Leloro Neng Ati

Leloro Neng Ati
Aing teh kudu kumaha



Leloro neng ati


Cerita ini hanyalah karangan penulis belaka,tidak ingin menyinggung atau merugikan pihak manapun ini hanya untuk hiburan belaka,jika ada kesamaan atau kemiripan tokoh dan latar tolong di maklumi karena ini hanyalah buatan manusia.


.........


Potong bebek angsa,angsa di kuali,nona minta Dansa, Dansa empat kali Sorong kekanan Sorong kekiri, etdah malah nyanyi lanjut ah,kaga deng bercanda kawan,tegang amat hidup lu.


Aku berjalan sambil menghentakkan kakiku,siapa sih yang gak kesal kalo sebuah keputusan diambil tanpa sepengetahuan orang yang bersangkutan,kesel dong,sama halnya dengan aku saat ini,si panuragan itu dengan seenak jidatnya malah memutuskan pindah desa katanya.


"Kalo kita lama disini penyamaran kita akan terbongkar"padahal mah cuma bicit aja dah,kesel pokoknya.


"Apa kau akan terus berjalan dengan wajah seperti itu"aku hanya diam tidak perduli dan menulikan pendengaran ku.


"Apa selain aku memiliki bakat pemarah kini kau bisu juga"pedes juga tuh mulut kek *****,hilih sori ye mas akumah kaga mempan.


Aku menghentikan langkahku dan langsung menatap panuragan sambil bersedekap dada"kenapa,jika aku pemarah".


Dia menurunkan kantong belanjaan ku dengan keras,om may goat, what the, makanan Mak gue itu, dengan tergesa aku memunguti belanjaan ku dan melihat kepergian panuragan dasar laki laki tak memiliki hati nurani.


"Kok dia yang ngambek"aku duduk diatas tanah dengan memangku belanjaannya,masa bodo siapa suruh dia main pergi aja.


Dapat aku lihat si songong itu memutarkan langkahnya kembali ke tempatku dasar tidak konsisten bagaimana bisa dia berhasil menaklukkan tanah Cimanuk.


"Apa kau akan duduk disana sampai matahari terbenam"tentunya aku menggeleng mana mau aku jadi santapan hewan liar dengan keadaan kelaparan.


"Cepat bangun,aku akan menyewa kuda di pedesaan diujung sana"aku mengulurkan tanganku kearahnya, dapat kulihat dahinya mengerut bingung.


"Apa maksudmu"aku cengengesan, boleh gak sih minta gendong sama orang ternama di Indramayu kaga dosa kan ye.


Inget Ras belom mahram ye,tahan.


"Kau tega melihat gadis kecil kelaparan ini berjalan di atas bebatuan yang runcing itu"ucapku,lebay sih tapi kaga apa dah sekali kali ye kan.


Dia menatap kakiku yang sedikit terluka,ohoo, ternyata aku baru sadar kalau aku terluka gimana sadar coba dari tadi cuma debat doang.


Dia menghela nafasnya lalu dengan tanpa ijinnya langsung mengangkat tubuhku seperti membawa karung,edan tenan,kaga ada romantis romantisnya nih Om.


Aku hanyalah pasrah digendong seperti itu dengan tangan yang membawa kantong belanjaan,sudah lengkap hidupku menjadi gembel di dunia ini"apa kau akan terus menggedongku dengan seperti ini samapai perbatasan desa"dia mengangguk,sial dia tidak tau kepalaku pusing karena menghadap kebawah dan perutku sedikit mual karena tertekan,oh ya Allah mungkin saat ini diriku ingin muntah.


"Apa kau bisa menurunkan aku sebentar"dia tidak memperdulikan ucapku sungguh saat ini aku ingin sekali muntah.


"Kau bisa ber-huekk"aku membekap mulutku dengan tanganku membiarkan kantong sialan itu jatuh,masabodo.


Dia menurunkanku dan langsung menadahkan tangannya didepan mulutku,mau apa dia"apa kau tidak enak badan"aku menggeleng, perasaan tadi baik baik aja ko.


Dia menyuruhku memuntahkan ditangannya,gila nih orang kaga jijik gitu,aku tidak memperdulikan aku langsung berlari kearah balik pohon dan memuntahkan cairan bening yang Sendari tadi ku tahan namun sialnya tidak berhenti dan terus menerus memuntahkan sehingga mengeluarkan lendir Saking tidak adanya asupan makan di perutku.


Entah sejak kapan sebuah tangan memijit tengkukku,aku hanya diam ini lumayan menenangkan"apa kau baik baik saja"aku hanya mengangguk.


