Life Again

Life Again
Chepter 11



Sorry for typo


.


.


.


.


.


Raisa mengigit bibir bawahnya dengan perasaan takut, ia terus mengetuk-ngetukan sepatu yang ia pakai. Keringat dingin terus bercucuran di dahinya walau AC sudah menyala dari tadi. Tepat disebelah nya juga ada siswa lelaki dengan wajah babak belur yang ada di wajah nya.


Kalian pasti sudah tau apa yang tadi terjadi. Yah, Raisa dengan sangaha tadi memukul siswa yang ada di kelas waktu itu. Tetapi Raisa hanya memukul nya sekali dan Arsya lah yang paling banyak memukul siswa itu. Tetapi sial nya nasip Raisa, saat dia memukul siswa itu bertepatan dengan guru yang masuk kelas nya. Karena itu pun Raisa lah yang di bawa di ruang bk bersama siswa itu bukan Arsya.


"Raisa saya mau bertanya, Apa kesalahan nya sehingga kamu memukulnya sampai seperti ini?" Tanya Guru dengan mata yang tak teralihkan dari Raisa.


"Saya rasa saya tidak salah bu" Jawab Raisa dengan suara pelan.


"Apa itu perbuatan yang diperbolehkan?"


"Tidak bu"


"Lalu kamu, kenapa kamu bisa di pukuli oleh dia?" Tanya sang guru pada siswa yang ada di sebelah Raisa.


"Saya tidak tau apa-apa bu, saat saya tak sengaja lewat di depan kelas kakak senior saya tiba-tiba saya di tarik ke dalam kelas dan di pukuli di sana"


Raisa langsung memandang ke sampingnya dengan tatapan terkejut. Apa-apaan ini, bukan kah ini memutar balik kan fakta. Bahkan dia baru satu kali memukul nya dan itu atas suruhan Arsya juga.


"Tidak bu, dia bohong. Dia sebenarnya yang memulai bu, dia bilang bahwa saya wanita murahan dan dia mau melecehkan saya" Elak Raisa dengan cepat.


"Benarkah itu?" Sang guru melirik siswa lelaki yang ada di sebelah Raisa.


"Saya tidak bicara itu bu, itu fitnah" Balas sang siswa lelaki itu.


"Jika bu guru tak percaya bisa tanyakan pada Arsya dia punya rekaman pembicaraan dia ini dengan teman nya tentang rencana nya itu" Jalas Raisa yang sudah merasa terpojok kan.


"Saya sudah bertanya kepada Arsya dan dia bilang tidak tau apa-apa"


Disitu Raisa mengepalkan tangan nya dengan kuat. Tetapi ia berusaha menahan amarah nya agar tidak kelepasan, karena dia tau walaupun dia marah itu tidak akan membuat hukuman nya hilang dan malah membuat hukuman nya semakin berat.


"Jadi kau harus mengakui perbuatanmu ini Raisa" Ucap sang guru.


"Saya tidak bersalah bu jadi kenapa saya harus mengakui kesalahan yang tidak pernah saya lakukan" Raisa berusaha seberani mungkin.


"Lalu haruskah saya menunggu kamu untuk mengakui perbuatan mu selama bejam-jam di sini?"


Raisa sempat menimang sebentar ucapan bu guru. Sebenarnya dia sudah sangat ketakutan hingga mengigit bibir bawahnya. Sampai ia mengatakan,


"Saya bersalah bu, dan saya mengakuinya"


"Bagus. Mending kamu minta maaf sama adik kelasmu"


"Gw minta maaf, gw salah" Raisa mengulurkan tangan nya sebagai permintaan maaf dan untungnya dibalas jug asana adik kelas nya.


Setelah bersalaman pun adik kelas Raisa pergi meninggalkan ruangan BK sedangkan Raisa masih tetap duduk disana menunggu hukuman yang akan diberikan oleh ibu guru di depan nya.


"Wajahmu terlihat pucat apa kamu habis sakit?" Tanya sang guru dan hanya di balas anggukan kepala oleh Raisa.


