Last Hope

Last Hope
Chapter | 4 |



Hai guys😊


Kasih❤


Nayla dan devan keluar ruangan itu setelah menyelesaikan dinner spesial mereka dan surprise yang diberikan devan pada nayla.


senyum nayla tak pernah hilang ketika mengingat kejadian tadi, dia tak pernah menyangka bila devan bisa seromantis itu.


Devan yang melihat nayla bahagia juga merasa senang, "Nggak usah sok cantik." ucapnya santai dan menggenggam tangan nayla.


mendengar ucapan devan senyum nayla perlahan menghilang digantikan dengan wajah cemberutnya, "Ishh."


Devan terkekeh pelan, "Enggak kok, aku ngelarang kamu senyum takutnya banyak yang naksir."


"Cumah senyum doang, yang penting aku cintanya ke kamu."


"Senyumnya kalo cuma ada aku."


"Hih, possesif." Cibir nayla sedangkan devan hanya menghendikkan bahunya.


nayla dan devan mengerutkan kening saat melihat ruang tamu restoran ini sangat ramai dan juga terlihat banyak wartawan yang meliput.


"Kenapa di sana rame banget?" tanya nayla.


devan yang cukup tinggi dapat melihat jika disana ada perayaan ulang tahun, terbukti adanya hiasan berupa balon dan kue yang tersusun tiga tingkat.


"Ada yang ulang tahun juga."


"Ohhh.." Nayla mengangguk lalu berjalan sambil melewati kerumunan di sana.


"Sayang tunggu bentar, aku mau ke kasir." ucap devan diangguki nayla.


nayla mengamati acara itu, disana ada beberapa remaja yang mungkin berumur lebih muda darinya. ada juga beberapa kolega bisnis terbukti dati pakaian mereka.


lalu sebuah suara yang dikenalinya memecahkan perhatian nayla, dia mencari celah dan melihat siapa yang berada di sana.


"Tes..tess, ekhhmm, terima kasih pada semua tamu undangan karna sudah menyempatkan diri untuk hadir pada ulang tahun putri saya. sekaligus saya ingin memperkenalkannya, putri saya satu-satunya yaitu Laura Radinda Patriawan."


"Satu-satunya?" batin nayla meringis.


nayla hanya bisa terdiam melihat keharmonisan keluargaNYA itu, tentu saja tanpa dirinya. semua bahagia sedangkan dia?


pria itu merayakan ulang tahun putri satu-satunya dengan sangat meriah dan disertai raut wajah yang gembira. lalu apa status nya? pembantu?!


sebegitu buruk dirinya sampai-sampai papa. kandungnya sendiri tak mengakui dirinya.


"Bagaimana anak bapak bisa secantik ini, apa yang di konsumsi nyonya dinda saat dia hamil?"


pertanyaan itu terlontar saja dari beberapa wartawan disana.


sontak dimas terkekeh dan memeluk pinggang dinda, "Istri saya cantik, jadi pasti turun ke anak saya."


"Yang saya tau sebelumnya bapak sudah pernah menikah, apakah benar pak?"


mendengar itu ekspresi dimas berubah menjadi datar dan dingin, "Sudah bercerai, dan istri saya sekarang hanya dinda."


"Apa anda mempunyai anak dari pernikahan itu."


Pertanyaan itulah yang sedari tadi ditunggu nayla, apa jawaban yang akan diberikan papanya.


dimas mengetatkan rahangnya, sepertinya memanggil wartawan kesini adalah kesalahan besar. dia saja tidak menganggap ada anak lain di kehidupannya itu.


nayla yang sudah tidak sabar mendengar jawaban dari papanya tentang pertanyaan semudah itu membuat dirinya terpancing emosi dan menerobos kerumunan ramai itu.


"Saya anaknya, anak dari Radimas Patriawan dan Sonya Falinda Aranez!! saya Nayla Azila Patriawan!"


teriakan lantang dari nayla mengundang semua tatapan para wartawan dan langsung memotretnya.


"Wahh, ini anaknya, cantik bengett."


"Ini nayla yang sering jadi juara olimpiade itu kan, hebatt..hebatt."


"Pantesan ananknya cerdas, keturunan pak dimas ternyata."


"Pak dimas pasti sangat bangga punya anak yang jeniuz."


nayla sangat senang mendengar pujian itu, setidaknya papanya tak akan malu manganggap dirinya.


tapi nayla tak melihat tatapan tajam dari dimas, wajah pria itu memerah menahan amarah, dinda pun menenangkan suaminya itu.


Laura yang melihat nayla tersenyum senang lalu menghampirinya, "Iya, dia kakak saya, saya bangga punya kakak sepertinya." laura memeluk nayla dan dibalas pelukan kembali oleh nayla.


