
LORO ING ATI
Cerita ini hanyalah karangan penulis belaka,tidak ingin menyinggung atau merugikan pihak manapun ini hanya untuk hiburan belaka,jika ada kesamaan atau kemiripan tokoh dan latar tolong di maklumi karena ini hanyalah.
.........
Pelangi pelangi alangkah indahmu,merah kuning hijau dilangit yang biru, pilu kismu agung siapa gerangan pelangi pelangi ciptaan Allah,mari kita bernyanyi untuk panuragan yang lagi galau.
Entah dari sejak kapan manusia satu ini, sudah ada didalam kamarku,dan dengan seenak jidatnya dia Sendari tadi hanya mendiamkan ku,aku kan bingung,diajak ngobrol kaga dijawab, ditawarin makanan minuman kaga nyaut,saat aku tanya ada masalah apa dia bilang itu karena aku, emangnya aku salah apa toh.
"Pring setetek, gunung gede ambruk,***** mencuk mencuk, panuragan gelud yok¹"aku sudah berdiri dan berancang-ancang selayaknya ingin bertarung, habisnya kesel juga, mungkin sudah lebih dari empat jam dengan keadaan dia yang hanya diam dan aku yang mengoceh, jadinya aku kek lagi ngebujuk suami yang lagi ngambek.
Dia meliriku, sekilas dan membaringkan tubuhnya keranjang ku,weladalah ngapain tuh anak tidur disini.
"Eh bangun, ngapain tidur disini,sana keluar"dia menatapku dan"kau berbicara menggunakan bahasa apa.
Goblok kan,emang ya,capek akutuh,capek mas"begini, mengapa kau tidur dikasuruku bukankah seharusnya kau berada di istana pusat".
"Apa aku tak boleh ada di sini"aku menggeleng bukan itu maksudku.
"Maksudku, bagaimana jika ada yang curiga dengan wujudmu menyerupai laki laki ini"dia diam, menyebalkan memang,lalu dia menepuk sisi kasurnya ah maksudku kasurku,aku menatapnya bingung.
"Apa?"
"Duduk disini"aku?,idih kaga Baek loh bang berduaan dikamar duduk sekasur lagi.
Aku menggeleng dia tersenyum,dan senyuman itu yang selama ini Aku rindukan, entah setiap melihat senyuman itu,dadaku bergemuruh hebat.
"Aku tidak akan memakanmu sati"aku juga tau, kau tak akan memakanku namun kau akan membuat jantungku be olahraga.
Dia mendudukan tubuhnya dan meraih tanganku dan saat itu dia menuntunku agar duduk didepannya"apa seperti ini ketika Raden Ranggatunggal memeluk tubuhmu hm"tubuhku merinding seketika saat suara berat itu berbisik tepat ditelinga kiriku persis seperti Raden Ranggatunggal lakukan siang tadi cuman saat ini keadaanya lebih tidak baik untuk kesehatan jantungku.
"Kau melihatnya"terkutuk lah bibir ini, seharusnya gak usah ngomong.
Dia mengangguk dibelakang tubuhku dan perlahan dia memeluk pinggangku aku sedikit kaget baru pertama kali aku dipeluk seperti ini oleh seorang laki laki.
"Kau bermain curang dibelakangku"aku menengok kearahnya dan dapat kulihat dengan jelas bentuk wajahnya,tampan itulah yang pertama kali aku lihat, dengan gugup aku menggeleng.
"Curang? emangnya apa yang aku lakukan".
"Kau bersenang senang dan aku,aku tersiksa"aku refleks membalikkan tubuhku menghadangnya tanpa kami sadari posisi ini sangatlah dekat.
"Aku bersenang-senang"dia mengangguk.
"Kau lihat luka dipunggungku"dia menatapku dan melepaskan pelukannya.
"Kau terluka"aku mengangguk,lalu aku menyibakkan rambutku"kau lihat luka ini,dan luka ini"dia menyentuh luka itu.
