Leloro Neng Ati

Leloro Neng Ati
pengenalan latar belakang cerita



Assalamualaikum hola haiii,kali ini aku mau membuat sedikit cerita tentang fiksi sejarah walaupun sebagian kecil ku ambil dari sejarah ya  ada di berbagai website, awalnya aku mau buat tentang Majapahit namun saat aku teliti sudah banyak orang yang menceritakan tentang mereka namun terkadang mereka lupa dengan sejarah bumi induk mereka.


Aku tau cerita seperti ini sangatlah sensitif karena menyangkut sejarah tentu saya sangat berhati-hati dan sebisa mungkin saya tidak terlalu banyak keluar dari sejarah aslinya namun karena informasi yang sangat minim dengan terpaksa aku cantumkan hanya garis besarnya..


Semoga Sukaa happy reading....


Pada masa peradaban ke-16, Dikisahkan Nyi Endang Darma berusaha membuat rencana untuk bisa mendapatkan hak kekuasaan daerah Sumedang Larang yang saat itu dipimpin oleh Prabu Geusan Ulun  Adji Putih dengan cara merubah dirinya menjadi seorang wanita yang cantik jelita (konon awalnya adalah seorang lelaki). Tak sulit membuat Sang Prabu terpikat karena kecantikannya yang terlanjur mahsyur.


Prabu Geusan Ulun pun  berniat menikahi Nyi Endang Darma yang mengajukan syarat jika hendak menikahinya sebagian wilayah Sumedang menjadi milik Nyi Endang Darma untuk kelak menjadi tempat tinggalnya. Namun ketika sang Prabu telah mengikrarkan janjinya seketika dia tersadar bahwa Nyi Endang Darma bukanlah seorang wanita melainkan seorang lelaki yang menjadi musuh besarnya. Akhirnya  sebagian daerah tersebut jatuh ke tangan Indramayu yang sekarang dikenal dengan Gantar, Haurgeulis, Anjatan, Sukra, Kandanghaur, dan Terisi.


Nama Haurgeulis berasal dari gabungan 2 kata dalam bahasa Sunda Kuno, yaitu Haur dan Geulis. Haur berarti bambu, sedangkan geulis berarti cantik. Jadi, nama Haurgeulis mempunyai arti Bambu Cantik atau Pring Ayu dalam bahasa Jawa. Hali ini konon dikarenakan wilayah kecamatan ini pada masa lampau banyak ditumbuhi oleh tumbuhan-tumbuhan bambu yang mempunyai bentuk unik dan mempunyai manfaat yang besar bagi masyarakat sekitar.


Letak Geografis


Posted on March 10, 2020 Authorkec.haurgeulis


Berada di ujung Barat Kabupaten Indramayu dan terletak antara 107°51′ – 107°54′ bujur timur dan 6°35′ – 6°39′ lintang selatan dengan luas wilayah 6.083 Ha, Kecamatan Haurgeulis secara geografis berbatasan dengan Kecamatan Anjatan disebelah utara, Kecamatan Kroya disebelah timur, Kecamatan Gantar disebelah selatan (yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Subang dan Kabupaten Sumedang) serta Kecamatan Compreng dan Cipunagara […]


Haurgeulis merupakan sebuah disktrik di Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, Indonesia.


Disktrik ini mempunyai di ujung barat wilayah kabupaten Indramayu, berbatasan langsung dengan Kabupaten Subangmelalui Sungai Cipunagara, dan juga dilalui jalur kereta api. Haurgeulis juga terkenal sebagai kota akses utama menuju Pondok Pesantren Ma'had Al-Zaytun, yang merupakan ponpes terbesar di Asia Tenggara.


Masa ini, Haurgeulis terbagi menjadi 10 desa. Sebelumnya, disktrik ini memiliki 16 desa. Namun pada tahun 2002, 6 desa (Baleraja, Bantarwaru, Gantar, Mekarjaya, Sanca dan Situraja) memisahkan diri dan dimekarkan menjadi disktrik Gantar(berdasarkan ketentuan Perda Kabupaten Indramayu No. 19 tahun 2002 mengenai Penataan dan Pembentukan Lembaga Perangkat Daerah Kabupaten Indramayu). Desa-desa yang mempunyai di disktrik Haurgeulis yaitu Cipancuh, Haurgeulis, Haurkolot, Karangtumaritis, Kertanegara, Mekarjati, Sidadadi, Sukajati, Sumbermulyadan Wanakaya.


