Me And My Secret Husband

Me And My Secret Husband
Eps 15.



Aku melihat mereka membawa keluar kue besar itu.


Kue itu bertingkat dan banyak lilin di setiap tingkatannya.


Live musik klasik pun di mulai, semua tamu sudah berdatangan.


Di mobil, aku meminta maaf kepada Bara karena sudah membawa dia jauh ke masalah ini.


“ Tidak apa-apa setelah ini kita mungkin tidak akan bertemu kembali.”


“ Ya? Tapi kenapa pak?.”


“ Jangan panggil saya bapak, ayo masuk.”


Bara memegang tanganku dan berjalan masuk bersama-sama.


“ Putri kesayangan dari keluarga top ini telah datang, tamu di persilahkan berdiri.”


Mereka menatap ku penuh dengan keheranan, sementara orang tua ku tersenyum senang melihat Bara.


“ Apa itu suaminya?.”


“ Tapi kapan mereka menikah?.”


“ Jangan-jangan ..”


Sandra datang dan masuk di antara Ibu-Ibu itu.


“ Saya mau mengucapkan terima kasih semuanya, telah datang di acara saya.”


Salah satu dari Ibu-Ibu itu berteriak meminta untuk memperkenalkan Bara.


Bara kemudian mengambil mic yang ada di tanganku.


“ Saya Bara, tentu kalian pasti mengenal keluarga saya dan Amara adalah istri saya.”


Semua tamu undangan terkejut.


Sementara itu Papa Bara yang kebingungan mencari keberadaan anaknya.


“ Dimana Bara?.”


“ Saya juga tidak tahu pak.”


“ Cepat cari dia, kenapa dia selalu meninggalkan tempat lebih cepat.”


“ Baik pak.”


Waktu yang di tunggu kedua orang tuaku pun tiba, di meja bundar mereka terus berbicara kepada Bara.


“ Kak, bukannya mereka kenal ya sama Bara?.”


“ Kamu tau kan mereka cepat pikun sekarang.”


Awalnya semua tampak berjalan lancar, namun setelah selesai acara Papa menyuruh salah satu pelayan untuk memindahkan barang-barangku ke dalam mobil Bara.


Aku mulai kebingungan akan tinggal dimana.


“ T-tapi Pa, mendingan aku pindah nya besok aja ga si ini udah malam kan.”


“ Apa???.”


Kami mulai berjalan meninggalkan restaurant dan menuju ke hotel yang sudah di pesankan untuk kami berdua.


Di hotel, aku dan Bara hanya terdiam dan melamun.


“ Maaf banget Bara, aku udah ga bakal bawa kamu ke masalah ini lagi.”


“ Gapapa, sebentar lagi aku akan pulang.”


Tingggg…


“ Maaf non, ini koper nya.”


“ Oh iya makasih banyak ya.”


Sebelumnya aku belum pernah mengatakan kepada Bara kalau aku adalah adiknya Sandra.


Bahkan kami belum pernah memulai percakapan yang santai.


Setelah beberapa lama, Bara kemudian berpamitan untuk kembali ke rumahnya.


Dan sejak saat itu, aku belum pernah melihatnya kembali.


5 tahun berlalu..


Hari ini aku mengantar kedua orang tua ku untuk pergi perjalanan bisnis ke Jepang.


Mereka tentu tidak lupa dengan Bara, dan terus bertanya keberadaannya.


“ Suami kamu sekarang dimana? Dia bener suami kamu atau gimana Amara?.”


“ Dia bener kok, dia..lagi bisnis nanti juga kembali.”


Aku terus berusaha meyakinkan Papa.


“ Hati-hati ya..”


Ketika aku kembali ke perpustakaan tempat dimana aku pertama kali membawa Bara disana.


Tidak ku temukan lagi karyawan yang mengenalku, semua kelihatan berbeda.


Dan tempat kesukaan Bara juga sudah di ubah.


“ Kayaknya aku mengenal dia..”


Pria itu duduk di pojok sembari membaca sebuah novel.


“ Mirip Bara tapi kayaknya ga mungkin.”


Pria itu kemudian melihatku dan pergi begitu saja.


“ Itu…”


Aku meminta info terbaru kepada sekretaris di kantor tentang Bara.


Dan sekretaris itu mengatakan kalau Bara baru saja tiba dan sedang berada di kota yang sama denganku.