
LORO ING ATI
Cerita ini hanyalah karangan penulis belaka,tidak ingin menyinggung atau merugikan pihak manapun ini hanya untuk hiburan belaka,jika ada kesamaan atau kemiripan tokoh dan latar tolong di maklumi karena ini hanyalah.
.........
Hakkk!!!
Hakkk!!
Hentakan suara kuda milik Raden Ranggatunggal berlari kencang dan tiba tiba kuda yang kami tunggangi sehingga tubuh bagian depan kuda mengangkat keatas karena tiba-tiba beberapa orang muncul dari balik pepohonan rindang.
Sekitar tiga orang muncul dengan mengenakan baju hitam dan sebagian wajahnya tertutup oleh kain berwarna hitam.
Tubuhku hampir terjerembab ke bawah kalau saja Raden Ranggatunggal tidak menahan tubuhku kuat,dapat kulihat satu orang mulai menghunuskan pedangnya,dan dua orang lainnya mengeluarkan sebuah celurit.
"Siapa kalian dan apa tujuan kalian mengganggu perjalanan kami"ucap Raden Ranggatunggal.
"Bukan urusan kalian,kami hanya diutus untuk membawa ndoro putri Larasati"aku menunjuk diriku sendiri.
"A-aku,mau apa kalian"
"Maaf putri kami hanya diutus untuk membawa ndoro putri Larasati ke hadapan tuan, dalam keadaan hidup maupun mati"aku meneguk ludahku sendiri,sejak kapan aku menernak musuh di sini.
Aku menengok ke arah Raden Ranggatunggal yang siap menghunuskan pedangnya"apa kau kenal mereka"ucapnya, tentunya aku menggeleng didunia purba ini aku hanya mengenal panuragan saja.
"Serahkan ndoro putri Larasati,atau kami dengan paksa membawa ndoro putri".
"Langkahi mayatku,sebelum kau menyentuh seinci tubuh dari Larasati"tiba tiba seorang laki laki bertopeng kayu datang dari arah belakangku ketiga para penjahat, aku dan Raden Ranggatunggal otomatis langsung menoleh.
Mata itu, bibir itu,bahkan senyuman semirik yang amat ku kenal,hatiku mengatakan jika seseorang bertopeng itu adalah panuragan namun mana mungkin bukankah tadi malam panuragan bilang dirinya ada acara dengan Gusti prabu geusan Ulun adji putih,namun mata itu mirip dengannya.
"Adiwilaga, kesatria dunia hitam yang ditakuti oleh seluruh penjahat di penjuru negeri,senag bertemu denganmu"aku mencerna sebuah nama 'Adiwilaga' yang jika dalam bahasa Indonesia berarti seseorang yang unggul dalam perang, mengerikan.
Dapat kulihat seringan mengerikan yang tercipta dibibirnya,indah namun mematikan.
"Senang juga bertemu denganmu, panglima cayapata,salamkan pada tuanmu jika kematiannya akan segera datang jika Bernai mengganggu sesuatu tentang miliku"ucapnya dan menembakan sebuah anak panah dan gilanya,anak panah itu langsung menanjab tepat di jantung yang tadi dipanggil panglima cayapata,aku samapai menutup mulutku saking tidak menyadari pergerakan kapan lelaki bertopeng itu melepaskan anak panahnya bahkan Raden Ranggatunggal pun sampai turun dari kudanya dan duduk tanda hormat ke pria bertopeng itu.
"Itu peringatan dariku, sampaikan kata kata ku tadi pada tuanmu"saat itu kedua penjahat pergi dengan membawa jasad temanya.
"Terimakasih tuan sudah membantu kami berdua, kehormatan bagi hamba bisa berjumpa dengan seseorang terhormat sepertimu"ucap Raden Ranggatunggal,dan dibalas anggukan oleh pria bertopeng itu.
"Ku terima,terimakasihmu tadi Raden"dan seseorang bertopeng itu berlalu melewatiku tanpa menoleh sedikitpun, padahal aku juga ingin berterimakasih.
"Ku tolak,tanda terimakasih mu"lah ko ditolak, perasaan tadi dia menerima ungkapan terimakasih dari Raden Ranggatunggal.
Sretttt!!!
Tiba tiba pria bertopeng itu mengeluarkan belatinya dan saat itu juga seorang berpakaian sama dengan penjahat tadi jatuh dari atas pohon.
"Akan ku antar kalian sampai ke depan gerbang kertaon, sampaikan salam ku pada Gusti prabu".
....
"Terimakasih, tuan"
"Ku tolak lagi tanda terimakasihmu,akan ku tagih hutangmu nanti jika kita bertemu kembali,Raden hamba mohon pamit undur diri"dia sedikit membungkukkan tubuhnya dan itu juga dilakukan juga oleh Raden Ranggatunggal, sebenarnya apa hubungan mereka berdua hingga nampak akrab seperti itu.
"Jika berkenan,tuan bisa beristirahat kedalam keraton menyapa ayahanda"
"Itu adalah hal mustahil, Raden,bukan jamuan hangat yang tercipta namun perang akan segera dimulai"lelaki bertopeng itu tertawa dan sama halnya dengan Raden Ranggatunggal.
Dan setelah itu lelaki bertopeng itu pergi dan kami berdua masuk dalam keraton.
"Kau memang penghianat dalam kegelapan Raden Ranggatunggal"ucap pria bertopeng itu dan menghentikan langkahnya dan berbalik menatap punggung Raden Ranggatunggal dan Larasati.
Lalu pria bertopeng itu mengeluarkan belati miliknya yang memiliki ukiran singa dan matahari.
"Penghianat tetaplah penghianat, samapai kapan kau akan setia dalam satu komitmen dia pasti akan mengingkarinya"
Holla!!!!
Im Bck,,,, gimana ,,,, sorry ye part nya pendek.
Gue sengaja sih dipendekin cerita nya nih part lanjutkan part yang kemarin,kaga ngape lah biar Lo pada kaga bosen kalo part nya kepanjangan kan bosen ye kannn...
Kalian suka part yang pendek apa yang panjang...
Dari pada banyak bicit yang unfaedah banget kita capcus...
Next post ....
Kecup online dulu....