Life Again

Life Again
Chepter 4



Sorry for typo


.


.


.


.


.


Raisa berhenti di sebuah supermarket yang tidak terlalu besar juga, dia membungkuk dengan nefas yang tidak teratur. Setelah sekian lama berlari akhirnya Raisa berhenti juga karena memang jarak rumah dan supermarket tak bisa di bilang dekat.


Lalu kenapa dia tidak naik taksi saja tadi? Kenapa harus berlari? Karena Raisa tidak bisa naik mobil. Dia trauma, karena dulu saat kecil ia pernah kecelakaan mobil bersama mama dan papa nya dan itu mengakibatkan mama nya yang tengah hamil akhirnya keguguran dan Raisa dinyatakan koma 2 bulan tetapi papa nya hanya menderita luka-luka saja.


Sejak saat itu pun dia selalu tidak mau diajak naik mobil dan jika di paksakan trauma nya akan kambuh dan dapat membuat nya pingsan atau depresi karena saat naik mobil ia akan merasa mengalami kembali kejadian yang menimpanya saat kecil dia dulu. 


Raisa melangkah kan kakinya untuk memasuki supermarket dan disambut oleh ucapan selamat datang oleh sang kasir supermarket. Raisa pun kembali berjalan menuju rak yang berisikan makanan ringan (snack), Raisa pun berjalan untuk melihat satu persatu.


Setelah mendepatkan apa ia inginkan lalu ia berlalu ke lemari es dia melihat apa yang ia ingin kan lalu mengambil nya lagi. Melanjutkan kembali, dia mendekati tempat penyimpan es krim dan mengambil dua es krim coklat yang berlapis kacang lalu menuju kasir untuk membayar.


"Total nya 22 ribu kak" Ucap sang kasir.


Raisa berniat mengeluarkan dompernya tetapi tunggu ia tak sengaja melihat sesuatu yaitu permen pink rasa stroberry kesukaan nya yang berada di dekat kasir. Raisa pun mengambil itu dan meletak kan nya di kasir.


"Sekalian itu"


"Di tambah dengan permen karet berarti jumlah nya 24 ribu kak"


Raisa pun mengambil uang dua puluh lima ribu dari dompetnya dan  berniat memberikan uang nya ke kasir sebelum tetapi belum sempat karena tiba-tiba tangan seseorang lelaki memggeser belanjaan Raisa dan menggantinya dengan sekaleng bir yang ada di tangan nya.


Raisa langsung menoleh ke samping, betapa terkejutnya dia melihat Galaxsi dengan hoodie yang sama seperti dirinya berdiri di sebelahnya.


"Total nya 6 ribu kak"


"Sebentar" Galaxsi pun merogoh sakunya dan dia pun panik saat tidak menemukan dompet nya di saku celana nya. Kemudian dia merogoh saku hoodie nya tetapi tetap tidak menemukan nya.


Raisa yang melihat wajah pakih Galaxsi langsung mengerti, dia pun mengambil lagi uang lima ribu dari dompet nya dan menggabung kan nya dengan uang nya tadi lalu memberikan nya kepada kasir.


"Kembalian nya dia kak"


Raisa pun langsung mengambil kresek belanjaan nya dan keluar dari supermarket itu. Dia pun duduk di kursi yang ada di depan supermarket dan mengambil es krim nya. Awalnya dia hanya santai saja tetapi tiba-tiba Galaxsi datang dan duduk di kursi sebrang nya karena mereka satu meja.


Raisa yang melihat itu langsung mengalihkan pandangan nya, sedangkan Galaxsi mulai meminum birnya. Memang suasana tidak mendukung. Masa minum bir di siang hari seperti ini kan tidak ada suasana yang seperti itu lah (?)


"Ternyata lu, gw hampir aja nggak ngenalin lu karen lu pakek topi" Ucap Galaxsi seraya meminum bir nya.


"Memang kenapa?"


"Lu lebih cantik pakek topi" Dasar emang dari sono nya udah jadi Playboy, makanya Galaxsi sudah handal dalam menggombali wanita. Raisa yang di gombali pun menunduk malu sambil menjilati es krim coklat nya.


"Btw makasih tadi udah dibayarin besok gw ganti uang nya" Galaxsi mengangkat kecil kaleng nya sambil melihat Raisa.


"Santai aja, kita kan sekelas jadi lu bisa ganti kapan saja" Raisa memasuk kan permen karet yang ada di kresek dan ia masuk kan kedalam saku hoodie.


"Tetep aja gw bakal ganti kok"


"Iya ya"


"Eh Sa, lu tau nggak selama ini ada yang merhatiin gw dan Arsya bilang cewek itu suka sama gw. Apa lu tau?" Tanyanya.


uhukk...uhukk


Raisa tiba-tiba tersedak es krim nya sendiri saat Galaxsi mengatakan itu, apa Arsya sudah mengetahui jika Raisa suka sama Galaxsi? jika iya bisa gawat masalahnya.


"Sa?" Ucap Galaxsi sekali lagi lalu membuat Raisa tersadar dari lamunan nya.


"eumm....ntah gw gk tau" Raisa lalu berbalik dan sibuk dengn eskrim nya. Sedangkan Galaxsi sudah mengangkat bahu acuh.


Suasana pun kembali hening mereka berdua larut dengan hal mereka lakukan masing-masing. Hingga Galaxsi pun berdiri dari duduk nya, Raisa yang bingung pun melihat Galaxsi berdiri.


"Gw boleh pinjem uang lagi nggak? Besok pasti gw ganti di sekolah" Galaxsi memandangi begitu intens Raisa yang masih memakai topi nya.


"Buat apa?" Tanya Raisa.


Galaxsi pun menggelengkan kaleng bir nya yang kosong "Mau beli lagi"


Raisa lalu menggelengkan kepala nya dan mengambil es krim yang masih berada di kresek lalu membukanya dan memberikan nya ke Galaxsi.


"Lu masih belum cukup umur buat minum bir, mending makan eskrim ini enak lho. Nih!" Raisa memberikan es krim itu kepada Galaxsi yang kembali menatap bingung di depan nya.


"Nggak itu punya lu, mending lu makan aja"


"Gw udah makan satu lagian kan makan es krim banyak-banyak juga nggak baik. Jadi nih! Buat lu"


Galaxsi pun mengambil es krim coklat itu dari tangan Raisa dan kembali duduk di kursi sebelum nya. "Makasih yah" dan hanya di balas anggukan oleh Raisa.


Galaxsi tertegun dengan Raisa, bahkan sahabat nya Arsya saja tak peduli dengan dirinya yang merokok dan minum-minum. Tetapi berbeda dengan Raisa yang sangat perhatian bahkan mereka saja jarang bicara berdua seperti ini waaupun mereka sekelas. Atau Galaxsi saja yang terlalu pede.


Tak terasa waktu berjalan sangat cepat dan mereka berdua masih saja duduk di sana sambil menikmati es krim dan di tambah snack dari Raisa. Raisa yang menyadari nya pun segera melihat jam di tangan nya. Pukul 15.20 Wib


Raisa segera bangkit dari duduk nya dan kembali merapatkan topinya.


"Gw pulang dulu yah udah sore bye" Raisa pun berlari meninggalkan Galaxsi yang masih bingung dengan sikap Raisa.


Saat di kelas Raisa lebih suka diam, dan dia begitu baik tetapi saat setelah melihat jam Raisa langsung ketakutan dan berlari sangat kencang. Tentu saja Galaxsi heran dong.


"Kenapa dia aneh banget?"


Tbc...