
LORO ING ATI
Cerita ini hanyalah karangan penulis belaka,tidak ingin menyinggung atau merugikan pihak manapun ini hanya untuk hiburan belaka,jika ada kesamaan atau kemiripan tokoh dan latar tolong di maklumi karena ini hanyalah buatan manusia.
.........
Bunyi jangkrik sangat yaring membuat aku tidak bisa tidur aku sungguh tidak bisa tidur dalam keadaan berisik dan gelap ya Allah kuatkan hamba.
Aku melirik panuragan yang sudah memejamkan matanya, aku ingin sekali mengais, ketika suara berisik terdengar dari balik semak semak aduh kalo itu ular piton gimana atau macam dan kalo itu perampok yang kaya di pilem pilem Korea gitu.
Aku kembali melirik kearah panuragan lagi,kenapa dia bisa tidur senyenyak itu sih,udah gak peka lagi,aku mengisap lenganku dingin uy daon doang kaga bisa anget.
Gruusukkk
Gruusukkk
Aku langsung bangkit dari tidurku aku melirik panuragan yang sama sekali tidak terbangun,aku mengedarkan pandanganku ke segala penjuru gelap hanya itu yang dapat aku lihat.
Gruusukkk
Aku memejamkan mataku dan lihatlah Air Mata ini bener bener cengeng masa harus nangis sekarang sih.
"Mamasa,huaaaa Laras takutt"aku langsung berdiri ketika sebuah ular selengan keluar dari balik semak semak.
Sebuah tangan kekar menariku kerah samping dan disinilah aku duduk di paha panuragan deg deg ser gimana gitu.
"Itu hanya seekor ular nyiksana,dia tidak akan memakanmu"aku melotot mana mungkin dia bisa setenang itu mengatakan 'iti hinyilih siikir Ilir hilih bicit'.
"Kalau ular itu menggitku bagaimana"dia tersenyum,aku ngelag sebentar widih ganteng juga kalo dia senyum.
"Sebelum dia menggutmu aku yang akan lebih dulu menggutmu"aku diam mencerna kata kata nya aku bukan gadis polos dodol ye,dan setelah itu suara tawanya melengking.
"Kemarilah tidur di sini aku yang akan menjagamu"aku menundukkan kepalaku menyembuhkan rona merah di pipiku bisa Ake nih dude.
Aku beringsut membaringkan tubuhku disampingnya yang kini telah terlentang.
"Apa tidak masalah dengan posisi seperti ini"tanyaku,aku hanya tidak ingin tiba tiba nanti aku hamil karena tidur bareng.
Goblok emang Laras kalo tidur doang mah mana ada bisa hamil katanya gak polos tapi ko goblok.
"Memangnya ada yang keberatan"aku menggeleng dan langsung mengusal tubuhku ketubuh panuragan mencari kehangatan,bisa ae Laras cari kesempatan dalam kesempitan.
"Tidurlah,besok kita akan memulai pagi yang berat "panuragan sedikit tersenyum ketika nafas beraturan terdengar di telinganya.
Dan akhirnya panuragan juga memejamkan matanya namun tidak tertidur hanya memejamkan matanya.
...
Sinar matahari berhasil mengusik tidur kedua insan berbeda jenis yang kini masih asik bergulat di alam mimpi.
Mereka berdua tertidur dengan posisi yang sangat sensitif, panuragan yang tidur menyamping menghadap Laras sambil memeluknya dan Laras yang tidur menyamping menghadap panuragan dengan wajah yang hampir menempel.
Panuragan sedikit membuka matanya ketika sinar matahari itu berhasil mengusik tidurnya,baru kali ini dirinya bisa benar benar tertidur dari sekian tahun lamanya, panuragan menatap wajah damai milik Laras yang ada dihadapannya, bulu matanya yang tak terlalu lentik namun tebal, alisnya yang panjang dan runcing bagaikan pedang, hidungnya tidak terlalu mencung khas orang Jawa, kulit yang sawo matang membuat kesan ayu tersendiri, panuragan menatap kebawah bukan buat macem macem ye.
Dan disitu kancing baju sekolah Laras beberapa terbuka menampakkan sedikit harta Karun milik Laras dengan perlahan panuragan merapihkan baju Laras hingga tak lagi tampak.
Panuragan mengangkat kepala Laras dari tangannya dan berusaha untuk duduk dengan pelan pelan agar tidak mengusik tidur laras, dengan perlahan panuragan menghalangi sinar matahari yang langsung mengenai mata Laras.
"Apa kau tidak akan bangun nyiksana"ucap panuragan lembut namun tangannya tetap menghalangi sinar matahari.
Laras bergumam tak jelas membuat panuragan sedikit mendengus.
"Kau anak gadis tak sebaiknya kau bangun sesiang ini,bahkan matahari sudah berdiri diatas kepalamu"Laras membuka matanya perlahan dan mendapatkan wajah panuragan yang kini menatapnya.
'ya Allah ganteng pinsan jodoh orang,pagi pagi dah dikasih cuci mata ae nih'
"Apa kau akan tetap seperti ini samapai tanganku kebas"Laras baru sadar saat ini tangan panuragan yang tengah menghalangi sinar matahari,ko romantis bener dah .