"Lebih baik kamu ke ruang kesehatan sekarang, untuk kali ini kamu saya bebaskan dari hukuman" Raisa yang kaget langsung mendongak. Dapan ia lihat wajah sang guru yang tengah tersenyum melihatnya.


"Terimakasih bu, apa saya boleh pergi sekarang bu?'


"Silahkan"


Raisa pun keluar dari ruangan BK dengan hati yang amat senang tak terhingga, hingga ia sampai berlari ke koridor sekolah. Setelah sampai di kelas nya dia pun langsung masuk ke kelas yang amat sangat ramai sekali.


Karena pelajaran pertama kosong karena guru yang mengajar tengah ada urusan di luar sekolah jadi jam mereka kosong. Dan saat Raisa masuk terlihat beberapa dari mereka memperhatikan Raisa tak terkecuali Arsya. Tentu saja dengan pandangan syok mereka.


"Sa, lu gk di...hukum?" Ucap Arsya dengan nada yang amat pelan.


"Lu mau gw di hukum?" Tanya balik Raisa.


"Ah nggak gitu...maksudnya-"


"Gw dibebasin sama guru nya" Raisa langsung duduk di kursi nya sambil melihat ke jendela. Ia dapat melihat para lelaki seumuran nya tengah bermain di lapangan basket. Mereka anak IPS-1.


"Baguslah kalau lu gk dihukum" Arsya langsung memutar balik kepalanya ke arah depan.


"Oh ya Sa gw kepo lu ditanyain apa aja disana?" Tanya Yuni sambil mendekati Raisa.


"Gk ada, gw cuma disuruh minta maaf terus di bebasin dari hukuman itu aja" Balas Raisa.


"Aneh deh, kenapa guru nya kayak gitu?" Tanya Adja.


"Gw gk tau juga mungkin guru nya udah tau yang sebenarnya"


Semua nya pun kembali ramai seperti semula, terkecuali Arsya yang terlihat resah. Mungkin dia takut jika adik kelas yang tadi (pura-pura) ia pukuli mengadu yang sebenarnya pada guru.


Sebenarnya semua itu hanya rencana Arsya, ia ingin Raisa dihukum guru BK. Oleh karena itu ia menyuruh salah satu adik kelas untuk merekam suara nya dan mengirimkan pada Arsya. Lalu ia akan "berpura-pura" lagi sedang memukuli adik kelas nya tersebut dan membela Raisa.


Dan mencoba membujuk Raisa agar memukul adik kelas nya tersebut dan Raisa terpancing kebetulan juga sedang ada guru yang tengah lewat di depan kelas dan melijat nya. Jadilah Raisa yang di salahkan. Karena semua itu sudah di rencanakan.


Tiba-tiba Galaxsi menghampiri Raisa dan memberikan satu kotak susu untuk Raisa. Raisa yang bingung langsung mendongak dimana Galaxsi tengah berdiri.


"Itu buat lu, btw gw mau nanya. Nanti kita jadi belajar di rumah siapa?" Tanya Galaxsi sambil berjongkok menyamakan tingginya dengan meja Arsya.


"Makasih ya. Kan udah gw bilang nanti dirumah lu, rumah gw gk bisa soalnya dilarang membawa lelaki di rumah gw kecuali ada salah satu keluarga lelaki yang datang baru boleh" Ucap Raisa. Karena memang benar dan jika di langgar makan Raisa akan kena akibatnya.


"Lho bukan nya ada bokap lu kan?"


"Bokap sama nyokap gw cuma pulang dua minggu sekali atau gk pulang. Karena mereka kerja di luar kota. Bahkanbtadi pagi aja mereka baru balik ke kota" Jelas Raisa.


"Owh. Jadi di rumha gw dong?" Dan hanya di balas anggukan polos dari Raisa. "Yaudah deh dirumah gw tapi nanti gw jemput aja pakek mobil"


Raisa langsung melotot mendengarnya....


Tbc...