Last Hope

Last Hope
Chapter | 3 |



Hai guys😊


Kasih❤


"Biarkan seperti ini sejenak, aku ingin merasakan bagaimana tertawa lepas tanpa sebuah beban." ~Np♡


•••••


Nayla melihat rumahnya sudah sepi, tak ada lagi kakek dan neneknya disini. ruang tamu tempat perdebatan juga sudah kosong.


"Nayla," panggil dinda saat nayla ingin masuk ke kamarnya, nayla melihat papa dan laura berpakaian rapi dan lengkap.


"Bunda, papa, dan nayla mau pergi dulu, kamu mau ikut tidak?" nayla senang mendengar ajakan itu. ketika nayla ingin meng-iyakan, ucapan dimas kembali membuat nayla down.


"Gak usah, dia sekolah besok." ucap dimas dengan suara terkesan dingin.


"Tapi mas-"


"Benar kata papa bun, nayla nggak usah ikut, lagian nayla harus bangun pagi buat ke sekolah." ucap nayla yang mengerti kode papanya.


"Tapi laura mau kak nayla ikut pah," ucap laura.


"Dia sudah kelas dua belas, waktunya belajar buat UN."


"Tapi kan nayla juga mau kak nayla ada disana pah."


"Kita sudah telat." ucap dimas meninggalkan mereka.


dinda dan laura merasa bersalah karna sikap dimas yang terang-terangan menolak nayla untuk ikut dengan mereka.


nayla tersenyum sangat tipis melihat papanya yang pergi, tidak bisakah nayla ikut dengan mereka, nayla juga ingin bepergian dengan keluarganya.


"Nayla, maafin papa kamu yah." ucap dinda.


"Gak apa-apa bun, lagian ucapan papa emang bener kok."


"Kak nayla maafin aku." ucap laura dengan mata yang berkaca-kaca.


"Kamu gak salah lau, papa udah nunggu mending kalian pergi sekarang, nayla juga minta izin buat pergi sama temen." ucap nayla lalu masuk ke kamarnya tanpaendengar jawaban dari bunda dan laura.


"Kenapa papa jahat sama kak nayla sih bun? aku juga mau kak alena diperlakuin baik sama papa." ucap laura pada dinda.


"Papa kamu nggak jahat lau, butuh waktu untuk buat papa kami sadar dan bisa menerima kakak kamu."


"Tapi sampai kapan bunda? apa sampai kak nayla udah nggak ada? aku tau kak nayla rapuh, kak nayla pasti sedih banget, kak nayla juga sering nangis sendirian, kak nayla juga punya hati bunda, dia manusia biasa kayak kita."


"Kita hanya bisa berdoa nak, semoga papa kamu bisa ngerubah sikapnya sama kakak kamu."


♡♡♡♡♡


Nayla tersenyum senang melihat sang pacar sudah berada di depannya, tatapan devan yang selalu membuatnya jatuh cinta.


"Couple?" ucap devan saat melihat nayla.


"Hah?" ucap nayla bingung.


"Bajunya."


Nayla sekarang mengerti maksud devan, ternyata warna baju mereka sama, padahal keduanya sama sekali tidak membuat janji apapun.


nayla berjalan mendekati devan lalu memeluk tangannya.


"Itu artinya kita sehati." Bisik nayla sambil terkekeh.


devan tersenyum lalu menjitak kepala nayla.


"Lebay."


"Aishh, sakit tauk." nayla menatap devan dengan wajah cemberutnya.


devan membukakan pintu mobil untuk nayla, hal itu membuat nayla merasa spesial hari ini. jarang sekali devan mau melakukan itu karna alasan devan simpel, punya tangan kenapa nggak di pake?


"Makasih pacar."


"Sama-sama pacarku yang jelek."


♡♡♡♡♡


Keduanya telah sampai di restoran yang cukup terkenal dan mahal di lingkungan sekitar mereka.


"Emm, dev pulang aja yah." ucap nayla saat mereka sampai di parkiran.


"Kenapa?" Tanya devan menaikkan sebelah alisnya.


"Di..disini mahal." cicit nayla.


devan tersenyum lalu mengacak pelan rambut nayla dan turun membukakan pintu mobil untuk nayla. devan mengulurkan tangannya untuk membantu nayla keluar.


"Devan pulang aja ya." ucap nayla menarik lengan devan.


"Tapi-"


ucapan nayla terhenti ketika devan tiba-tiba menutup matanya dengan sebuah kain hitam.


"Kenapa mata aku ditutup?"


