
“ Besok kalau kamu masih mau kerja disini, ganti lah pakaian mu jangan pake heels pake sepatu aja.”
“ Iya siap..”
Aku menemukan nya, aku bertemu dengan pria itu.
Tapi tunggu dulu, go green? ..
Setelah kami selesai makan malam, aku bertanya kepada kakaku tentang perusahaan itu.
Dan ternyata dia mengenalnya.
“ Dia rekan kerja kakak, dan kebetulan dia akan mampir ke kantor Papa juga besok.”
“ Hah? Ngapain?.”
“ Meeting, kamu kenapa?.”
“ Ga kenapa-kenapa, cuma pengen nanya aja.”
Perusahaan kami telah bekerja sama dengan perusahaan Go green milik Bara.
Ini artinya, aku akan semakin sering lagi bertemu dengan dia.
1 bulan berlalu, ku pikir Papa tidak akan mencari kan ku calon suami lagi.
Tapi ternyata aku salah..
“ Atur jadwal untuk Amara besok, dia akan bertemu dengan rekan kerja saya di kantor.”
“ Lagi? Dengan siapa lagi kali ini.”
Aku tidak banyak berharap, dan aku sudah membuat kesepakatan juga dengan Papa.
Dia tidak akan memaksa ku lagi, jika kali ini aku tidak menyukai nya.
“ Here we go..”
“ Selamat siang, pak Herman.”
“ Pa, Amara ga mau masuk.”
“ Ya sudah kalau kamu tidak mau masuk, tunggu di depan saja.”
Aku pergi kembali ke perpustakaan, untuk bekerja beberapa jam.
Karena aku sudah menerima gaji maka ku putuskan untuk mencari apartemen juga di dekat tempat kerja ku.
“ Cie rajin amat, ini belum jam kerja kamu loh.”
“ Iya, aku mau nyari apartemen dulu.”
“ Kamu bawa sepatu kan?.”
“ Ada dong, nih.. nanti aku balik lagi.”
Hari ini aku tidak bertemu dengan Bara, sepertinya dia sedang sibuk atau mungkin .. ke kantor Papa..
“ Baik pak, ini anak laki-laki saya satu-satunya namanya Bara.”
“ Halo om.”
“ Halo, oke kita lanjut meeting dulu sebentar.”
Apakah aku baru saja melewatkan sesuatu?, mudah-mudahan tidak.
Tingggg…
Tinggggg…
“ Apa Shiren tidak ada di rumahnya?.”
Tingggg…
“ Maaf, saya sudah mendengar bunyi bel daritadi. Sepertinya kamu mencari Shiren kan? Dia sudah tidak tinggal di rumah ini lagi.”
“ Kenapa? Dia pindah kemana?.”
“ Katanya, orang tua nya memanggil untuk pindah kembali ke Jepang.”
Krrringgggg..
“ Halo, halo..Shiren?.”
“ Tidak aktif lagi.”
21.00 malam.
Malam ini aku di tinggal berdua dengan Sandra.
Kami hampir tidak pernah bercerita sebelumnya, dan aku selalu melihatnya dengan wajah datar.
Tapi kali ini..
“ Ini teh buat kamu.”
“ Tumben, makasih.”
“ Sama-sama, apa aku boleh bertanya?.”
“ Tentu.”
“ Kenapa kamu bertanya tentang perusahaan Go green itu? Kamu sudah bertemu dengan dia?.”
“ Ah? Belum, aku cuma mendengar dari orang saja.”
“ Pemilik perusahaan itu baru saja datang ke kantor Papa tadi pagi.”
Sudah kuduga aku melewatkan kesempatan emas, yang mungkin tidak datang untuk kedua kalinya lagi.
Ada apa denganku, kenapa aku seperti ini.
“ Pasti ada sesuatu di antara kalian kan?.”
“ Tidak ada apa-apa kak, makasih ya teh nya aku masuk dulu.”
Tingggg…
Notifikasi pesan group masuk ke hp ku.
Itu adalah pemberitahuan jadwal pekerjaan besok.
“ Maaf Amara, tapi bulan depan adalah bulan terakhir kamu bisa bekerja disini.”
“ Tapi kenapa?.”
“ Kami akan segera menutup perpustakaan ini, terima kasih sudah mau bekerja bersama kami.”
Perpustakaan adalah tempatku pergi kalau aku lagi bersedih, sepertinya aku harus mencari pekerjaan baru.