Sejarah


Etimologi


Nama Haurgeulis bermula dari gabungan 2 kata dalam bahasa Sunda Kuna, yaitu Haurdan Geulis. Haur berarti bambu, sedangkan geulis berarti cantik. Jadi, nama Haurgeulis memiliki arti Bambu Cantik atau Pring Ayudalam bahasa Jawa. Hali ini konon dikarenakan wilayah disktrik ini pada masa lampau jumlah ditumbuhi oleh tumbuhan-tumbuhan bambu yang memiliki bentuk unik dan memiliki manfaat yang agung untuk masyarakat sekitar.


Cerita dan Legenda


Pada masa perawalan masa ratus tahun ke-16, wilayah Haurgeulis (termasuk Gantar, Anjatan, Sukra, serta sebagian Kandanghaur dan Terisi) termasuk dalam wilayah kekuasaan Kerajaan Sumedang Larang[2]. Sempat terjadi polemik selang penguasa Indramayu dengan penguasa Sumedang mengenai status wilayah ini.


Menurut legenda, penguasa Indramayu (lewat Nyi Endang Dharma) menyiapkan strategi khusus untuk dapat memperoleh hak kekuasaan wilayah tersebut dari Kerajaan Sumedang Larang. Nyi Endang Dharma (yang konon permulaannya merupakan seorang lelaki sakti) mengubah wujud aslinya menjadi seorang wanita yang cantik jelita. Kecantikannya membuat penguasa Sumedang masa itu, Pangeran Aria Soeriadiwangsa I dari Ratu Harisbaya (istri kedua Prabu Geusan Ulun Adji Putih), jatuh cinta dan berniat menikahi Nyi Endang Dharma. Prabu Geusan tak mengetahui bahwa wanita cantik tersebut sebenarnya merupakan musuhnya. Nyi Endang Dharma pun menerima tawaran dari Pangeran Aria Soeriadiwangsa, namun dengan ketentuan Sang Pangeran mau memberikan untuknya wilayah yang kelak akan menjadi tempat tinggalnya. Tanpa berpikir panjang, Prabu Geusan yang sudah terjebak oleh kecerdikan Nyi Endang Dharma, langsung mengabulkan permintaannya demi cintanya.


Namun setelah Prabu Geusan mengikrarkan akadnya, tiba-tiba ia pun sadar bahwa Nyi Endang yang dicintainya merupakan musuh agungnya dari pesisir utara. Semua wilayah yang ia berikan tadipun hilang dan jatuh ke tangan Indramayu. Wilayah itulah yang kini menjadi daerah Haurgeulis (termasuk Gantar, Anjatan, Sukra, serta sebagian Kandanghaur dan Terisi).


Kedudukan Geografis


Citra satelit Kota Haurgeulis


Disktrik Haurgeulis secara geografis terletak di ujung Barat Kabupaten Indramayu dan terletak selang 107°51’ - 107°54’ bujur timur dan 6°35’ - 6°39’ lintang selatan dengan luas wilayah 6.083 Ha. Disktrik ini tidak mempunyai pada Jalur Pantura. Berdasarkan pembentukannya batas administratif batas disktrik Haurgeulis merupakan sebagai berikut :


Sebelah Utara : Disktrik Anjatan


Sebelah Timur : Disktrik Kroya


Sebelah Selatan : Disktrik Gantar


Sebelah Barat : Disktrik Compreng dan Cipunagara (Kabupaten Subang)


Berdasarkan keadaan topografi Disktrik Haurgeulis merupakan daerah dataran rendah dengan ketinggian 23 meter dari permukaan laut. Dengan curah hujan pada tahun 2009 merupakan 1.345 mm/tahun.


Kepadatan Penduduk


Jumlah desa di Disktrik Haurgeulis merupakan 10 desa, terdiri dari 91 RW. Sedangkan jumlah rumahtangga mempunyai sebanyak 23.634 rumahtangga tersebar di 250 RT. Desa Sukajatimerupakan desa terpadat dengan kepadatan penduduk 7.707 jiwa/km² dan Desa Sidadadi merupakan desa dengan tingkat kepadatan penduduk terendah yaitu sebesar 526 jiwa/km².


