
LORO ING ATI
Cerita ini hanyalah karangan penulis belaka,tidak ingin menyinggung atau merugikan pihak manapun ini hanya untuk hiburan belaka,jika ada kesamaan atau kemiripan tokoh dan latar tolong di maklumi karena ini hanyalah.
.........
Masih ragukah kau keluar dari dinding tembok itu, bukankah terlalu menakutkan dunia diluar sana,dimana suara lantang mu dulu,yang selalu kudengar setiap waktu, sekarang kau hanya berdiri dibalik tembok besar itu dengan beralasan jika waktu belum mengijinkan.
Derap langkah kuda menggema dipenjuru hutan belantara ini, sesuai ajakan sang Raden Ranggatunggal, untuk mengajaku berkeliling,entah akan dibawa kemana raga ini,namun sudah lama aku menunggangi kuda bersama Raden Ranggatunggal namun hanya hutan belantara yang sejak tadi aku lihat, sebenarnya ini orang mau ngajak kemana sih.
"Apa kau merasa lelah"aku menggeleng cepat, namun aku mengangguk dalam hati, bukannya capek sih lebih ke bosan aja.
"Apa masih jauh"dapat kulihat dia meliriku dan tersenyum.
"Lihatlah didepan kau akan melihat rimbunan semak semak disana"aku menoleh ke arah yang ditunjukkan oleh Raden Ranggatunggal, hanya ada rerumputan panjang lalu apa istimewanya.
"Kau pasti akan menyukainya"aku hanya diam dan setelah itu Raden Ranggatunggal menghentikan hentakan kudanya.
Raden Ranggatunggal mengulurkan tangannya untuk membantuku turun dari atas kuda, dengan senang hati aku menerima uluran tangannya.
"Sebelum kau masuk ke dalam,lebih baik kau memakai kerudung dulu dan pakailah jubahku untuk menutupi tubuhmu"aku menatapnya bingung ini adalah pertama kalinya aku berani menatap Raden Ranggatunggal Secara terang terangan.
"Kau tau cara memakainya"tanyanya,aku mengangguk tentu aku tau,aku ini seorang muslim.
Aku mengambil sejarik selendang berwarna putih gading dan jubah Raden Ranggatunggal,aku merapihkan rambutku yang sudah terikat,aku memasangkan kerudung itu tentunya tanpa bantuan peniti,namun tenang walaupun dikehidupan masa depan aku tak memakai hijab namun aku sangat pandai menggunakan style hijab,dan lebih beruntungnya aku tau cara bagaimana menggunakan kerudung tanpa peniti ini sangat mudah,setelah selesai dengan memakai kerudungnya aku memakai jubah milik Raden Ranggatunggal,dan cukup kebesaran tentunya ditubuh ku.
Aku menoleh kearah Raden Ranggatunggal yang sedang mengikat kudanya disalah satu pohon,aku berjala menghampirinya.
"Raden"panggilku,namun dia hanya bergumam masih fokus mengelus kudanya.
"Apa kita boleh masuk kedalam sekarang"dia menghentikan kegiatannya dan berbalik kearah ku,namun sedetik kemudian dia hanya diam menatapku,aku pun sontak melihat penampilanku,apa ada yang aneh dengan penampilanku,ya walaupun sedikit aneh dengan jubah kebesaran seperti ini.
"Ehemm!!"dia berdehem dan memalingkan wajahnya,dih nih orang kenapa dah,apa nih orang memasukkan jin hutan ini, astagfirullah Jan sampe deh mana taunya cuma Al Fatihah sama ayat kursi doang.
"Apa ada yang dengan penampilanku"
"Cantik"cicitnya pelan, jujur aku denger ko cuman kan Takut akunya yang geer sendiri kan kaga lucu.
"Maksudnya"rasanya ku ingin tertawa ketika melihat wajah Raden Ranggatunggal memerah, salting nya orang ganteng mah ber dameg.
......
"Dalam khasus pembunuhan ketua pelayan keraton timur, cukup membuat pertanda bagi kita jika sang musuh telah memasuki area peperangan Gusti prabu"seorang menteri pertahanan.
"Namun,jika memang musuh telah memasuki Medan peperangan, bukankah musuh ada di sekeliling kita"ucap salah satu petinggi yang mungkin memiliki jabatan tinggi di keraton.
"Apa pelaku penyerangan dan pembunuhan ketua pelayan sudah ditemukan"ucap sang Prabu Geusan Ulun adji putih yang kini mulai berbicara semua orang saling berbisik.
