
Sorry for typo
.
.
.
.
.
Raisa sedang memasuk kan semua barang-barang nya ke dalam tas, dan tak lupa ia juga membawa leptop nya. Raisa sekarang sedang bersiap untuk ke rumah Galaxsi, dan beruntung tadi sang tante mengizinkan nya asalkan tidak pulang lebih dari jam 4 sore.
Raisa yang mendapat Izin pun senang, saat itu pun ada notifikasi masuk di ponsel nya. Ternyata itu adalah Galaxsi dan dia mengirimkan alamat rumah nya pada Raisa.
Dengan kecepatan kilat nya Raisa langsung bergegas menyiapkan barangnya tadi. Dan sekarang dia hanya tingga berangkat ke alamat yang dikirimkan Galaxsi.
Raisa berjalan dengan senang hati di anak tangga rumah nya, senyum nya selalu terlihat menunjukan bahwa dia sedang bahagia.
"Ingat jangan pulang lebih dari jam 4" Suara sang nenek tiba-tiba terdengar dan perhatian Raisa langsung teralih ke ruang makan dimana disana sedang ada sang nenek dan Laras.
"Iya nek, aku cuma sebentar aja kok. Aku berangkat dulu yah nek"
Raisa sedikit melirik Laras dan seperti nya Laras masih marah soal yang kemarin. Raisa kemudian berjalan keluar dari rumah dan disana sudah ada ojek yang menunggu. Karena Raisa memesan gojek motor untuk ke rumah Galaxsi. Iya kali dia jalan kaki.
Setelah menaiki gojek Raisa pun sampai di depan rumah besar nan cantik. Setelah turun dari gojek Raisa segera membayar dan berjalan mendekati pagar rumah besar tersebut dan ternyata pagar itu tidak di kunci.
Raisa dengan lancang nya langsung membuka pintu tersebut dan berjalan kembali mendekati pintu utama rumah itu. Setelah itu pun Raisa membunyikan bel rumah.
Walau Raisa membunyikan nya selama sekali , sang pemilik rumah langsung membuka kan pintu rumah mewah itu. Dia seorang wanita, cantik dan seperti nya kakak dari Galaxsi.
"Cari siapa!" Ucap wanita itu dengan sangat ketus.
"Emmm...saya teman nya Galaxsi kak" Balas Raisa dengan nada yang amat pelan.
"Kakak, lu pikir gw kakak lu gitu. Gw ibu nya Galaxsi panggil tante!" Bentak wanita itu yang membuat Raisa terkejut.
"M..maaf tante" Raisa menunduk kan kepalanya.
"Sudahlah masuk saja" Wanita itu pun mempersilahkan Raisa masuk walau dengan nada yang masih sama.
Raisa yang di persilahkan masuk langsung duduk di sofa yang ada di ruang tamu rumah itu.
"Tunggi disini" Wanita itu langsung pergi menaiki anak tangga ke sebuah kamar.
Raisa hanya memandang heran wanita itu. Dia terlihat sangat muda dan usianya kira-kira tak jauh beda dari Sonia, sepupu nya Raisa. Tetapi kenapa dia mengaku ibu nya Galaxsi, bahkan wanita itu lebih cocok jadi kakak nya Galaxsi.
"Raisa, owh sudah datang. Ayok ke kamar gw aja" Ucap Galaxsi yang baru datang menghampiri Raisa.
"Kenapa di kamar?" Tanya Raisa dengan was-was.
"Jangan berpikir macam-macam, gw gk akan apa-apain lu kok. Disana ada sahabat gw juga soalnya"
"Owh" Raisa pun langsung ngikut aja Galaxsi ke kamar nya.
Setelah sampai ke kamar Galaxsi Raisa terkejut melihat beberapa barang berceceran di lantai tetapi tidak terlalu banyak, mungkin hanya keripik, bantal, dan stik game. Raisa melihat ada seseorang yang tengah tiduran di kasur sambil membelakangi mereka.
