.”
“ Kak? Lebih baik cari orang lain aja..”
3 hari kemudian.
“ Kamu menikmati pekerjaan ini bukan?.”
“ Ah? Haha iya menikmati.”
Aku mulai mengikuti kegiatan Sandra kemanapun, bahkan sudah sulit bagiku untuk mencari apartemen baru.
10.00 pagi.
“ Apa jadwal kita siang ini?.”
“ Siang ini ada meeting dengan..Go green?.”
Aku tidak bisa lagi menyembunyikan muka ku yang senang, sudah lama aku tidak melihatnya.
“ Kakak tau kamu mau bertemu dengan pemilik perusahaan itu, makanya jadwal itu di majukan.”
“ Kok bisa tau?.”
Flashback 3 hari yang lalu.
Pagi itu, hari pertama aku menjadi sekretaris.
Aku mengecek terus isi email yang ada di tab.
Bahkan aku juga mengecek isi noted yang sudah di isi oleh sekretaris yang sebelumnya.
“ Kamu senang kan? Nah sekarang ganti baju itu, sekretaris pakaian nya lebih sopan tapi juga harus fashionable.”
“ Loh, aku ga bawa pakaian lagi.”
“ Tenang saja.”