"Jangan dibuka aya."


devan menuntun nayla ke sebuah ruangan yang telah ia pesan khusus untuk mereka berdua malam ini. devan memang termasuk golongan anak holang kaya atau konglomerat:)


nayla juga termasuk anak orang kaya, tapi devan masih jauh diatasnya. nayla terbiasa hidup sederhana jauh dari kata mewah seperti hidup laura.


karna sedari kecil nayla tidak pernah di berikan sesuatu yang terkesan mewah, nayla sudah menanamkan di pikirannya untuk selalu hidup sederhana saja meskipun kakek dan neneknya selalu ingin dia tampil glamour.


bagi nayla itu semua tidak penting, hal yang penting baginya hanyalah mama dan papanya mau memperlakukan nayla selayaknya orang tua memperlakukan anaknya. itu adalah hal yang paling berharga dan mewah untuk nayla.


semua barang mewah bisa saja dibeli nayla dalam sekejap, tapi untuk kasih sayang orang tuanya? nayla tidak bisa membelinya.


"Devan kamu nggak mau macem-macem sama aku kan?"


"Devan kamu nggak akan jual aku kan?"


"Devan kamu nggak nyulik aku kan?"


"Devan kamu nggak-"


ucapan nayla terhenti ketika penutup matanya terbuka dan mulutnya menganga lebar melihat apa yang kini ada didepannya.


"Iya, aku nyulik kamu kesini."


nayla tanpa sadar berjalan dan melihat satu persatu dekorasi yang indah ini.


"Woahh, cantik banget." gumam nayla tak lepas memandang bentuk love disekitaran meja dan segala pernak-pernik lainnya.


sepasang tangan kekar melingkar di perutnya, "Kamu suka?"


nayla tersentak dan menolehkan kepalanya melihat wajah sang kekasih di bahunya, "Hmm, suka pakek banget."


"Kita dinner disini, aku siapin khusus di hari yang spesial buat pacarnya devan yang cantik." bisik devan tepat di telinga nayla membuat nayla seketika merinding.


nayla membalik tubuhnya dan memeluk devan erat, "makasih."


nayla menangis di pelukan devan, nayla senang di saat orang tuanya tidak memperhatikannya, tapi ada devan yang membuatnya bertahan. jika tak ada devan mungkin nayla tidak akan bisa tegar.


nayla berterima kasih pada tuhan karna ada devan yang menjadi tempat sandarannya, nayla tidak bisa membayangkan jika dirinya tidak memiliki devan.


devan membalas pelukan nayla tak kalah erat dan mengelus rambut panjang nayla. devan menenangkan nayla yang menangis.


"Jangan nangis aya." gumam devan.


sebenarnya devan belum pulang saat mengantarkan nayla kerumahnya tadi sore, entah mengapa devan enggan meninggalkan rumah nayla.


tiba-tiba dia melihat nayla berlari dengan keadaan menangis. devan khawatir dan mengikuti nayla dengan cepat. dia sengaja tidak menghampiri nayla yang menangis sendirian di tepi danau.


devan ingin memberi nayla ruang, devan diam-diam mencari tahu apa yang selama ini membuat kekasihnya selalu sedih. tapi sampai sekarang devan belum menemukannya.


devan menuntun nayla untuk duduk lalu menghapus air mata nayla.


"Jangan nangis, kamu jelek."


nayla terkekeh lalu memukul bahu devan pelan. devan tersenyum lalu mengecup kedua mata nayla.


"Tunggu sebentar," devan pergi membuat nayla bingung.


tak lama kemudian devan kembali dengan membawa kue ke depan nayla. nayla merasa sangat terharu mendapat perlakuan istimewa seperti itu.


"Aku percaya kamu itu adalah peri yang hanya mempunyai satu sayap, karna satu sayapnya lagi telah aku miliki. disaat kita bersama nanti, kita akan terbang kemana saja yang kita mau. selamat ulang tahun cintaku, semoga saja kebahagiaan akan selalu ada dalam hidupmu."


nayla sudah tak dapat menahan air matanya untuk kembali turun. nayla bahagia, sangat-sangat bahagia! nayla akan selalu mengingat malam ini sebagai salah satu kenangan terindah di hari ulang tahunnya.


"Aku nggak tau mau ngomong apa sama kamu selain terima kasih, aku nggak akan bisa bayangin gimana kosongnya hidup aku tanpa kamu." ucap nayla.


"Sejak kenal kamu, bawaannya aku pengen belajar terus, belajar jadi yang terbaik buat kamu." ucap devan.


devan menaruh kue itu diatas meja, lalu beralih menarik tengkuk dan mencium singkat bibir nayla. biarkan para jomblo jadi baper, wkwkw.


ciuman keduanya terlepas membuat pipi nayla memerah, devan terkekeh melihatnya, padahal ini bukan pertama kali mereka berciuman.


"Tiup lilin dan berdoa aya." ucap devan kembali menyodorkan kue ulang tahun.


nayla memejamkan matanya dan berdoa di dalam hati sebelum meniup lilin itu. doanya selalu sama setiap tahun, dan kali ini semoga saja terkabul.


"Ya allah, doa nayla nggak pernah berubah, nayla cuma mau hati mama sama papa terbuka pada nayla bahwa mereka masih memiliki putri yang membutuhkan mereka. dan juga nayla berharap hubungan nayla sama devan baik-baik aja selamanya, amiinnnn."


♡♡♡♡♡


1220kata💙