"Sebentar ya" Galaxsi pun membereskan semua snack yang berceceran di lantai dan barang-barang lain nya. Sedangkan Raisa hanya memperhatikan lelaki yang tengah tidur membelakangi dirinya itu. Sepertinya tidak asing.
"Sudah. Ayo Raisa" Galaxsi pun mengajak Raisa duduk di dua sofa yang ada di kamar itu dan sofa itu berhadapan.
Mereka berdua pun melanjutkan nya dengan membaca dan menulis. Seperti yang ia lakukan di rumah Raisa waktu itu. Tapi sekarang tugas berganti, Raisa lah yang menulis dan Galaxsi yang membaca dan meringkas nya.
Saat di tengah penulisan, tiba-tiba lelaki yang ada di kasur itu berdiri dan menghampiri Galaxsi dengan membawa ponsel nya.
"Gw pinjem hp bentar dong" Ucap lelaki itu, Raisa yang seperti nya tak asing langsung menengok ke arah lelaki itu. Dan mata mereka bertemu.
"Lu lagi" Ucap mereka secara bersama-sama. Galaxsi yang tidak tau apa-apa hanya memandangi mereka berdua dengan otak kosong.
"Lu ngapain disini kucing" Ucap Lelaki itu yang ternyata dia adalah Devan.
"Eh nama gw itu Raisa bukan kucing, dan lagian seharusnya gw yang tanya ngapain lu disini?" Tanya Raisa kembali.
"Ini tuh rumah sahabt gw jadi gw juga boleh dong kemari" Balas Devan.
Raisa mengangkat alisnya bingung, lalu bertanya pada Galaxsi "Dia sahabatlu" Galaxsi yang sedang loading itu hanya bisa mengangguk sambil mengedipkan matanya.
"Wahh gila kucing ini, mau ngedeketin sahabat gw lu hah" Ucap Devan kembali, Raisa yang mendengar itu pun langsung diam. Kenapa Devan bisa tau.
"Benerkan?"
"Ngg...nggak kok, mana ada" Balas Raisa walau agak gugup dan takut jika Galaxsi tau.
"Ngomong aja gk lancar, pasti benerkan?"
"Udahlah kenapa kalian malah berantem sih" Suara Galaxsi pun menghentikan pertengkaran mereka, "Baguslah jika kalian saling mengenal, tak perlu bersusah payah gw kenalin kalian"
"Hai Galaxsi! Asal lu tau aja, cewek ini tuh cewek gk bener" Ucap Devan sambil menunjuk Raisa.
"Apaan, deh jaga mulut lu ya" Balas Raisa tak kalah keras nya.
"Emang bener kan gw bilang, dasar kucing. Manusia jadi-jadian" Ejek Devan yang langsung membuat Raisa naik darah.
"Udah gw bilang gw tuh punya nama, kenapa lu panggil gw kucing sihh" Balas Raisa dengan ngegass.
Dan pertengkaran itu pun terus berlanjut selama 5 menit, mereka terus saja saling adu bacod satu sama lain. Galaxsi yang sudah jengah pun langsung membuka suara lagi.
"STOP KALIAN" Tak main-main kini Galaxsi sampai meneriaki mereka dengan sangat keras sehingga membuat mereka langsung diam.
"Sudah selesai berantem nya, kalau kalian berantem lagi gw lempar kalian ke luar jendela kamar gw" Bentak Galaxsi dengan emosi yang sudah di ubun-ubun bahkam wajah nya sudah sangat merah sangking marah nya.
"Apaan kan--"
"Stop sekali lagi salah satu dari kalian bicara, gw lempar beneran kalian dari sini" Potong Galaxsi pada ucapan Devan yang belum terselesaikan.
Mereka berdua pun akhirnya diam anteng, tak ada yang mau bicara. Mungkin mereka berdua takut akan kemarahan Galaxsi terutama bagi Raisa yang baru menjadi teman Galaxsi.
"Ada apa sih? Kenapa ramai sekali sampai teriak-teriak" Seseorang wanita tiba² masuk ke kamar sambil membawa senampan makanan dan minuman.
Tbc...