
Fadil diam sebentar. Dia berpikir dengan sedikit tekanan. Kenapa Koko ngga tanya dia dulu soal itu?
Fadil jadi bingung. Dilain sisi kalau dia jujur mungkin Reyya akan langsung memecatnya selain itu dia juga harus ganti rugi sebab uang muka yang di berikan Koko kemarin langsung Fadil pakai untuk persiapan.
"Iya! gue gay kok."
Akhirnya Fadil memilih jalan aman. Ya ampun, dia berucap maaf beribu kali pada Tuhan. Takut-takut Fadil, dia nanti malah jadi macam ucapannya, kan ngga lucu.
"Okedeh! Ayah emang bener-bener cari perawat sesuai apa yang gue mau."
Fadil tersenyum tipis menanggapi perkataan Reyya. Biarlah sekarang dia berbohong demi mimpinya yang sudah di depan mata.
"Dil?"
"Eh," kaget Fadil sambil mundur kebelakang.
"Lo ngelamun Dil?"
"Nggak kok Rey, gue agak capek aja mungkin."
Netra Reyya menyipit. Sepertinya dia lihat Fadil segar bugar saja sebelum perbincangan tadi dan tiba-tiba melamun, jelas itu ada apa-apa. Tapi, sudahlah.
"Okedeh. Gue udah selesai kerja." Reyya beranjak dari kursinya dan menuju tempat Fadil berdiri sekarang.
"Step dua gue mau lo urus kamar gue. Berantakan banget Dil, gue mau mandi dulu."
Fadil lega tapi dia juga penasaran akan korelasi pertanyaan tentang gay tadi dengan tugasnya sekarang.
"Tunggu Rey, apa fungsinya lo mau gay buat jadi perawat?"
Reyya nampak menimbang dengan satu alis terangkat. Entahlah Fadil tidak bisa menebak apa yang Reyya pikirkan.
"Ya, gue ngga mau laki-laki kayak lo napsu aja kalau liat daleman gue gitu atau apalah di dalam kamar plus rumah ini. Gini-gini gue juga harus jaga diri."
Ooh jadi itu. Fadil pikirannya sudah entah kemana berkeliling.
"Gue nggak akan napsu kok," ucap Fadil sambil tersenyum.
Reyya menunjukan dua jempolnya. Dia juga tersenyum tipis membalas Fadil tadi.
"Gue balik udah rapi ya Sadil!!"
"Oke!!" teriak Fadil agar Reyya yang sudah jauh melangkah itu dengar.
Fadil kira Reyya akan menuju ke kamar mandi dalam kamarnya yang tentu pasti ada. Tidak mungkin rumah sebagus ini tidak ada kamar mandi dalamnya.
Baiklah, Fadil melangkah menuju kamar Reyya, perlahan dia membuka pintunya.
"Ya ampun.. anak perawan kamarnya kaya kapal karam, lumutan plus acak-acakan."
Fadil menghela napas panjang. Perasaan sejorok-joroknya dia itu nggak pernah sampai baju juga dalaman bercecer macam jamur di hutan hujan basah begini.
Belum lagi meja rias yang biasanya kalau perempuan umum nih, banyak skincare, handbody, parfum ini malah isinya kumis, topeng pesta juga tumpukan kartu domino.
"Dia mau ngaca apa mau apa?"
Fadil melihat semua sisi kamar Reyya, mencari benda tidak lazim lainnya di kamar anak perawan.
Tapi untungnya sekian detik dia mencari selain bungkus makanan ringan tidak ada hal yang aneh lainnya.
Fadil menghembuskan napasnya lega. "Untung dia masih waras ngga pakai obat-obatan terlarang atau apa yang ilegal. Gue curiga tadi dia begitu."
Ya memang kalau di lihat dari penampilan ngga seekstrem itu si Reyya tapi liat ada kartu domino otak Fadil jadi memikirkan hal itu.
"Lo jahat banget mikir gitu, Dil."
Fadil menoleh. Kini dia melihat Reyya yang sehabis mandi hanya dengan tank top dan hotpants saja. Melihat itu Fadil tidak kerasan malah kaget.
"Ya ampun, Reyya!!" Fadil langsung maju menuju posisi Reyya yang masih santai berdiri.
