Me And My Secret Husband

Me And My Secret Husband
Eps 13.



Ketika aku masih kecil, mereka sering membawaku ke acara.


Aku melihat gadis cantik berjalan menggunakan gaun indah, dan aku bermimpi suatu hari nanti bisa seperti itu juga.


H-2.


Sandra menyuruh ku untuk menemani nya berbelanja.


Dia bahkan mengkosongkan jadwal nya untuk 2 hari ini.


“ Tolong carikan baju yang bagus untuk adik saya.”


“ Kak ga usah, aku udah punya banyak baju.”


“ Sekali aja deh.”


Aku mencoba beberapa baju, dan juga jumpsuit serta baju kantoran.


“ Saya ambil semuanya, baju nya nanti di kirim aja ya.”


“ Ok bu, ini kartunya.”


Sekarang kami menuju ke beberapa salon.


“ Kalian punya MUA profesional bukan?.”


Bahkan Sandra menanyakan pertanyaan seperti itu di salon yang berbeda.


Sampai akhirnya dia menemukan salon terbaik.


“ Kenapa harus MUA yang bagus? Kenapa harus beli banyak baju?.”


“ Sekarang kita ke kantor, aku akan menceritakan semuanya.”


Sesampainya di kantor, Sandra akhirnya menceritakan kalau dia tidak sengaja mendengar percakapan Papa dengan sekretarisnya.


Papa akan mengundang banyak pengusaha ternama di acara ulang tahunku nanti.


Acara yang ku pikir awalnya untuk mempertemukan mereka berdua, ternyata akan mempertemukan mereka semua.


Aku mulai panik, dan gemetar.


Tapi Sandra mencoba menenangkan ku.


“ It’s okay adik.”


Alasan Sandra dapat ku terima, akhirnya aku pulang dan sengaja untuk duduk di dekat ruangan kerja Papa.


Di dalam ada seorang sekretaris dan Papa yang sedang berbicara.


“ Amara tidak lama lagi sudah berusia 22 tahun, berikan dia yang terbaik.”


Aku cukup tersentuh dengan kata-katanya barusan.


Sementara itu keluarga Bara.


Mereka sedang mempersiapkan acara untuk peringatan kematian Mamanya.


“ Halo sayang, aku akan segera bertemu denganmu.”


Papa Bara yang sedang berdiri memandangi foto mereka.


Dan Bara yang sedang sibuk memasukkan kembali data-data pekerjaan di laptopnya.


“ Kamu tidak merindukan Mama mu?.”


Bara hanya terdiam dan tetap bekerja.


“ Tadi Papa ga sengaja masuk ke kamar mu, siapa perempuan di foto itu?.”


“ Bara?.”


“ Dia pacar saya.”


Bara berjalan meninggalkan Papa nya sendiri.


Kemudian berbaring sebentar di kasur nya, dia membuka atap nya dan melihat bintang-bintang.


Mengingat kembali momen bersama Mama nya dan mantan pacarnya.


Kehilangan dua orang sekaligus membuat Bara merasa bersalah.


“ Kalau saja waktu itu mereka tidak ada di mobil..”


Bintang-bintang bersinar terang malam itu.


Bara tertidur sambil mendengarkan pesan suara dari Mama nya yang masih dia simpan dari perekam suara.


Aku yang masih belum bisa tertidur kemudian mengecek handpone.


“ Bagaimana ya keadaan Bara, tidak ada pesan masuk sampai sekarang.”


Flashback kejadian ketika aku dan Sandra sedang belajar bermain piano.


Saat itu, Papa menyuruh kami untuk bermain salah satu lagu yang paling susah.


Aku teringat masa-masa itu.


Sandra tidak bisa memainkan lagu itu dan selalu mendapatkan pukulan di telapak tangannya.


Sementara aku..


“ Tidak apa-apa nak, nanti kita coba lagi.”


Sandra menangis dan berlari ke pelukan Mama.


Keesokan paginya…


Kukuruyukk..


Aku bisa mendengar suara ayam itu seperti sangat dekat sekali jaraknya.


Terdengar suara kegaduhan yang datang dari dapur.


Ternyata mereka sedang berusaha menangkap ayam yang masih hidup.


“ Bi, tangkap Bi…”


“ Awas non, ini salahmu si Maria..”


“ Loh kok salahku toh.”


“ Masih pagi Bi, sini aku bantuin.”


Tanpa berlama-lama, aku berhasil menangkap ayam itu dan membantu Bibi untuk memasak.