Me And My Secret Husband

Me And My Secret Husband
Eps 14.



H-1.


Para pelayan mulai sibuk menyiapkan masakan terbaik mereka.


“ Non, gimana rasa makanan nya? Enak?.”


“ Hmm..”


“ Masakan bibi yang ini gimana non?.”


“ Emmm, nah yang ini mantap bi.”


Bara terbangun dari tidurnya yang nyenyak, lengan nya terpasang infus.


Seorang dokter sedang berbicara kepada Papa nya.


Dia mengatakan kalau Bara hanya kelelahan saja dan memerlukan beberapa hari untuk istirahat.


“ Tapi Bara setau saya tidak sedang sibuk bekerja belakangan ini.”


Papanya hanya memberikan wajah yang datar dan sesekali melihat Bara.


Dua penjaga juga di suruh untuk mengawasi Bara.


Dan sekretaris untuk menemaninya.


“ Maaf pak.”


“ Tidak apa-apa, kamu sudah mengatur untuk besok kan?.”


“ Sudah semuanya pak.”


Sementara itu di rumah, Papa dan Mama sedang mengurus bisnis mereka yang akan segera di buat bulan depan.


Sandra yang sedang berada di restaurant untuk membantu menyiapkan acara.


Aku duduk sambil menikmati teh yang baru saja di buat Bibi.


Bibi bercerita dan memberikan ku semangat.


Sore harinya, Papa baru saja balik dan mengatakan bahwa dia baru saja melakukan perjanjian bisnis dengan Papa Bara.


Aku hanya bisa menatap pasrah Sandra.


“ Kamu lihat kan, mudah-mudahan saja besok Papa nya tidak datang.”


“ Aku kan gatau kalau bakal jadi kayak begini.”


Sandra dan aku mengambil waktu sebentar, kami pergi ke perpustakaan.


Dan bertemu dengan karyawan yang selalu mencariku.


“ Maaf kak, mau nanya boleh?.”


“ Nanya ke saya?.”


“ Iya kakak.”


“ Oh iya boleh, kenapa?.”


“ Suami kakak yang kemarin kemana?.”


“ Suami? Bentar … ah dia, ada kok lagi di rumah hehe.”


Sandra menarik tanganku dan bertanya mengapa aku selalu pergi ke tempat seperti ini.


Hanya melihat buku-buku, duduk di dekat jendela dan sofa yang empuk.


“ Ini, iya aku baca tapi ga semuanya. Ini, yang ini..dan ini oh sama yang ini juga mau aku bawa pulang.”


Sandra tertidur dan mendengarkan lagu dari headset nya.


“ Aku sangat lelah dengan semua ini.”


Akhirnya waktu yang di tunggu-tunggu telah tiba, hari ini adalah hari ulang tahun ku.


Beberapa teman orang tuaku baru saja mengirimkan banyak bingkisan besar.


Aku menerima satu box yang ukurannya tidak terlalu besar, berwarna biru dengan pita sedang.


Di dalamnya ada seekor kucing Anggora.


“ Tapi tidak ada yang tau kalau aku menyukai kucing.”


Kucing itu ku beri nama Minnie.


Ada sepucuk surat di dalam box itu.


“ Happy birthday.”


Bahkan nama pengirimnya tidak tertulis disitu.


Keluarga Bara baru saja akan pergi untuk bertemu dengan Mama nya.


Bara memegang sekuntum bunga kesukaannya.


Sekretarisnya pun mengingatkan Bara jika dia akan ada acara sebentar malam.


“ Kamu sudah kirim hadiah itu kan?.”


“ Sudah pak.”


Aku mengajak Minnie untuk berkeliling rumah, dan memperkenalkannya pada Chili.


Seekor anjing kesayangan Mama.


17.00 sore.


Sandra mengajak ku untuk kembali bertemu dengan MUA terkenal itu.


“ Tolong bikin adik saya jadi cantik.”


“ Apa? Emang sekarang aku ga cantik?.”


“ Sekarang ya? Hmm, Engga..”


Dia terus saja meledek ku.


“ Udah sekarang kamu dengar kakak aja, habis ini kita coba gaun kamu kembali.”


Setelah 2 jam berlalu, aku akhirnya siap untuk pergi.


Sebuah pesan masuk di hp ku.


“ Saya sudah di depan rumah mu.”


“ Apa? Dia bahkan tidak membunyikan..”


Pippppp…


“ Iya, baik.. tunggu.”