Antoni dan rani juga menghampiri cucunya, mereka sangat bahagia mendengar nayla yang memperkenalkan dirinya sendiri. inilah yang menjadi perdebatan mereka dengan dimas sedari tadi.


♡♡♡♡♡


senyum tak pernah lepas dari wajah nayla, ia bahagia, sangat bahagia. setidaknya semua orang sudah tau bahwa dirinya juga anak dari dimas sang pengusaha besar.


baru beberapa langkah keluar restoran, dimas langsung menghampiri nayla,


plakkkkk


"Dimassss!!!"


"Mas!"


"Papa!"


sebuah tamparan keras mendarat di pipi nayla sehingga meninggalkan jejak disana.


"Dimas! kenapa kamu nampar cucu ku!!


"Cukup pa, ini masalah dimas sama anak gak tau diuntung ini."


Nayla mendongakkan wajahnya melihat wajah merah padam sang papa. "Kke..kenapa papa nampar aku."


"Dasar anak tidak tau di untungg!! berani sekali kamu memunculkan diri dan merusak acara putriku!!"


"Dengar, saya hanya punya satu putri dan itu adalah laura!! kamu bukan siapa-siapa saya!" bentak dimas.


air mata kembali membasahi wajahnya, hatinya merasa tercubit.


"Apa salah hiks nayla pah, nayla juga putri papa hiks!!" nayla berjongkok dan menarik-narik rambutnya.


"Saya gak akan pernah mengakui kamu, sini kamu!!" dimas menarik-narik tangan nayla.


"Papa berhentii!!"


"Udah!" nayla sudah tidak tahan, ia mendekati dinda dan memeluknya. untung tempat ini sudah sepi dan tidak akan ada berita besar kedepannya. Rani maju dan langsung menampar dimas.


"Mama nggak tau harus bilang apa lagi ke kamu dimas! kenapa mama harus punya anak kayak kamu, nayla itu anak kandung kamu! suatu saat nanti kamu akan menyesal dimas, tunggu saat itu!!" bentak rina lalu memeluk dan menangis di pelukan suaminya.


"Papa kecewa sama kamu dimas, mungkin semua orang di luar sana mengagumi kamu! tapi mereka tidak tahu bahwa orang yang mereka kagumi adalah orang tua yang tidak manganggap anak kandungnya sendiri!!" ucap antoni lalu merangkul istrinya masuk kedalam mobil untuk mencari cucunya.


dari kejahuan ada sonya yang melihat kejadian itu, jujur, hatinya sakit melihat putrinya diperlakukan seperti itu oleh papa kandungnya sendiri.


tapi bagaimanapun dirinya sama jahatnya dengan dimas, ia membenci putri kandungnya sendiri, putri yang lahir dari rahimnya itu.


"Kamu liat itu sayang, apa kamu tidak merasa kasian dengan anak kamu? apa kamu tidak merasa bersalah melihat anak yang kamu lahirnya mendapat perlakuan seperti itu?" tanya dimas sambil mengusap bahu sonya.


selama ini jika nayla datang kerumahnya, sonya selalu mengusirnya dengan alasan bila nanti satria tidak suka dengan nayla. namun semua itu hanya kebohongan, satria itu orang baik, ia juga menganggap nayla sebagai putri kandungnya sendiri.


"Sudahlah mas, aku tidak ingin membahasnya."


"Sonya, aku tau kamu menikah dengan dimas karna perjodohan, tapi nggak seharusnya nayla yang dijadikan korban, kasian dia sonya."


"Nayla ada juga karna terpaksa mas, aku sudah menjelas semua pada kamu."


"Tapi kamu ibunya sonya, kamu tega sama putri kandung kamu sendiri. bukalah hati kamu untuk nayla, dia pasti sangat menderita."


"Sudahlah mas, aku tak ingin dinner kita rusak karna dia." ucap sonya lalu meninggalkan satria sendiri.


"Nayla yang malang." gumam satria.


♡♡♡♡♡


Kini nayla menangis sejadi-jadinya, ditempat yang bahkan tak ia ketahui. ia memegangi pipi nya yang masih berdenyut sakit karna tamparan dimas.


"Hiks hiks, sakit pah hiks."


tiba-tiba seseorang datang dan langsung memeluk nayla kencang. nayla terlonjak kaget dan berusaha melepaskan pelukan itu.


"Ini aku."


suara itu, ya itu suara penyelamatnya, ia langsung memeluk orang itu tak kalah kencang.


"Devann..." lirihnya.


nayla baru ingat bahwa tadi ia meninggalkan devan sendirian di restoran.


"Nangis aja aya, keluarin semuanya. aku ada buat kamu."


♡♡♡♡♡


1124kata💙