Seorang laki laki dengan belangkon khas jawanya menggeser posisi duduknya menjadi menghadap ke arah Gusti prabu geusan Ulun adji putih"ampun Gusti prabu,jika hamba lancang,jika berbicara tentang pembunuhan ketua pelayan dikeraton timur,belum memilih titik terang,namu menurut belas sayatan dan ditemukan belati yang bercorak singa dan matahari menandakan dia adalah seorang kesatria".
"Apa kau yakin,Ki Ageng"yang disebut Ki Ageng langsung bersujud"hamba yakin Gusti".
.....
Seorang laki laki dengan wajah yang tertutup oleh kain hitam yang menutupi sebagian wajahnya kini menggeram marah"bedebah bajingan,siapa yang berani merusak rencanaku".
Anak panahnya kini melesat mengenai sebuah Menjangan tepat di jantungnya.
"Padepokan pencaker,Raden Ranggatunggal,telah kuduga, bedebah itu akan merubah semuanya".
Sebuah panah berlambang singa dan matahari di ujung panahnya menanjap sempurna di sebuah papan sasaran.
"Kirim beberapa anak suruhan kita untuk mengawasi Larasati".
.....
Saat aku memasuki semak semak belukar itu yang kulihat adalah segerombolan anak muda yang sedang membaca Al Qur'an dan ada yang sedang asik menggambarkan kaligrafi.
"Kau menyukainya"aku mengangguk dan menghampiri salah satu anak perempuan berkerudung putih tulang yang sedang membaca Al Qur'an.
"ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنْقَلِبْ اِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِئًا وَّهُوَ حَسِيْرٌ"
Namun bacaannya terhenti karena nampak dari raut wajah anak gadis itu yang mungkin lupa kelanjutannya,aku duduk bersedeku dan melanjutkan bacanaanya.
"وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاۤءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيْحَ وَجَعَلْنٰهَا رُجُوْمًا لِّلشَّيٰطِيْنِ وَاَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيْرِ
wa laqad zayyannas-samā'ad-dun-yā bimaṣābīḥa wa ja'alnāhā rujụmal lisy-syayāṭīni wa a'tadnā lahum 'ażābas-sa'īr
'Dan sungguh, telah Kami hiasi langit yang dekat, dengan bintang-bintang dan Kami jadikannya (bintang-bintang itu) sebagai alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka azab neraka yang menyala-nyala'
Surat Al Mulk ayat ke 5 benarkan"
Dapat kulihat Raden Ranggatunggal dan gadis dihadapanku terdiam kaku sambil melihaku kaget,lah kenapa sih ada yang salah gitu.
"K-au,bisa membacanya,ah maksudku kau bahkan bisa melafalkan nya tanpa melihat Al Qur'an "aku tersenyum.
"Aku hanya hafal sedikit, sungguh"
"Kau menakjubkan"ucap Raden Ranggatunggal,aku tertawa terbahak-bahak,dia adalah orang pertama yang mengatakan secara tidak langsung kalau aku ini memiliki potensi.
"Ku kira kau tak tau tentang hal seperti ini"ucap Raden Ranggatunggal,aku mendengus.
"Aku seorang muslim mana mungkin aku tak bisa membaca Al Qur'an, walaupun aku tak seperti kalian memakai kerudung namun setidaknya aku bisa membaca Alquran, namun ku pikir pikir aku akan mencoba untuk memakai kerudung ini sebagai pakaian ku sehari hari".
"Siapa yang mengutusmu"
"Bukan urusanmu,siapa yang menyuruhku"
"Bajingan"
Assalamualaikum warahmatullahi wa barokathu,,,,gue Mon maap nih pas Minggu kaga update,gue juga ada alasan ya ,,,pas Minggu gue ada acara dan tugas gue tuh numpuk apalagi las Minggu gue ngerjain bikin makalah...tau gak sih ribetnya bikin makalah,jadi sorry sekali lagi tapi hari ini gue up nih walaupun nih part kaga panjang kaga ngape ye ......
Moga suka dan menghibur,,,dan dialam cerita ini enggak sama sekali mau menyinggung tentang agama ataupun tradisi masing-masing agama ,ras,suku dan budaya...
Lope yu dahhh muachh
Sodakoh bintang ye...kaga maksa gue mah namanya jga sodakoh seikhlas Nye aje dah...
Next post.....
^^^
^^^