
"Harapan saya dengan mencintai anda adalah, saya tak akan pernah berteman bahkan berkenalan dengan rasa yang bernama kecewa." ~Np♡
•••••
Pagi ini nayla duduk di meja makan dan ada laura disampingnya. Nayla hanya diam saat laura bermanja-manjaan dengan papanya. pemandangan itu sudah tidak asing, dulu nayla ingin sekali dipeluk papanya tapi apalah daya itu hanyalah mimpi belaka.
dimas merasa aneh saat nayla bersikap seperti itu, biasanya nayla akan heboh di pagi hari setiap tahun.
itulah yang dilakukan nayla ketika dia berulang tahun, dia berusaha menyindir papanya sekedar mengingatkan dimas untuk memberikan ucapan.
tapi kali ini nayla hanya diam bahkan saat dirinya selesai sarapan pagi.
"Nayla masakan bunda nggak enak yah?" Tanya dinda yang juga merasakan apa yang dirasakan suaminya ketika melihat perubahan sikap nayla pagi ini.
"Enak."
Satu kata yang terkesan dingin membuat dinda dan dimas lagi-lagi dibuat bingung, pasalnya baru kali ini nayla bersikap seperti itu.
"Tapi kok sarapannya hanya sedikit?" tanya dinda lagi.
"Perut nayla hanya bisa menampung porsi segitu bunda."
nayla berdiri lalu mengambil tas sekolahnya tapi perkataan dimas menghentikannya.
"Duduk dulu, bunda kamu belum selesai bicara."
nayla duduk kembali dengan tatapan lurus ke depan, moodnya pagi ini sangat buruk karna pikirannya berkelana semalaman.
"Hadiah yang bunda kasih udah kamu liat?"
Nayla mengangguk, "Sudah, tapi nayla minta maaf, nayla nggak bisa menerima itu bunda, nayla lebih suka memakai motor dari pada mobil kesekolah."
"Tapi kalau kamu pakai mobil kamu gak akan kehujanan sayang."
nayla menggeleng, "Nayla harus hemat bun, nayla nggak mau beban papa bertambah hanya karna apa yang nayla miliki, nanti papa semakin sibuk mencari nafkah dan nggak punya waktu lagi, cukup papa sibuk untuk nggak beliin kue buat nayla."
dimas tertegun karna ucapan nayla yang begitu menusuk dihatinya, sindiran putrinya kali ini membuatnya tertohok.
"Nayla berangkat sekolah dulu, takut telat upacaranya." Nayla mencium punggung tangan dimas dan dinda bergantian.
nayla mengacak rambut laura sebelum ia beranjak keluar tapi laura menahan tangan nayla dan menyelipkan sebuah kertas.
"Kak nayla selamat ulang tahun." Ucap laura sambil menatap nayla.
nayla tersenyum, "Selamat ulang tahun juga lau."
setelah sampai diluar, nayla membuka kertas yang diselipkan laura ketangannya.
"Selamat ulang tahun kak nayla, laura berdoa semoga semua apa yang diinginkan kak nayla terkabul. jangan benci laura karna sikap papa yang seperti itu kak, laura minta maaf atas sikap papa."
"Aku nggak benci kamu nay, aku cuman ingin sekali saja ada di posisi kamu." lirih nayla lalu mengendarai motor kesayangannya menuju kesekolah.
sejak SMP nayla ditemani motor kesayangannya itu, nayla punya alasan sendiri mengapa dirinya menolak kado mobil dan lebih memilih motor.
motor itu pemberian papanya saat nayla berulang tahun yang ke-15, meskipun karna paksaan bundanya, ini hadiah ulang tahun dari papanya yang kedua setelah lilin dan alat pemantik.
nayla selalu berharap mendapat kasih sayang dari mama dan papanya, tapi selama tujuh belas tahun nayla belum pernah sama sekali mendapatkan itu. kedua orang tuanya hanya fokus pada anak dari pasangan yang mereka cintai.
♡♡♡♡♡
Nayla berjalan di sepanjang koridor menuju kelasnya, semua orang yang nayla lewati tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti upacara.
nayla menyimpan tasnya lalu mengambil topi menuju kelapangan upacara, tiba-tiba sebuah tangan melingkar di lengannya.
"Selamat ulang tahun nayla."
nayla tersenyum melihat siapa orang itu.
"Makasih caca."
natasha, sahabat nayla sekaligus sepupu dari pihak papanya, hanya natasha yang menjadi sahabatnya sedangkan yang lain hanya teman biasa.
"Tumben muka lo kusut? pasti om dimas masih sama seperti dulu yah?"
"Mungkin akan selamanya ca, papa nggak bakalan sudi nyamain gue sama laura." ucap nayla sendu.
"Gue anak dari mama, bukan dari bunda kayak laura ca, bahkan mama sama kayak papa, lo tau itu."
"Lo berusaha lagi ya, jangan putus asa. gue yakin om dimas dan tante sonya suatu saat bisa ngubah sikapnya sama lo." balas caca menyemangati nayla.
"Gue berdoa semoga hari itu cepet tiba ca."
"Amiiinn.. makanya senyum dong, masih pagi jangan cemberut, nanti devan nggak suka lagi sama lo." Ucap caca tertawa dan menarik nayla kelapangan.
nayla mengikuti upacara dengan tenang bersama natasha disampingnya, tapi saat lagu indonesia raya dinyanyikan kepala nayla berdenyut pusing.
nayla mengernyit berusaha menahan tapi sebuah cairan kental berwarna merah keluar dari hidungnya bersamaan dengan pekikan kencang dari caca.