"Siapa yang melakukan ini"aku menggeleng, dapat kulihat dia menggerang marah namun disaat itu juga dia menciumi bekas luka itu sambil bergumam"maafkan aku yang tak bisa menjagamu"aku hanya mengangguk.
"Siapa yang melukaimu"tanyanya lagi ketika sudah menutupi lukaku dengan rambutku,aku menatapnya"kau pasti akan melakukan hal berbahaya jika aku mengatakan siapa yang melukaiku"panuragan menggelekan kepalanya.
"Aku tidak sejahat itu,aku hanya ingin tahu siapa yang berani menyentuh wanitaku"apa?¡!!!,apa yang dia bilang barusan 'wanitaku',aku?apa dia barusan mengungkapkan perasaannya.
Aku menegang dadaku yang berdetak kencang bagaimana tidak,ah sudahlah kalian pasti tidak pernah merasakannya.
"Aku akan mengantarmu pulang nanti"aku bingung pulang?.
"Pulang?"dia mengangguk"kau tidak akan tinggal disini,aku sudah membicarakan dengan Gusti Prabu agar aku dan kamu akan tinggal di rumah kita dan saat sebelum matahari terbit kita akan ada di sini".
"Kau tidak aman berada di sini"
"Keras kepala"
"Siapa?"
"Kau siapa lagi"
"Aku"
"Menyebalkan"
........
Suasana di istana tiba tiba dihebohkan dengan kabar meninggalnya Ketua pelayan yang katanya ditemukan tewas tadi Subuh yang sudah bersimbah darah dan dengan matanya yang keluar dari tempatnya.
Aku merasa bingung karena kemarin dirinya baru bertemu dengan ketua pelayanan itu dan dialah yang melukai ku.
Pikiranku langsung tertuju pada panuragan namun mustahil karena saat Subuh tadi aku dan panuragan masih tertidur disatu kasur yang sama,ya entah sadar atau tidak aku tertidur diperlukannya bangsat memang.
Lalu siapa?
Aku melihat NYI Endang yang berjalan melewatiku bersamaan dengan Gusti prabu geusan Ulun adji putih memang jika kematian seperti ini bukanlah kematian tak wajar dan mereka mengartikan jika ini peringatan dari musuh mereka.
Dia tersenyum dan aku pun membalas senyumannya,aku terus menolak jika pelaku itu panuragan tetapi hatiku berkata jika bukan Panuragan yang melakukan itu.
Tiba tiba seseorang menyentuh pundak ku dan saat itu juga aku menoleh dan ternyata Raden Ranggatunggal yang kini tersenyum.
"Apa aku mengagetkan mu"aku menggeleng, sebenarnya iya sih tapi kan kaga enak.
"Apa yang sedang kau lihat".
"Aku merasa aneh dengan kabar kematian nyai Ageng"
"Itu hanya prasangka mu hal seperti ini sudah sangat lumrah didalam keraton"aku hanya ber oh ria saja lagian siapa yang perduli.
"Kudengar kau akan pergi dari sini"aku mengiyakan perkataan Raden Ranggatunggal,dan ini adalah ulah si panuragan itu.
"Kau akan pergi ke mana"
"Aku tidak akan pergi dari tugasku dikeraton hanya saja aku tidak akan tinggal di sini dan saat sebelum fajar terbit aku akan sudah di sini"jelasku,dia mengangguk dan menarik tanganku kenapa sih dua lelaki ini sangat senang menarik tanganku.
"Kita mau kemana"Raden Ranggatunggal hanya diam dan membopongku untuk menaiki kudanya.
"Kita akan berjalan jalan"
"Benarkah"
"Tentu"
Seperti itulah,,gue lagi gak mau banyak bicit di part ini karena tenaga gue dah habis karena gue lagi sakit...
Kaga usah pedulikan aku(kek drama di TV burung terbang ada dah)
Sodakoh bintang
Tararengkyu.... muachh