Life Again

Life Again
Chepter 2



Sorry for typo


.


.


.


.


.


Raisa berjalan sendiri menyusuri panjangnya jalan di depan nya, sambil sesekali menendang batu kecil dengan sepatu sekolah nya karena sangking bosan nya dia berjalan sendiri.


Berjalan sendiri memang sudah menjadi rutinitas Raisa saat berangkat, pulang sekolah atau pun saat dia ingin pergi keluar seperti toko atau lain lain nya. Karena ia membaca di buku berjalan setiap hari juga bisa membakar kalori dalam tubuh, maka dari itu dia tetap melakukan nya walau kadang merasa malas dan lelah. Karena dia tidak mau gendut.


Saat tiba di halaman rumah nya. Raisa langsung melepas sepatu dan kaos kaki, lalu diletak kan nya di rak sepatu. Baru dia masuk kedalam rumah.


Hal pertama yang dia lihat hanya sang nenek yang tengah menonton televisi di ruang tamu sambil menikmati secangkir teh. Raisa sudah menduga jika memang kedua sepupunya dan Tante nya belum pulang oleh karena itu Raisa langsung menghampiri sang nenek dan duduk di sofa singel dekat nenek nya.


"Oh sudah pulang. Sana ganti baju, makan terus tidur jangan main hp ingat" Ucap sang nenek yang sudah menyuruh Raisa untuk melakukan ini itu, padahal Raisa baru juga pulang.


"Sebentar yah nek, Aku masih capek"


Sang nenek langsung menatap Raisa seolah mengatakan "Kubilang sekarang" Raisa pun langsung ciut. Raisa mau tak mau menuruti nenek nya karena dia takut dengan nenek nya


Seperti yang diperintahkan oleh sang nenek Raisa langsung ke kamar mengganti bajunya dan kembali ke meja makan untuk makan. Tetapi saat sampai di meja makan dia melihat pintu terbuka dan bisa di tebak yang datang adalah kedua sudara sepupunya. Walau begitu Raisa tetap memilih cuek dan melanjutkan jalan ke meja makan.


Perlu kalian tahu jika Raisa hanya tinggal bersama nenek dan tantenya bersama kedua saudara sepupu nya. Karena kedua orang tua nya bekerja di luar kota dan hanya pulang dua minggu sekali dan kadang tidak pulang jika keadaan disana sedang buruk.


"Lu udah pulang ternyata, cepet banget" Ucap sepupu Raisa pertama yaitu Laras.


"Bukan nya ada les bahasa inggris kan lu?" Lanjut sepupu kedua yaitu Sonia.


"Gurunya lagi keluar kota jadi gk bisa ngajar" Setelah membalas pertanyaan sepupunya Raisa langsung melanjutkan makan.


Laras dan Sonia mereka berdua adik kakak dan umur mereka hanya berbeda 3 tahun. Dimana Laras sudah menikah lalu sekarang tengah hamil tua dan sedang ditinggal suaminya untuk dinas di luar kota jadi dia menginap di rumah nenek nya sedangkan Sonia masih kuliah. Oh dan tante nya Raisa adalah seorang dokter bedah.


Lalu mereka berdua pergi ke kamar masing-masing dan berganti baju seperti yang dilakukan Raisa tadi. Setelah menyelesaikan makan siang nya Raisa segera ke kamar nya dan tidur siang, seperti yang disuruh nenek nya tadi.


"Kenapa rasanya sepi banget?" Tanya Raisa setelah masuk kedalam kamar nya.


Rasanya Raisa benar-benar kesepian, berbeda dengan saat dimana dia sedang bercanda dengan temannya tadi pagi di sekolah. Memang Raisa tidur sendiri dan selalu sendiri, seharusnya dia sudah terbiasa dengan rasa sepi.


Setelah mengunci pintu kamarnya, Raisa dengan langkah malas duduk di tempat tidurnya dan duduk menghadap tas yang memang ia letak kan di kasur sejak tadi. Ia membuka tas itu dan mengeluarkan sebuah ponsel dari tas itu lalu melihat sebuah notifikasi masuk dari youtube nya.


Dan seperti biasa. Raisa akan selalu menghabiskan siang hingga sore nya untuk menonton vidio youtube nonfaedahnya. Jangan lupakan jika dia juga memakai earphone agar nenek nya tidak mendengar dari luar kamar nya.


Raisa sempat tersenyum dan tertawa saat melihat vidio itu. Senyuman tulus.


*****


Raisa segera menyelesaikan sarapan nya dengan cepat, hingga membuat seluruh orang di meja makan mengawasinya dengan mata tak biasa. Apalagi sang tante yang sedari tadi telah mengecap Raisa orang rakus.


"Kenapa buru-buru banget" Tanya sang tante.


"Gk ada waktu tan" Raisa langsung meminum segelas air putih yang sudah tersedia dan langsung menyambar tas nya dan berlari kecil ke arah nenek nya. "Uang saku?"


Nenek nya hanya menggelengkan kepala lalu memberinya lembaran uang 20 ribuan. Raisa langsung memasukan uang itu ke tas nya dan berlari ke luar rumah bak orang kesetanan.


"Kenapa sih tuh bocah?" Tanya Laras sambil melihat punggung Raisa perlahan menjauh dari pengelihatan nya.


"Biasa, belum ngerjain pr" Ucap enteng Sonia dan melanjutkan sarapan nya.


Kebiasaan rutin Raisa, yaitu tidak mengerjakan pr. Itu memang sudah menjadi penyakitnya sejak sd hingga sekarang. Beruntung ibu dan ayah nya tak tau.


Raisa berlari sangat kencang menuju sekolah nya. Cukuplah menempuh jarak 1,5 km dengan durasi kurang lebih 20 menit. Sekolah Raisa memang bisa di bilang 'sedikit' lebih jauh dari rumahnya.


Raisa langsung berlari di lorong menuju kelas nya, ia harus mengejar waktu sebelum guru killer datang. Bahkan tanpa sengaja ia sempat menabrak junior nya tadi.


Setelah sampai di dikelas dia di kejutkan oleh sekumpulan murid yang tengah berkumpul dalam satu kursi, bahkan Yuni dan Adja pun juga ikut serta. Dimana mereka semua tengah melakukan ritual pagi yang 'tidak' sering mereka lakukan yaitu 'mencontek'.


"Gw ikutan dong" Raisa langsung berlari ke kursinya dan membuka tas nya untuk mengambil buku pr nya.


"Lu juga belum kerjain Ris, astaga memang dasar kalian semua pemalas" Ucap Arsya yang sebenarnya hanya candaan, tetapi candaan itu lebih mengarah ke hinaan.


Walau mereka semua di kelas itu menganggap itu candaan tetapi teruntuk Raisa itu seperti sebuah hinaan. Bahkan senyuman Arsya saja tidak bisa di pastikan itu senyuman tulus atau fake smile. Raisa memiliki hati yang sensitif.


"Gw juga gk tau kenapa gw jadi se pemalas ini, mungkin memang sudah dari lahir gw" Raisa langsung bergabung dengan siswa lain dan ikut mencotek buku yang telah di kerjakan oleh ketua kelas mereka.


"Kalau bisa cepet yah, soal nya keburu pak guru dateng" Ucap Friska yang menjabat menjadi ketua kelas di kelas ini.


"Dari semua siswa/i di kelas ini memang menurutku kau yang paling pemalas" Ucap Arsya pelan dan mungkin hanya bisa di dengar kan oleh Keyra saja yang sudah ada di sebelahnya.


Tbc...