Life Again

Life Again
Chepter 6



Sorry for typo


.


.


.


.


.


"Bapak mau kalian semua untuk membuat ringkasan nya dari apa yang dimaksud dengan masyarakan multikultural dan kalian akan bapak buat tim yang terdiri dari dua orang karena materi masih panjang jadi belum bapak jelaskan dan kalian harus membuat ringkasan nya" Jelas pak guru di depan yang membuat semua muridnya menggela nafas berat mereka.


"Apa? Mau membantah? Kali ini bapak akan nentuin tim nya dan bapak kasih waktu 3 hari untuk mengerjakan nya. Hari selasa kalian akan presentasikan hasil ringkasan kalian"


Pak guru mulai berjalan ke satu meja dan ke meja yang lain.


"Friska dengan Leo" Ucap pak guru. Friska bersorak senang dan tos dengan Leo.


"Keyra dengan Rizal


"Pak!" Arsya mengangkat tangan nya.


"Iya Arysa ada apa?"


"Saya mau satu tim dengan Galaxsi" Arsya memandang Galaxsi yang mengacungkan jempol ke Arsya.


"Bapak sudah bilang jika bapak akan menentukan nya. Dan karena kamu sudah sering satu tim dengan Galaxsi jadi bapak ganti kamu satu tim dengan Noval dan Galaxsi kamu eummm.....ah kamu satu tim dengan Raisa"


Raisa yang tengah meletak kan kepala nya di meja pun langsung mengangkat kepalanya tegak sambil memandang Galaxsi. Terlihat Galaxsi okay okay aja tetapi Arsya, jangan di tanya dia terlihat melirik sinis Raisa.


Raisa yang merasa dilirik sinis lalu mengangkat tangan "Pak saya tidak mau dengan Galaxsi, saya akan sendiri saja pak"


"Tidak Raisa, selama bapak menyuruh tugas berkelompok atau tim kamu mesti minta sendiri. Tapi sekarang kamu sudah kelas 3 sma dan bagaimanapun kamu juga harus mengerjakan minimal satu kali kerja tim dengan anak lain. Kamu paham?!"


"P...paham pak" Raisa hanya membuang wajahnya ke samping. Akan sangat susah bicara dengan tante nya nanti.


Raisa sudah biasa mengerjakan semua tugas sendiri dan sekarang tiba-tiba pak guru menyuruhnya untuk bekerja satu tim dengan Galaxsi hanya untuk sebuah ringkasan.


Apa ia harus mengajak Galaxsi ke rumahnya? Atau dia yang harus ke rumah Galaxsi? . Mau dimanapun itu ia tetap harus meminta izin ke orang Rumah dan pasti mereka akan menjawab nya dengan 'tidak! Cepat masuk kamar'. Raisa harus membicarakan sesuatu dengan Galaxsi jika begini.


*****


Jam pelajaran telah usai, Raisa masih tetap dikelas sambil memikirkan bagaimana cara ia membujuk tante dan nenek nya. Bahkan ia sampai menggigit bibir pucatnya karna berpikir terlalu dalam.


Ia terus melamun dan tak sadar jika ada seseorang yang sudah berada di belakang nya, melihat semua yang ia lakukan. Orang itu hanya diam saja sambil memperhatikan dirinya.


Raisa terlihat memegangi kepalanya karena pusing mulai menguasainya, lalu ia perlahan berdiri. Wajahnya benar-benar pucat bahkan ia seperti vampir jika begini.


Hingga Raisa pun pingsan dan orang yang mengawasi nya itu langsung menangkap tubuh Raisa dulu sebelum dia jatuh dan terbentur ke lantai yang keras iitu.


Orang itu langsung membawa Raisa ke uks dengan bantuan teman lain nya yang kebetulan akan masuk kedalam kelas.


*****


Seorang wanita dan pria dengan pakaian anggun nya keluar dari mobil. Terlihat raut khawatir di wajah sang wanita tetapi sang pria hanya memasang wajah datar saja. Mereka adalah sepasang suami istri.


Mereka berduapun berjalan memasuki area sekolah sambil sesekali bertanya pada siswa/i disana karena mereka tidak hafal dengan area sekolah ini. Para siswa/i pun tak henti nya berdecak kagum pada kedua pasangan itu. Bahkan para siswa/i tidak percaya jika mereka adalah wali murid, karena mereka terlihat masih muda.


Hingga mereka sudah sampai di suatu ruangan yang letak nya di dekat lapangan sekolah, sang wanita langsung masuk. Tangis nya tumpah langsung saat melihat sang putri terbaring lemah di kasur uks dengan selang infus di tangan nya.


Wanita itu langsung menghampiri sang putri yang sangat ia sayangi dan seorang siswi yang melihat itu pun langsung berpindah tempat dan membiarkan wanita itu untuk duduk di dekat kasur.


"Astaga putriku" Wanita itu mengelus kening sang putri sambil menangis, wajah yang pucat dan tangan yang dingin. Mana ada seorang ibu yang tega.


"Putri saya tidak papa kan?" Tanya sang suami.


"Magh Raisa kambuh, perutnya kosong membuat dirinya pusing dan mual tapi tidak ada yang perlu di cemaskan, Raisa memang siswi yang kuat. Tolong paksa dia untuk makan tubuhnya terlihat semakin hari semakin kurusan saja dan dia juga seperti kekurangan berat badan nya dengan drastis tentu saja itu membuat sistem kekebalan tubuh nya juga terganggu sehingga ia juga akan lebih mudah sakit. Maka perhatikan anak kalian" Ucap panjang lebar seorang guru yang juga penjaga UKS disana.


Dan seperti yang bisa kalian tebak sepasang suami istri itu adalah mama dan papa nya Raisa. Saat Raisa pingsan, Keyra langsung membawanya ke UKS di bantu teman nya. Dan sang guru pun menelfon keluarga nya beruntung saat ini adalah hari sabtu jadi kebetulan ibu dan ayah nya pulang.


Maka dari itu saat sampai rumah ibu nya yang mendapat telfon langsung panik dan menyuruh suami (ayah Raisa) untuk bergegas ke sekolah Raisa.


"M..mama" Panggil Raisa dengan sangat lirih.


"Iya sayang ini mama, ada yang sakit? Katakan pada mama?" Jujur sakit sekali pulang-pulang melihat sang putri dengan kondisi seperti ini.


"Minum"


Keyra yang sebenarnya masih ada disana langsung memgambil satu botol air yang ada di sana dan memberikan itu pada ibu nya Raisa dengan sopan,


Sang ibu pun perlahan membantu sang putri minum dengan perlahan dan membaringkan kembali sang putri yang masih lemah.


"Mama kenapa pulang?" Tanya Raisa dengan sangat lirih nya.


Keyra yang tidak tau apa-apa merasa itu bukan pertanyaan yang tepat yang seharusnya Raisa ucapkan. Hei! Disaat kau sadar dan kau hanya menanyakan sesuatu yang kau sendiri seharusnya sudah tau jawaban nya.


"Mama kan sudah bilang padamu jika mama hari ini pulang, kamu tidak lihat ponselmu" Sang ibu berujar sangat lembut sambil mengelus kening sang putri.


"Aku lupa ma, kepalaku pusing sekali" Raisa memegangi kepalanya dengan tangan kanan nya yang tertancap jarum infus.


"Yaudah mending kamu tidur aja yah biar sakit nya hilang" Raisa hanya menjawab itu dengan anggukan kepala saja. Kemudian memejamkan matanya, kembali ke alam mimpi.


Tbc..