Leloro Neng Ati

Leloro Neng Ati
Aku bukan bojomu



LORO ING ATI


Cerita ini hanyalah karangan penulis belaka,tidak ingin menyinggung atau merugikan pihak manapun ini hanya untuk hiburan belaka,jika ada kesamaan atau kemiripan tokoh dan latar tolong di maklumi karena ini hanyalah buatan manusia.


.........


Akhirnya aku mendapatkan tempat bersinggah yang layak sebuah rumah yang dibilang cukup untuk hanya sekedar Istirahat dan tidur.


Aku rindu nenek aku rindu bapak dan ibu,aku gimana disana apa aku menghilang dan mereka panik mencariku,ahh aku merebahkan tubuhku diatas tikar bambu.


Aku jadi ingat cerita nenek beberapa waktu lalu, tunggu sepertinya aku melupakan sesuatu, sesaat kemudian aku teringat sebuah mana yang tak asing lagi panuragan bukankah itu nama lain dari NYI Endang darma si lelaki yang berubah menjadi seorang gadis cantik bak Dewi tunggu what,dan lelaki yang sekarang bersamanya juga bernama panuragan apa Jangan jangan asem eh maksudnya apa benar-benar dia itu, ya Gusti Allah no ,no ,no.


Aku mengambil tusuk konde aku baru ingat aku membawa barang barangku ke dunia ini.


"Sebenarnya,apa yang terjadi sih,apa Jangan jangan aku masuk ke masa pada perbuatan tanah Sumedang larang dari tangan Prabu Geusan Ulun  Adji Putih, berarti Om ganteng itu NYI Endang darma dong"aku menggigit bibirku,gila kalo beneran gimana kawan.


"Apa yang kau bicarakan nyiksana"suara bariton itu mengagetkanku,bujubuset nih orang bikin serangan jantung ae,kalo mati muda gimane Om mana masih belum kawin.


Aku langsung menyembunyikan tusuk konde milik neneku dan berdiri menatap panuragan"apa?".


"Kau mengenal siapa diriku nyiksana sebenarnya siapa dirimu,dan berasal dari dunia manakah nyiksana berasal"dia mengepalkan tangannya waduh kek nya tuh cah ganteng marah eh.


Aku m mundurkan langkahku perlahan namun dia malah melangkah maju ke arahku nih ceritanya mau maen India.


"Kenapa nyiksana hanya diam siapa sebenarnya dirimu"aku menelan ludahku sebisa mungkin, gimana mau njawab Om nya aja ngebacot Mulu dah.


"Stop, panuragan"dia berhenti dengan tatapan bingung.


"Apa itu stop?"ya Allah ko bisa lupa.


"Maksud saya berhenti"dia kembali berjalan kearah ku,nih ko malah kaga nurut ye.


"BERHENTI,,sudah aku katakan aku berasal dari negeri yang jauh dari sini bahkan aku tak bisa pergi kesana,aku datang dari Beratus ratus tahun setelah ini"ucapku dengan satu tarikan nafas.


"Apa yang kau maksud itu nyiksana berasal dari masa Depan"aku mengangguk dia duduk diatas tikar dengan membuka salah satu bungkusan senack milikku.


"Jadi ini makanan dari duniamu, bagaimana kau bisa datang kesini"aku mengangguk dan menggeleng kan bingung jadinya.


"Jadi mana yang benar"


"Apanya?"


"Ceritakan"


...


Disini aku berada dibelakang tempat penginapan Hanya ditemani oleh satu obor dan panuragan tentunya yang memaksaku untuk menceritakan kisah anehku,aku pikir panuragan seseorang yang kepo.


"Jadi?"


Aku menatap panuragan dengan malas,apa lagi dengan enaknya dia memakan, Chiki ku, menyebalkan.


"Seperti yang aku jelaskan,aku tidak tau mengapa aku berbeda disini"dia mengangguk sambil terus memakan makananku.


"Aku merasa aneh"ucapku tiba tiba dia meliriku.


"Aneh"aku mengangguk,aneh memang aku seperti merasa ada yang ganjil disini,tidak maksudnya dengan alur ceritanya.


"Apa tujuanmu datang ke Sumedang larang"tanyaku dia hanya diam dan berhenti memakan, bahkan dia menaruh bungkusan itu disampingnya.


"Apa itu perlu dijawab nyiksana"


"Tentu"dia terkekeh dan merubah posisinya menghadap ke arahku"seperti para pemimpin lainya, merebut dan memperluas wilayah".


"Alasan yang klasik"dia mendengus mendengar jawabanku.


"Apa kau berniat untuk merubah wujudmu menjadi wanita lagi"dia tertawa gila nih anak.


Lalu dia mengangguk"tentu,dan kau yang akan membantuku memelukuskan rencanaku"aku melotot mana ada kaya gitu,gak mau enak aja.


"Aku?"dia tersenyum.


