
Party Avantyurist dari Alysria Holy Empire bernama Railbolt datang ke Andine Kingdom untuk mengerjakan Quest yang diberikan pada mereka oleh seorang Count Andine Kingdom yang mana Count tersebut menjadi diberikan oleh raja Snaith sebuah wilayah kerajaan untuk dikelola olehnya. Wilayah yang dikelola oleh Count tersebut adalah sebuah kota yang lokasinya dekat dengan perbatasan wilayah kerajaan bagian barat daya dan kota tersebut bernama kota Weliss karena nama marga Count tersebut adalah Weliss.
Pada tanggal 30 Oktyabr’ kepala keluarga Count Weliss yaitu Bertrand Weliss mengirimkan sebuah surat Quest yang nantinya dikirimkan ke Alysria Holy Kingdom dan surat Quest tersebut diajukan kepada sebuah party Avantyurist bernama Quilbolt yang merupakan salah satu party Avantyurist di Alysria Holy Kingdom.
Party tersebut adalah party yang dipimpin Louff. Setelah surat Quest dari Count Bertrand Weliss itu diserahkan ke Louff selaku Leader party Quilbolt lewat perantara Asosiasi Avantyurist dan Quest tersebut diterima oleh seluruh member party mereka pun bersiap-siap untuk berangkat ke Andine Kingdom.
[07 Noyabr tahun 738]
[Kota Weliss – Andine Kingdom]
“(Karena jarak tempuh antara Alysria Holy Empire dan Andine Kingdom cukup dekat jika menggunakan kereta kuda, kami bisa tiba dalam kurun waktu seminggu)”. Ujar Callico dalam benak pikirannya saat Callico masih berada di kereta kuda yang mereka tumpangi untuk pergi menuju Andine Kingdom merasa lega akhirnya tiba di lokasi tujuan.
Party Avantyurist dari Alysria Holy Empire pun tiba di lokasi Quest mereka. Dikarenakan saat mereka tiba ternyata sudah larut malam maka member party Quilbolt memutuskan mencari penginapan untuk mereka menginap sementara di kota Weliss ini.
Tapi ketika Louff memesan 5 kamar untuk member partynya menginap Louff hanya diberikan 4 kunci kamar oleh resepsionis Inn nya. Lalu Louff bertanya mengapa dia hanya diberikan 4 kunci kamar sedangkan dia memesan 5 kamar untuk 5 orang. Setelah bertanya hal tersebut pada resepsionis Inn nya Louff pun diberikan sebuah kunci untuk ruangan yang mana ruangan tersebut ada tulisan ‘00’ di pintunya.
Louff beserta teman-teman party nya pergi menuruni basement Inn sesuai apa yang diberitahukan resepsionis tersebut pada Louff saat dia memesan di bagian resepsionis bersama Melia. Kemudian Louff pun menemukan sebuah ruangan yang dimaksud resepsionis Inn itu dan memasukkan kunci yang telah diberikan resepsionis itu ke lubang kunci gagang.
Setelah dimasukkan kunci ruangan tersebut ke dalam lubang gagang pintu terdengar suara ‘krek’ terbuka. Dengan tangan kanan Louff memegang gagang pintu itu dan membukanya ke arah dalam. Saat pintu ruangan terbuka keluar banyak debu-debu kotor berterbangan keluar dari dalam ruangan tersebut dan debu-debu itu mengenai Louff dan teman-teman party nya sehingga membuat mereka batuk-batuk saat terkena debu-debu tersebut.
Louff, Callico, Connor, Nora dan Melia melihat ke dalam ruangan yang baru mereka buka itu dan nampak banyak sekali barang-barang bekas yang sudah tak digunakan berserakan di dalam ruangan serta banyak jaring laba-laba di tembok dan atap di setiap sudut ruangan.
Melihat akan hal itu Callico menjadi marah atas perlakuan pihak penginapan terhadap Connor. Nora pun menepuk pundak sisi kanan Callico dan memberi tau nya mengenai kabar mengenai diskriminasi keras penduduk Andine Kingdom terhadap ras Hunimal seperti Connor. Ras Hunimal adalah salah satu ras yang dibenci oleh orang-orang Andine Kingdom.
Jadi karena Connor tak mendapatkan kamar untuk dia menginap maka Callico memperbolehkan nya tidur bersama sekamar dengan nya dan saat tidur Connor akan tidur di tikar yang terbuat dari pelepah Yordt yang telah dibelikan oleh Callico untuk Connor tidur selama dia menginap bersama sekamar dengan Callico di Andine Kingdom.
[Sebuah Inn di kota Weliss — Andine Kingdom]
Louff, Callico, Connor dan Nora bangun dari tidur mereka di kamar mereka masing-masing yang telah mereka sewa. Sementara itu Melia sudah bangun lebih awal dibanding mereka dan sedang menyiapkan barang-barang apa saja yang akan mereka perlukan saat menjalankan Quest.
“Hehhh. Melia, kau sudah bangun lebih pagi”. Ucap Louff saat melihat Melia sedang mengemasi barang-barang yang akan mereka perlu bawa untuk Quest kali ini.
“Aa...Lou...Louff...sudah bangun bangun rupanya”. Ucap Melia seperti gagap saat dia melihat Louff sudah bangun dan melihat dirinya sedang berkemas-kemas dan mukanya memerah.
“Melia, kenapa wajahmu memerah? Apa jangan-jangan kau sedang sakit?”. Ucap Louff dengan nada agak tinggi melihat wajah Melia yang memerah dan Louff kira Melia sakit.
“Aa..ahhh..tidak kok”. Jawab Melia yang mukanya sedang memerah.
Louff kemudian berjalan mendekat ke arah Melia yang wajahnya sedang memerah saat dirinya tiba-tiba didatangi Louff dan Louff melihat dirinya sedang mengemas-ngemas barang di kamarnya. Ketika Louff semakin mendekat ke Melia, wajah Melia semakin memerah dan Melia berjalan mundur sedikit demi sedikit menjauhi Louff.
“Haa...benar, kau sedang sakit, kau harus istirahat terlebih dahulu agar lekas sembuh. Kau tak boleh memaksakan dirimu”. Ucap Louff yang cemas kepada Melia karena wajahnya Melia semakin memerah.
“Umm...bb...bu...bukan begitu...aku tidak sakit kok. Kau tak perlu khawatir”. Ucap Melia seperti gagap saat Louff semakin mendekat ke arahnya dan Melia terus berjalan mundur perlahan-lahan menghindari Louff yang mendekati dirinya.
Melia terus berjalan mundur menjauhi Louff yang mendekat tapi jutru Louff malah semakin dekat hingga Melia pun terpojok dan dirinya terjatuh ke kasur nya.
“aaa...aaa..aaa...”. Melia yang terpojok dan terjatuh di kasurnya karena berjalan mundur terus menghindari Louff mukanya semakin memerah dan kemudian Melia menutup wajahnya dengan kedua tangan nya.
“Kenapa kau terus menghindariku? Jadi benar kau sedang sakit? Kau harus istirahat dulu Melia!”. Ucap Louff dengan tegas sambil terus berjalan mendekat ke Melia.
[08.13 RMT 08 Noyabr tahun 738]