Fadil melihat Reyya dari atas kepala sampai ujung kakinya.
"Kulit lo kok belang-belang Reyya?!" ya ampun, kalau nanti Reyya begitu penampilannya bagaimana jodohnya akan datang?
Huhh.. siapa laki-laki yang mau punya aset begitu?
Reyya tertawa keras. Fadil bahkan melongo, apa yang lucu disini coba?
"Lo kayak emak gue aja Dil." Reyya lanjut terbahak.
Huh, Fadil tau kalau Reyya ini extraordinary, tapi kalau masalah kulit bisa sampai belang begitu, ini namanya extra jorok sekali!
"Listen Rey, gue ini laki-laki loh, menurut pandangan gue kalau perempuan kulitnya kayak gini, belang-belang burik, ngga akan ada yang mau sama lo Rey! jodoh lo nanti balikin lo sama Koko pas malam pertama gimana? malu Rey bapak lo!"
Eh, Fadil kelepasan. Netranya melirik sedikit ragu pada Reyya yang kini diam saja.
"Mending gitu. Gue ngga mau ketemu sama jodoh," ucap Reyya santai sambil sekarang rebahan di kasur.
Tapi belum sampai bokong Reyya nempel di kasur Fadil melotot dan langsung mencegahnya.
"Eh tunggu Rey!! itu masih kotor!!"
Fadil maju langsung menyeret Reyya untuk menjauh dari kasurnya dan mendudukkan anak perawan itu di kursi meja rias yang sudah di bersihkan Fadil kilat.
"Gue perawat lo kan?" Reyya mengangguk.
"Jadi mulai sekarang lo harus nurut instruksi gue, oke Rey?!"
Alis Reyya terangkat, "Kan gue bilang lo harus nurutin omongan gue di a--"
"Iya gue ngikutin lo. Ini, tadi lo mau rebahan kan? nah tapi gue juga punya aturan buat lo boleh rebahan di kasur bersih aja. Jadi setiap apa yang lo mau, gue pasti jabanin Rey! tapi sesuai syarat dari gue. Anggap aja lah gue yang menentukan SOP keinginan lo. Deal?"
Menggebu sekali Fadil menjelaskan soal kesepakatan baru tadi. Fadil sebenarnya hanya tidak mau membuang waktu menjadi perawat seperti ini.
Begini pemikiran Fadil, kalau Koko bilang sampai dia --si Reyya-- menemukan jodohnya maka kontrak kerja Fadil pun akan putus jika, si Reyya ini sudah ketemu jodohnya. Nah kalau kondisi Reyya begini, gimana jodohnya bisa datang?
"Oke deal."
Fadil tersenyum dengan napas lega. Dia langsung membereskan kasur Reyya yang sungguh mengenaskan. Lagi-lagi Fadil membandingkan dirinya dengan Reyya. Perasaan kasurnya tidak pernah sekotor ini.
Dengan cekatan Fadil menyelesaikan kasur Reyya. Langkah terakhir mengganti seprai kasur.
"Rey lo ngga ada seprai kasur apa?" tanya Fadil saat tidak menemukan seprei di lemari Reyya.
Reyya menguap. Sepertinya dia ngantuk sekali.
"Time is money. Gue kerja terus, Dil, mana ada ngurus barang kayak seprei kasur?"
Hiihhh Fadil rasanya ingin mencakar Reyya sekarang!
Nggak mungkin kan si Reyya ini tidur tanpa seprei kasur? kalau ambil di kamar lain juga pasti udah pada kotor. Fadil memutar otak sambil menghela napas panjang.
Aslinya dia ini udah capek loh. Ingat juga ya dia kesini langsung kerja tanpa duduk atau minum air putih setetes saja. Ini perawan memang benar-benar membuat dongkol Fadil.
"Oke kita beli di marketplace kilat! plus langsung londry hari ini juga! lo ngga boleh ngebantah Rey, ini demi kemaslahatan banyak pihak!"
Ah, Reyya tau sekarang. Si Fadil masuk jenis perjaka jablay alay!
.
.
.
Bersambung...
Holaaa
Semoga suka yaaa
Jangan lupa tinggalkan jejak yaaa
Love all