"Eh"
Panuragan mengangguk"terimakasih mu aku terima nyiksana".
"Cepatlah bangun,kita akan pergi mencari aliran sungai untuk membersihkan diri"Laras tersenyum dan lekas berdiri disamping panuragan yang kini menenteng antek antek milik Laras.
...
Aku menatap aliran sungai didepanku yang benar saja panuragan memintaku mandi ditempat seterbuka ini,kalo ada yang mengintip bagaimana,oh no Laras tidak akan rela tubuhnya dilihat para lelaki bandotan.
"Apa aku harus Bermandi di sini"ucapku dan panuragan hanya mengangguk dan kini dirinya telah menceburkan tubuhnya di dalam Aliran sungai yang cukup tenang.
"Mandilah di sini tidak akan ada yang mengintip dihutan belantara seperti ini"aku memutar bola mataku malas lalu dirinya apa pohon yang hidup gitu.
"Lalu kau bukan laki laki dan mengintipku"dia hanya mengedikan bahunya acuh dasar menyebalkan.
"Tidak usah malu nyiksana aku juga sudah pernah melihatnya sebelumnya,dua gundukan kembar mu itu"aku melotot mana ada kapan.
"Dasar mesum".
Dia tertawa dan beranjak ke sisi sungai dan menatapku"aku bercanda, silahkan bersihkan tubuhmu aku akan pergi untuk mencari makanan sebentar,ku jamin tidak ada yang berani mengintip mu, sebelum mereka mengintip mu aku akan lebih dulu memenggal kepalanya". ucapnya dan berlalu pergi dengan menaruh selembar kain atau jarik.
"Pakai ini setelah kau mandi, setelah ini kita akan pergi memasuki perumahan warga tidak mungkin kau datang dengan pakaian seperti itu"aku hanya mengangguk dan emgambil jarik itu.
...
Setelah selesai aku langsung memakai jarik yang diberikan oleh panuragan walaupun sulit setidaknya aku pernah mengikuti pentas tari disekolahku, setidaknya aku mengerti sedikit cara memakainya sungguh tidak nyaman aku tidak memakai dalaman apapun karena basah tadi sial memang salahkan kakiku yang terpeleset.
Aku menggeraikan rambutku sengaja aku menutupi bahuku yang sangat terekspos"Om ganteng kemana sih,jangan Jangan dia ninggalin aku".
"Sebaiknya tidak usah terlalu banyak berfikir negatif pada seseorang nyiksana"aku menoleh dan mendapatkan panuragan yang membawa beberapa buah-buahan yang segar, sepertinya buah itu baru dipetik.
Aku berjalan menghampiri panuragan dan mengambil beberapa buah buahan dan menaruhnya di atas daun kering.
"Ku kira kau tidak bisa mengenakan jarik"dia berjalan kearah aliran sungai dan mencuci buah buahan itu.
"Aku hanya menebak tak aku sangka aku benar menggunakannya"dia mengangguk.
"Saat kita masuk ke perkampungan penduduk kita akan menyamar sebagai sepasang suami istri nyiksana,dan sebaiknya kau sanggul rambutmu"aku menatap tajam ke arah panuragan enak saja mengambil keputusan tanpa persetujuannya.
"Tidak ,tidak,aku tidak mau nanti kalau kita ketahuan bukan suami istri dan apa kau seorang penyusup sehingga harus menyamar"dia terkekeh.
"Akan ku jelaskan jika kita sudah di perkampungan penduduk"dia berjalan dan menaruh buah pisang dipangkuan ku.
"Makanlah perjalanan kita masih panjang"aku mengangguk dan memakan buah pisang,dan dapat aku lihat dia hanya diam dan menatap pepohonan.
"Apa kau tidak makan"dia menggelekan kepalanya.
"Makanlah itu semua untukmu"
"Terimakasih"
Widihhhh kembali lagi prenn,,,,,,
Kaga ngapa ye....kok monoton sih kapan mulai perang nya, etdah nih kalian sloww dong alur tuh harus ada maju mundur dan mengambang ya kalo awal awal langsung main sikat aje kan kaga epik ye...
Sabar kawan akan ku siapakan beban untuk kalian di part yang akan datang, Jangan tanya pelakor ya,di sini bukan cuma kisah cinta masalah Nye ini cerita nimbrung ma sejarah atau legenda ya kudu ada adegan berdarah kaga deng bercanda,ane mah milih jalan damai aje.
Laras:si author tega bener dah ngasih gue ke tengah hutan Mulu kapan mentas Nye .
Panuragan: Thor acoek gue jalan terus sekali kali dah gue jadi pemimpin kaga pernang Mulu baru juga selesai di Pamanukan sekarang di Sumedang larang.
Author: sabar kawan,Lo berdua bersukur ngapa ngab masih untung Lo berdua kaga gue pisahin gue ngamok baru ngenes Lo berdua.
Binyik bicit'langsung aja
Next post....
Capcus aje ye kan....