Dia menyuruhku untuk duduk bersandar dipohon sampingku"panuragan"panggilku ini adalah kedua kalinya aku memanggilnya dengan nama aslinya,dia menatapku dan tersenyum.


"Apa kau perlu sesuatu"aku menggeleng.


"Aku kayaknya hamil deh"nih mulut kok nyablak ae tapi kayaknya iya deh kan tadi muntah muntah sama pusing terus siapa bapaknya,aku menatap wajah panuragan dengan Air Mata yang akan segera tumpah apa gara gara waktu itu.


"Hamil?kapan kau melakukannya hubungan badan"aku mengembangkan pipiku malu kenapa kaga di filter dulu sih omongannya.


"Gak tau, kayaknya Laras hamil deh,apa gara gara pas kemarin kita tidur bareng pelukan jadi ada Dede bayi di sini"aku menunjuk perutku, dapat aku lihat panuragan yang menatapku aneh, tentunya panuragan adalah pria dewasa mana mungkin wanita bisa hamil hanya karena tidur bersama tanpa melakukan apapun,tapi bener juga kenapa tiba-tiba gandis aneh di depannya itu muntah muntah,dia tersenyum kearah ku.


"Jangan menangis,nanti kita akan periksakan ke tabib terdekat lebih baik kita segera pergi sebelum matahari terbenam".


"Terus aing teh kudu kumaha".


....


"Sudah,aku bilang kau itu tdiak hamil,kau hanya tidak makan"aku memejamkan mataku mana tau kan,aku kan masih polos,Karel mu lah Ras.


"Berapa lama,kau akan datang dengan rupa wanitamu"aku memasukkan mie itu dalam gentong yang terbuat dari tanah liat.


"Tiga hari,aku harus bertapa sebentar"aku hanya ber oh ria saja.


Dia mengipas kayu bakar agar tidak mati "apa setiap hari di dunia mu memakan makanan seperti ini"aku menggeleng"tentu tidak,aku memakannya ketika ingin saja".


Aku tak mengangkat gentong itu namun sebuah tangan mengambil alih gentong tersebut dan menaruhnya di atas meja rotan, kebetulan di sini penginapannya lumayan bagus,kata panuragan ini adalah tempat kerabatnya.


"Sebaiknya kau ambil ubi bakar yang sudah aku siapkan tadi, sepertinya ini bukan makanan sehat terlihat dari warna nya yang merah seperti itu"aku menggeleng cepat kata siapa tapi emang bener tapi enak loh,aku m ngambil sesuap mie ramen dan hendak menyiapkan ke arah panuragan.


"Kau harus mencobanya panuragan"dia menggeleng dan menjauhkan sendok ku.


"Aku tidak bisa"


"Cobalah walaupun sedikit"akhirnya dengan adanya drama perbacotan panuragan itu mau aku suapi.


Satu suap


Dia hanya diam dan menatapku,lalu kemudian kembali membuka mulutnya,aku bingung dong.


"Berikan makanan itu lagi"aku mengerti, ternyata dia mau mie ini lagi, sudah ku bilang bukan ini rasanya enak.


"Bagaimana"tanyaku ketika berhasil menyendokkan suapan ke dua.


"Luwmwyan"ngomong naon si Aa teh.


"Lumayan"ucapnya lagi setelah panuragan menelan makanannya kan enak kalo gini.


Dua suap


Tiga suap


Empat suap


Dann,,,,,,


Loh ko habis, Njir dia ngabisin mie Yang susah payah penuh perjuangan ini habis di perutnya kurang asem bener.


Namu sebelum aku menyemburkan kutbahku dia mengusap air matanya, dengan muka memerah dia memintaku untuk mengambil Air, Oalah dia kepedesan toh.


Aku buru buru mengambil Air asal danĀ  memberikannya pada panuragan.


Dia membaringkan tubuhnya ketika mungkin pedasnya menghilang"kau tak apa panuragan".


"Laras"


"Dalem mas"goblok emang,tapi ko deg deg ser sih pas dia manggil nama kau langsung,jadi melayang Ade bang,mana kaga mau tanggung jawab lagi.


"Jika nanti ada warga yang menanyakan NYI Endang itu siapa katakan NYI Endang adalah kakakmu"aku mengangguk,kenapa kaga jadi istri lagi aja sih kan anu.


Assalamualaikum gys gimane masih aman kan,,,,,.


Walcom bebeh kita akan memasuki dunia panas sekarang.


Hilih Jagan banyak bicit karena gue lagi males bicit bicit titinggi,,,, langsung aja dah next post...


Next post...


Capcus.....


Kecup online apa peluk online nih kalo mau real mah official dulu yehhh kan belum halal,dosa atuh


Geus ah...