.....


Aku kesal sangat kesal ketika panuragan mengajakku kesebuah tempat bordil seperti ini menjijikkan bukan,dia dengan Santainya bercumbu dengan beberapa wanita ughh.


Aku melangkahkan kakiku kearah pintu dekat sana namun langkahku terhenti ketika seseorang menabaraku"apa kau tidak terluka"aku menyambut uluran tangannya, harus aku terluka namun di hatiku kau tau.


"Terimakasih"pria didepanku tersenyum dan menepuk kepalaku lembut, bikin buaper ae nih akang.


"Sedang apa kau berada ditempat seperti ini"aku celingak-celinguk gak puguh, bingung dong,dan seketika aku mengingat jika aku disini harus berpura pura menjadi  istri panuragan dengan tanpa ragu aku mengatakan.


"Aku datang bersama suamiku kemari"dapat aku lihat raut wajahnya yang berubah datar emang aku salah ya.


"Kau datang bersama suamimu,dan sekarang dimana suamimu itu"dia menatapku,aku gerogi dong ditatap sama orang ganteng.


"Em,anu itu dia sedang bercinta dengan wanita penghibur"ucapku santai,dapat aku dengar sedikit umpatan kecil yang lolos dari bibirnya.


"Kau adalah gadis tergila yang pernah aku temui,mana ada seorang istri merelaka suaminya datang ketempat seperti ini"aku juga bingung dong.


"Kau ingin ikut bersamaku"ucapnya aku menatap wajahnya emang boleh ya namun perkataan panuragan kembali terngiang.


Flashback...


"Kita akan kemana".


"Kerumah bordil".


"Untuk".


"Menjualmu"aku memnendang kakinya walaupun tendangan ku tak bermakna apapun.


"Untuk mencari informasi"ucapnya langsung dia langsung membopongku ala karung beras,kaga ada romantis romantisnya.


Setelah datang didepan rumah bordil dia memintaku untuk"saat aku sedang mencari informasi sebaiknya kau duduk tidak terlalu jauh dariku,dan jika ada seseorang mengajakmu ke suatu tempat jangan berani mengiyakan ucapan orang tersebut mengerti"aku mengangguk.


"Bagus"


Flashback off....


"Maaf tuan,saya tidak bisa"dia mengangguk dan menariku duduk kesalah satu kursi di dekat kami berdiri.


"Aku tau,kau pasti sangat berhati-hati pada orang asing namun percayalah aku bukan penjahat, ambillah lencana ini dan datanglah kepadepokan yang tak jauh dari sini aku akan menunggumu disana jika kau membutuhkan bantuanku,kau seorang istri tak sebaiknya kau mengijikan suamimu bercinta dengan wanita lain, Dewi"dia mengelus pucuk kepalaku namun ada seseorang yang meninju wajah pria tampan yang tadi mengelus kepalaku,dan pelakunya adalah panuragan.


"Tidak sopan seorang lelaki asing menyentuh kepala seorang perempuan"ucap panuragan dengan Amarah,lah nih panuragan kenapa sih orang tuh laki cuma nyentuh kepala doang,main tonjok ae lu.


"Apa juga sopan ketika menyuruh istrinya menyaksikan suaminya benrcinta dengan wanita lain"ucap pria yang tadi,ko pada debat perasaan belum waktunya sidang isbath deh.


Dapat aku lihat wajah panuragan yang kini memerah sudah dipastikan bahwa kini dia sedang menahan amarahnya.


Setelah itu aku diseret keluar dari rumah bordil dengan kejamnya,lebay amat lu Ras.


Kini kami berada ditempat rumah sewa kami dan lihatlah si panuragan itu sedang mendiamkan ku, seperti anak gadis ABG yang sedang cemburu,badan aja kek satpam kelakuannya gak jauh beda ma hello Kitty.


"Sebenarnya apa yang salah denganmu"aku kesal sekarang,dan aku tidak suka jika didiamkan tanpa alasan.


"Kau tidak merasa"bagaimana aku bisa tau kalo Dianya gak ngasih tau.


"Apa kau marah karena aku dengan pria lain"ah sekarang aku tau apa tuan panuragan itu cemburu,hilih udah tua juga mainannya kek ABG.


Dia hanya diam saja kata arina kalo diam aja berarti artinya iya.


"Hei tuan panuragan yang terhormat, lihatlah matahari diufuk barat yang sebentar lagi akan menghilang sebaiknya kau menyusun rencana untuk membobol kerajaan Sumedang larang bukannya merajuk seperti itu"dia beranjak berdiri dan meninggalkan ku begitu saja,ingat begitu saja dasar bujang karatan.


Parapunten AA,teteh karena lagi pada suasana yang baik gue up lagi mumpung Baek nih kapan lagi gue cepet up kan,bicit Mulu nih gue..


Dah ah capcus ke


Next post....