Suku


Disktrik Haurgeulis merupakan noda satu disktrik yang memiliki karakteristik / kultur masyarakat yang heterogen. Kedudukan geografisnya yang strategis membawa pengaruh pad a pola hidup keseharian masyarakatnya. Suku Jawa masih merupakan kelompok yang dominan di Haurgeulis, didampingi Sunda, Cina, Minang dan Arab. Sebagian agung dari orang-orang Cina, Arab dan Minang merupakan orang-orang pendatang dan perantauan yang membuka usaha di Haurgeulis.


Agama yang dianut masyarakat Haurgeulis sebagian agung merupakan Islam, yang mencakup 99,12% dari populasi total, didampingi Protestan 0,71%, Katolik 0,08% dan lainnya 0,02%[3].


Bahasa


Bahasa yang dipakai di Haurgeulis sebagian agung merupakan bahasa Jawa. Namun, tak semua bahasa Jawa yang mempunyai di Haurgeulis memiliki dialek yang sama. Mempunyai 3 dialek Jawa yang dipakai di Haurgeulis, yakni dialek Dermayon, dialek Cirebon dan dialek Tegal. Masyarakat di desa Kertanegara, Karangtumaritis dan Wanakaya sebagian agung menggunakan dialek Cirebonan. Dialek Tegalan biasa dipakai oleh masyarakat di desa Sidadadi, Sumbermulya, blok Cipedang Bunder (desa Mekarjati), Lebak (desa Sukajati) dan sebagian wilayah timur desa Haurgeulis. Sementara dialek Dermayon dipakai oleh penduduk di desa Cipancuh, Mekarjati, Haurgeulis, Sukajati dan sebagian Sumbermulya.


Bahasa Sunda sendiri juga termasuk bahasa yang masih sering dipakai oleh masyarakat. Hal ini normal karena walaupun termasuk dalam wilayah Indramayu (yang notabene merupakan Jawa), Haurgeulis pada permulaannya merupakan wilayah kekuasaan dari Sumedang. Bahasa Sunda yang dipakai di Haurgeulis umumnya merupakan bahasa Sunda kasar. Wilayah yang penduduknya menggunakan bahasa Sunda selang lain desa Haurkolot, Cipancuh (blok Sumur Bandung / Karanganyar), Mekarjati (blok Babakan Jati II, III), Kertanegara (blok 18, 19, 22), Wanakaya (blok Maja) dan Karangtumaritis (blok Karang Sambung).


Sementara sebagian kecil lagi dari masyarakat merupakan menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu yang dipakai. Wilayah yang menggunakan bahasa Indonesia sehari-hari merupakan daerah sekitar desa Haurgeulis (blok Pasar dan Babakan Negla) dan Sukajati (blok Masjid Al-Hanan, Warung Jambu dan sebagian Manggungan)


Mata Pencaharian


Mata pencaharian masyarakat Haurgeulis sebagian agung merupakan berniaga(berdagang) dan bertani, didampingi sebagai karyawan pertokoan dan instansi serta wiraswasta. Di sebagian desa seperti Karangtumaritis, Kertanegara, dan Wanakaya sebagian agung warga melakukan pekerjaan pada industri rumahan (home industry) yang bergerak di segi kerajinan dan pengolahan kayu (pembuatan pintu, mebel, kusen-kusen).


Intensitas perdagangan di Haurgeulis merupakan noda satu yang terbesar di Kabupaten Indramayu, bersama Jatibarang, dengan penyebaran perekonomian terletak sepanjang Perlintasan Jend. Sudirman (arah Haurgeulis - Patrol), Perlintasan Siliwangi (arah Gantar) dan Perlintasan Ahmad Yani (jalur Haurgeulis - Cipunagara). Pusat perdangangan mempunyai di Pasar Daerah Haurgeulis, yang mana merupakan pasar tradisional dengan perkara non-stop24 jam.


Cast:


...



...


Panuragan/NYI Endang darma


Sengaja gue gak bikin yang versi wanitanya karena biar kalian aja dah yang bayangin,dan ini aku bikin ilustrasi sendiri atau digambar manual dibantu sahabat gue yaitu Cici Herlina.


...



...


Larasati wilakatika


By: Cici Herlina


Semoga puasa dengan ilustrasi nya,maaf gak pake foto yang kek di google gitu gys menurut gue nih ye lebih dapet kek gini bener gak sih.


Jika ada yang kepoooo silahkan cari di website insya Allah akan ada sedikit informasi,dan mohon dukungan dari kalian.