"Naylaaa!!!"
nayla ambruk di tengah upacara yang sedang berlangsung hingga mengundang banyak perhatian. Tiba-tiba seorang siswa langsung membopong nayla menuju ke uks.
♡♡♡♡♡
Nayla membuka matanya perlahan dan memegangi kepalanya yang masih sedikit pusing, dengan tenaga seadanya nayla mencoba bangun.
"Jangan bangun kalau masih pusing."
sebuah suara menghentikan pergerakannya, detik berikutnya senyum nayla mengembang melihat siapa sosok itu.
"Kamu yang bawa aku kesini? tanya nayla.
"Hhmm.." lalu siswa itu mendekati nayla dan membantunya bangun.
balasan singkat yang terkesan cuek itu sudah kebal bagi nayla, walau bagaimanapun nayla sudah jatuh cinta teramat dalam kepada sosok itu.
Devan Atlanta Leoni, sosok yang sudah menjadi sandaran nayla selama tiga tahun ini, pacar nayla semenjak seragam putih biru.
Nayla mengangguk, "Cumah mimisan."
devan menghela nafas, "Periksa aya."
devan memang memanggil nayla hanya dengan sebutan aya, hanya devan yang dapat memanggilnya dengan panggilan itu.
"Aku nggak papa, ini cuma efek kelelahan."
"Belum tentu."
"Aku yakin kok, ini pasti cuma efek kelelahan."
devan mengalah jika sudah menyangkut hal ini, dia tau kekasihnya itu sangat keras kepala saat disuruh ke dokter.
"Jangan sakit janji?" devan mengenggam tangan nayla lalu merapikan rambutnya.
"Aku nggak bisa janji devan, yang namanya sakit itu bisa datang meskipun nggak diundang."
"Pokoknya jangan sakit lagi."
devan merogoh sakunya lalu mengeluarkan sebuah kotak dan memberikannya pada nayla.
"Selamat ulang tahun sayang."
perlakuan seperti itu membuat hati nayla menghangat. meskipun devan terkesan dingin dan cuek, ada saatnya nayla merasakan perlakuan romantis dari devan.
walaupun hubungan mereka sudah terjalin lama, sikap devan memang seperti itu. nayla sudah terbiasa meskipun orang-orang mengatakan nayla mau saja bertahan pada cowok kulkas.
tapi yang namanya cinta, omongan orang tak perlu didengar dan dipedulikan. nayla sangat mencintai devan begitupun sebaliknya.
"Makasih pacarnya nayla yang tersayang."
sebuah kalung lilin madu sebagai kado ulang tahun yang diberikan devan pada nayla.
"Kamu suka?" tanya devan lalu memakaikannya ke leher nayla.
"Suka banget makasih." jawab nayla antusias.
"Sama-sama." balas devan lalu duduk di hadapan nayla sambil menggenggam tangan kekasihnya.
"Jangan suka sedih sendiri aya, kita udah lama bersama jadi kamu jangan sungkan untuk berbagi sama aku." ucap devan lalu memeluk nayla. devan hanya bicara sepanjang itu jika bersama nayla.
mata nayla berkaca-kaca, selama ini nayla memang tidak memberi tahu devan kehidupan keluarganya. bagi nayla, masalah itu tidak perlu diberi tahu orang lain termasuk pacarnya.
"Aku nggak sedih kok, kehadiran kamu yang selalu ada di samping aku udah cukup buat aku bahagia, jadi kamu nggak boleh ninggalin aku." ucap nayla.
devan memancing nayla untuk bercerita. meskipun terkesan cuek pada nayla, devan diam-diam tahu jika kekasihnya sedang bersedih. devan tau jika ada. sesuatu yang terjadi pada nayla, namun devan menunggu dimana ada waktu nayla sendirilah yang akan bercerita.
"Aku nggak akan ninggalin kamu aya." ucap devan lalu melepas pelukan mereka.
"Nanti malam aku jemput jam 7."
"Mau kemana?" tanya nayla.
"Rahasia."
Tiba-tiba caca datang dengan seorang cowok. caca langsung berjalan kearah nayla dan menempelkan tangannya ke kening nayla.
"Hufh, nggak demam, lo tau nggak tadi gue panik banget pas lo mimisan terus pingsan. untung ada devan yang gendong lo kesini." cerocos caca.
"Gue nggak kenapa-napa caca."
"Tuh aku bilang apa, kalo ada devan pasti nayla sudah sembuh. kamu gangguin aku aja tadi." celetuk cowok itu dengan wajah kesal.
"Aduh bima sayang kan aku panik tadi, makanya aku langsung narik kamu, maaf ya." ucap caca dengan wajah memelas.
"Iya."
nayla dan devan saling pandang melihat sepasang kekasih yang ada di depan mereka ini.
"Lo kenapa?" tanya devan yang disapa bima itu sekaligus orang yang menjabat sebagai sahabatnya juga.
"Gue badmood."
"Badmood kenapa?"
"Gue ngucapin my emak selamat hari ibu pakek bahasa inggris, tapi jawabannya perih banget."
"Emangnya kamu bilang apa?" celetuk caca pada bima sang pacar.
"Liat nih."
bima menyodorkan ponselnya agar mereka membacanya.
BimaGg
Selamat hari ibu mom,
you are the best mother of all mother😄.
My emak😚❤
Gak ush sok inggris lo.
lo kan yanh nyuri duit emak di laci ?!
"Pfftt, hahahahahha."
sontak caca dan nayla tertawa kencang sedangkan devan hanya tersenyum menggelengkan kepalanya melihat ibu bima yang sok gaul.
♡♡♡♡♡
1369kata💙