
Sorry for typo
.
.
.
.
.
"Terimakasih yah nak sudah membantu Raisa dan membawanya di UKS. Kamu memang anak baik" Ucap mama Raisa pada Keyra sambil mengelus rambut Keyra.
Detik itu juga Keyra terdiam, matanya sedikit tertutup menikmati elusan dari ibu temannya "beginikah nyaman nya sentuhan ibu" batinnya.
Sementara sang ayah sudah datang sambil memapah Raisa yang masih lemah sedangkan sang ibu bertugas membawa tas milik sang putri yang tadi sempat Keyra ambilkan.
"Sayang ayok" Ucap sang suami.
"Iya"
Kemudian Ibu Raisa tersenyum pada Keyra dan mengikuti sang suami yang sudah lebih dulu berjalan di depan dengan Raisa. Keyra juga membalas senyuman itu dengan tulus.
*****
Galaxsi tak henti nya memandangi salah satu kursi kosong di dekat jendela, baru tadi pagi dia menyapa sang pemilik meja itu dan siang hari nya dia tak lagi menemukan pemilik itu.
Pak guru juga menyampaikan bahwa Raisa izin pulang karena sakit. Bukan hanya kursi Raisa yang kosong, namun kursi Keyra juga. Ntah dia tadi sempat ke kelas mengambil tas Raisa lalu kembali keluar tanpa mengatakan apapun.
Besok adalah hari minggu, dan dia bisa menggunakan hari itu untuk menjenguk sekalian mengerjakan tugas dari pak guru. Beruntung pak guru mau memberikan Galaxsi alamat dari Raisa jadi gampang untuk Galaxsi.
Hingga keesokan hari nya Galaxsi benar-benar datang ke rumah Raisa. Tentu nya tidak dengan tangan kosong, dia membawa sekantung buah segar untuk Raisa dan tas sekolah di punggung nya.
Ia pun menenangkan jantung nya dulu baru setelah itu dia menekan bel rumah. Tak menunggu lama seorang wanita cantik dengan perut buncit membuka kan pintu untuk Galaxsi.
"Maaf, mau mencari siapa?" Tanya sang perempuan yang tak lain adalah Laras.
"Ah saya teman nya Raisa. Saya ingin menjenguk Raisa serta mengerjakan tugas yang diberikan dari pak guru untuk kami" Sebenarnya Galaxsi agak gerogi saat berbicara, tapi sebisa mungkin ia santai.
"Oh kalau begitu masuk dulu silahkan"
Galaxsi pun di tuntun untuk masuk kedalam rumah, dan dia dipersilahkan duduk di kursi ruang tamu sambil menunggu Laras untuk memanggilkan Raisa yang sedang berada di kamar nya.
"Diminum dulu minuman nya nak" Tiba-tiba seorang wanita datang dengan sebuah nampan yang berisi gelas teh dan snack di piring. Lalu meletak kan di meja.
"Iya, terimakasih tante" Balas Galaxsi.
Ibu Raisa pun duduk di sofa singel di sana sambil memeperhatikan Galaxsi, dan Galaxsi yang merasa di perhatikan hanya menunduk diam saja. Sidikit malu daat diperhatikan seperti ini.
Tak lama seorang gadis yang tak lain adalah Raisa tengah turun dari tangga sambil membawa buku yang ada di tangan nya. Walau masih terlihat pucat Raisa tetap cantik, ntah Galaxsi tiba-tiba bengong saat melihat Raisa turun dari tangga rumah nya.
"Mama pergi saja sana, aku mau belajar bareng sama Galaxsi" Ucap Raisa sambil meletak kan buku nya di meja.
"Iya ya yang mau berdua an"
"Apaan sih mama"
"Sa itu punya gw" Galaxsi bahkan sampai bengong.
Raisa langsung tersedak saat minum dan meletak kan kembali gelas itu di meja, walau begitu pun dia ternyata sudah meminum seceguk teh itu.
"Ah maaf biar gw buatin lagi" Raisa hendak berdiri tetapi terhenti karean Galaxsi yang langsung mencekal tangan nya dan membuatnya kembali terduduk di sofa.
"Nggak usah ngakpapa, gw kesini buat ngerjain tugas bareng lu. Bukan untuk minum teh"
Raisa pun tersenyum dan mengangguk. "Yaudah ayok"
Mereka berduapun larut dalam pembicaraan tentang pelajaran. Raisa bertugas membaca dan mengambil informasi penting dari buku sedangkan Galaxsi yang menulis semua yang di ucapkan Raisa di buku.
Bahkan tanpa mereka berdua sadari bahwa salah satu dari ponsel mereka tengah berdering. Raisa bahkan sempat memberikan senyum nya kembali saat melihat Galaxsi yang tengah menulis di kertas dengan Rambut yang ikut bergerak saat ia menulis. Sungguh momen terindah sekali bagi Raisa, setelah 2 tahun akhirnya ia bisa berduaan seperti ini dengan Galaxsi.
*****
"Dia emang nya kemana tante" Tanya Devan yang sudah berada di depan rumah Galaxsi dengan ibu nya Galaxsi.
"Katanya sih dia mau mengerjakan tugas bareng teman nya, tapi tante gk tau teman nya siapa" Balas Ibu Galaxsi.
"Apa Arsya yah tante?"
"Mungkin saja, kalau begitu coba deh cek aja di rumah Arsya siapa tau dia disana"
Devan tadi nya berniat mengajak Galaxsi untuk makan bareng di restaurant, eh malah Galaxsi nya tak ada di rumah. Sebenarnya bukan hanya makan sih, Devan juga ingin menanyakan seseorang pada Galaxsi.
Bahkan ia sudah menelfon nya berkali-kali dan selalu tidak di angkat. Kan Devan jadi kesal sendiri, tau kan bahwa Devan bukan orang yang penyabar dan gampang terpancing emosi.
"Yaudah tante aku permisi dulu"
Devan pun akhirnya memutuskan untuk pergi ke rumah Arsya karena ia juga tau selain dia Arsya lah yang paling dekat dengan Galaxsi. Dengan manaiki mobil sport milik nya maka tak lama juga ia sampai di rumah Arsya.
Setelah sampai di rumah Arsya ia pun turun dari mobil dan menekan bel yang ada di gerbang rumah nya, karna rumah Arysa benar-benar besar dan mewah.
Devan terus menekan bel nya hingga seorang security menghampiri nya dan membukan gerbang untuk Devan,
"Oh anda sahabat nya non Asya kan silahkan masuk" Ucap sang security yang sudah hafal karena Devan sering kesini bersama Galaxsi dulu.
bukan nya masuk Devan malah tetap menunggu di luar gerbang sembali menatap sang security.
"Panggilkan saja Arsya gw gk mau masuk" Devan menyenderkan bahu nya di tembok, sang securitypun segera berlari masuk kedalam rumah untuk memanggil Arsya.
Tak lama Arsya pun datang dengan hotpans yang ia pakai dan baju panjang yang menutupi celana nya. Ia terlihat sangat antusias saat Devan datang, lihat saja penampilan nya.
"Kenapa kesini? Kangen gw kan?" Ucap Arsya dengan sangat pd nya.
"Galaxsi mana?"
"Gk tau dia nggak kesini kok"
"Oh...Yaudah" Devan pun langsung masuk kembali kedalam mobil nya dan menjalankan mobil nya menjauh dari rumah Arsya.
Gila dia hanya kesana untuk menanyakan itu. Arsya bahkan sampai mengumpat dalam hati, untuk dia cinta sama Devan jika tidak udah di penjarakan dia.
Tbc....